
Di kediaman Bagaskara pagi ini tampak ricuh karena kelakuan anak laki laki berusia lima tahun yang terus menangis karena di saat bangun tidur tidak menemukan sosok ayahnya
Para art dan juga bodyguard tampak kewalahan karena anak laki laki yang merupakan anak serta cucu kesayangan di keluarga Bagaskara ini tak kunjung diam "Tuan muda tenang ya sebentar lagi nyonya akan datang" ucap Tomi bodyguard kepercayaan Shadev Argio Bagaskara untuk menjaga putranya Razeel Axelio Bagaskara
"Gak mau Oma, El mau ayah" ucap Razeel
Mau tak mau Tomi menghubungi tuannya karena Razeel tak kunjung diam "Di mana cucu saya" ucap Amira yang datang tergopoh-gopoh karena mendapat kabar cucunya menangis padahal Amira tengah di luar saat Art mengabari jika cucu kesayangannya menangis
"Cucu Oma kenapa nangis?" tanya Amira setelah memeluk tubuh cucunya, Razeel hanya diam tak berniat menjawab pertanyaan Omanya ia justru membalas pelukan Omanya dan menyamankan diri saat di gendong Omanya
"Kenapa El nangis?" Tanya Amira pada Bik Imah
"Den El nyariin Den Shadev buk, tadi den Shadev berangkat sebelum den El bangun jadi pas bangun den El nyariin Den Shadev" ucap mbok Imah menjelaskan
Amira mengangguk lalu membawa cucunya yang masih sesenggukan ke ruang keluarga "El ayah kan kerja, kenapa nangis Hmm" tanya Amira
"El takut ayah pergi" ucap Razeel dengan suaranya yang serak karena habis menangis
Razeel memang selalu menangis jika tidak menemukan ayahnya saat bangun tidur, Razeel yang sejak bayi tidak pernah merasakan kasih sayang dari sosok ibu dan hanya mendapatkan kasih sayang dari ayahnya membuat Razeel sangat dekat dengan sang ayah sehingga ia sulit untuk berjauhan dengan ayahnya. Razeel juga selalu merasa takut jika ayahnya pergi meninggalkannya.
"Ayah nggak kemana mana El, ayah cuman pergi ke kantor" ucap Amira dengan sabar "El makan dulu ya sekarang sudah jam sembilan" ucap Amira namun Razeel tetap menggeleng
"El mau ayah Oma" ucap Razeel
Amira mengangguk tatapannya beralih ke arah Tomi "Sudah saya kabari buk, kata tuan Shadev dia akan segera pulang" ucap Tomi yang langsung mengerti arti dari tatapan majikannya
Amira mengangguk "Sebentar lagi ayah pulang El sekarang makan ya Oma suapin" ucap Amira dan Razeel tetap menggeleng "El mau ayah marah karena putra kesayangannya belum sarapan?" tanya Amira di balas El dengan gelengan kepala
"Kalau gitu makan ya Oma suapin" ucap Amira dan Razeel hanya mengangguk pasrah
Setelah mendepak persetujuan dari cucunya Amira segera meminta bik Imah mengambilkan makanan untuk Razeel lalu menyuapi cucunya dengan perlahan, Amira tersenyum menatap wajah tampan cucunya yang tampak murung
...............
"Ayah" ucap El begitu sosok Shadev memasuki ruang keluarga
Shadev tersenyum hangat ke arah putra dan mamanya "Ayah gendong" ucap Razeel dengan manja
__ADS_1
Shadev tak menolak setelah menyalim tangan mamanya Shadev langsung mengangkat tubuh Razeel hingga kini Razeel berada dalam gendongannya "Kenapa nangis anak ayah?" tanya Shadev
Razeel menenggelamkan wajahnya di ceruk leher sang ayah "El takut ayah pergi" ucap Razeel pelan
Shadev mengusap rambut hitam putranya "Ayah gak Keman mana El, ayah hanya ke kantor karena ada rapat penting dan ayah gak tega bangunin El yang tidurnya pulas" ucap Shadev namun Razeel hanya diam mendengarkan ucapan ayahnya
"El sudah makan?" tanya Shadev di balas Razeel dengan anggukan kepala
"Pintar anak ayah, sekarang mandi ya habis itu ikut ayah ke kantor" ucap Shadev dan Razeel kembali mengangguk
"Maaf ya mah, mama jadi harus cepat cepat pulang karena El nangis" ucap Shadev merasa tak enak pada mamanya karena selalu merepotkan mamanya
"Kamu kenapa sih Dev, El itu cucu mama gak perlu ngomong begitu" ucap Amira tak suka karena seakan akan Amira adalah orang asing yang di repotkan
Shadev hanya tersenyum melihat raut wajah mamanya yang terlihat kesal "iya ma, kalau gitu Shadev bawa El ke kamar dulu dan nanti Shadev bakal bawa El ke kantor karena Shadev masih banyak kerjaan" ucap Shadev
