
Manusia mudah membuat janji.
Namun, sulit untuk menepati
🍀🍀
Mohon perhatiannya. Telah hilang anak laki-laki, berusia tiga tahun. Dengan ciri-ciri memakai baju kemeja biru dan celana berwarna hitam. Mata biru, rambutnya berwarna coklat. Jika para pengunjung menemukan anak ini, segera bawa di ruangan bagian informasi. Terimakasih.
Cahaya yang mendorong trolinya langsung berhenti, saat melihat anak kecil berusia tiga tahun. Sedang berdiri dengan raut wajah kebingungan.
Cahaya melihat ciri-ciri anak itu, sama seperti yang diumumkan. Tanpa pikir panjang, Cahaya menghampiri anak kecil itu.
"Hey, boy," tegur Cahaya
Anak lelaki itu langsung memeluk Cahaya. "Mommy," ucapnya.
Cahaya tersenyum haru. Ia ingin merasakan hangatnya dipeluk seorang anak. Dan ingin sekali dipanggil dengan panggilan Ibu.
__ADS_1
"Kamu tersesat?" Bocah itu mengangguk.
"Duh kasian," Cahaya mengacak gemas rambut bocah itu. Tanpa berpikir lama, Cahaya mengajak anak kecil itu ke ruang bagian informasi dengan menggandeng tangannya.
Setibanya di depan ruang bagian informasi. Cahaya bertemu salah satu staf supermarket yang baru saja keluar dari ruangan itu.
"Mas, saya menemukan anak yang hilang!" beritahu Cahaya kepadanya.
"Ouh, silahkan masuk. Kedua orang tuanya ada di dalam."
"Oke. Makasih Mas." Cahaya pun beserta anak kecil itu masuk ke dalam ruangan itu. Di dalan ruangan itu, ia melihat punggung dua orang dewasa dengan jenis kelamin berbeda
"Mommy, daddy," jerit anak itu menghampiri kedua orangtuanya.
Kedua orangtuanya membalikkan badannya. Senyum haru bercampur bahagia terlihat jelas di wajah mereka.
Mereka memeluk anak kecil itu. Ketiganya berpelukan. Rasa bahagia menyelimuti ketiganya.
__ADS_1
Namun tidak dengan Cahaya. Saat ia melihat siapa ayah anak itu. Hatinya langsung hancur, ketika ia melihat wajah ayah anak itu.
Wajah yang ia lihat setiap hari.
"Mas Langit!!" pekik Cahaya dengan menahan sakit hati yang amat menyakitkan. Rasa sakit yang dialaminya tak bisa digambarkan dengan kata-kata. Saking sakitnya.
Langit terkesiap. Saat namanya dipanggil Cahaya. Ia langsung melepaskan pelukannya.
Cahaya benar-benar tak menyangka. Dengan apa yang Langit lakukan. Betapa teganya Langit, menyakiti dirinya.
"Cahaya!! Sayang!!" Langit langsung berlari mengejar Cahaya, yang sudah berlari dari ruangan itu.
🍀🍀🍀
Test test 😄
Gimana?
__ADS_1
Lanjut?
Jangan lupa tinggalkan jejak