Amira mengangguk "Iya, awas kamu buat cucu mama nangis lagi" ucap Amira sedikit mengancam karena Razeel itu cucu kesayangannya
"iya mah" ucap Shadev lalu pergi ke lantai atas di mana kamar putranya berada, Razeel biasanya selalu tidur bersama Shadev namun dia tetap memiliki kamar sendiri
"Jagoan ayah mandi dulu biar gak bau asem" ucap Shadev
"Kata siapa?" tanya Shadev jahil padahal dia sendiri mengakui jika putranya itu selalu wangi karena Omanya yang sering menggunakan minyak telon di tubuh Razeel sehingga Razeel selalu wangi seperti bayi
"Oma yang bilang" ucap Razeel
Shadev terkekeh "Iya iya putra ayah emang wangi, ayo mandi ayah mandikan" ucap Shadev dan Razeel hanya menuruti ucapan ayahnya
Tak perlu waktu lama Razeel sudah selesai mandi dan kini sudah memakai pakaian yang di pilih Shadev "Udah ganteng kayak ayah, sekarang kita pergi ya" ucap Shadev
Razeel mengangguk lalu memegang tangan ayahnya, Shadev melepaskan tangan putranya lalu memasukkan tangan kecil itu ke dalam genggamannya "Ayo" ucap Shadev melangkah keluar dari kamar Razeel
.........
Di ruangan ayahnya tampak Razeel mulai bosan, ia meletakkan tablet yang tadi di gunakan untuk bermain game ke atas meja lalu melihat sang ayah yang tengah sibuk dengan berkas berkas di hadapannya
"Ayah El lapar" ucap Razeel
__ADS_1
Shadev mengangkat kepalanya lalu melirik arloji di tangannya yang kini sudah menunjukkan pukul satu siang pantas putranya merasa lapar, Shadev jadi merasa bersalah karena melupakan putranya yang seharusnya makan tepat waktu
"El mau makan di ruangan atau di luar?" tanya Shadev
"Mau di luar, El bosan di ruangan ayah" ucap Razeel
"Baiklah" Ucap Shadev segara memakai jasnya lalu mengajak putra semata wayangnya keluar dari ruangannya untuk mencari restoran yang menyajikan makanan sehat
Shadev selalu memperhatikan kesehatan putranya dengan selalu memberikan makanan sehat dan membatasi makanan junk food masuk ke tubuh putranya "Jagoan ayah mau makan apa?" tanya Shadev saat mereka telah tiba di salah satu restoran langganan Shadev
"Apa aja yah yang penting bukan sayur" ucap Razeel yang memang tidak suka makan sayur
"No kamu harus tetap makan sayur walaupun sedikit" ucap Shadev
Razeel mendengus "Kalau gitu ayah gak perlu nanya" ucap Razeel membuat Shadev tertawa kecil yang justru membuatnya semakin menjadi pusat perhatian terutama dari kaum hawa yang menatap Shadev dengan tatapan kagum
Shadev tak ambil pusing dengan tatapan orang ia justru memanggil pelayan dan memesan beberapa menu yang cocok untuknya dan juga Razeel "Ayah kenapa mereka lihatin ayah terus" ucap Razeel saat menyadari tatapan beberapa wanita mengarah ke arah mereka lebih tepatnya ke arah ayahnya
"Mereka hanya kurang kerjaan" ucap Shadev cuek
"Yah, El gak suka mereka" ucap Razeel tiba tiba membuat Shadev menatap putranya bingung
"Kenapa begitu" tanya Shadev
"Soalnya mereka lihatin ayah terus" ucap Razeel jujur
"Mungkin saja mereka lihatin putra ayah yang tampan ini" ucap Shadev seraya mencubit gemas pipi chubby yang terdapat rona kemerahan
"El memang tampan tapi El gak suka di lihatin seperti itu" ucap Razeel
"Baiklah lain kali kita akan pesan ruang private oke" ucap Shadev di balas Razeel dengan anggukan semangat
sebenarnya menjadi pusat perhatian bukan hal baru bagi Razeel, namun setiap kali mendapat perhatian Razeel tak suka apalagi jika para wanita menatap ayahnya Razeel akan semakin kesal
"Permisi ini pesanan anda tuan" ucap seorang Pelayanan lalu meletakkan pesanan Shadev ke atas meja, sesekali pelayan wanita itu mencuri curi pandang ke arah Shadev yang kini menunjukkan wajah datarnya
Setelah pelayanan wanita itu pergi Shadev dan Razeel mulai makan siang "Mau ayah suap El" tanya Shadev di balas Razeel dengan gelengan kepala, Shadev mengangguk lalu melanjutkan makannya
__ADS_1
...****************...