
Kerajaan Poseidon~~
Setelah menempuh perjalanan yang panjang dengan berkuda,putri calista dan pangeran Eadric beserta para pengawalny sudah sampai dikerajaan poseidon dimana kehidupan putri calista akan dimulai.
Sesampainya dikerajaan poseidon putri calista merasa sangat heran kenapa begitu sepi,tetapi ia berpikir bahwa semua orang dikerajaan poseidon belum tau tentang pernikahan mereka.mereka pun turun dari kuda,saat turun dari kuda putri calista sangat kesusahan karena kaki nya yang terluka tetapi pengawal membantu putri calista turun,sedangkan pangeran eadric dia tidak peduli.
"Dimana semua orang".tanya putri calista memberanikan diri bertanya pada pangeran eadric
Pangeran eadric tak menjawab pertanyaan putri calista dia perlahan membuka pintu kerajaan.
"Kenapa semuanya gelap".gumam putri calista
"Cepat masuk".perintah pangeran pada putri calista
Dengan perlahan putri calista pun melangkahkan kakinya dan masuk mengikuti pangeran eadric.saat berjalan tiba-tiba didalam kerajaan semuanya kembali terang.dan dikejutkan dengan semua orang keluarga kerajaan raja abercio dan ratu berdine yang sudah berdiri dihadapan mereka dengan tatapan tajam.
"Si-siapa mereka".tanya putri calista
"Baru saja kau masuk dalam kerajaan kami,kau sudah menimbulkan masalah.apa orang tuamu tidak memberitaumu tentang dunia kerajaan".kata ratu berdine sinis
"Ta-tapi apa kesalahanku".
"Apa kesalahanmu?kami adalah ratu dan raja kerajaan poseidon,apa kau tidak punya mata seharusnya kau bisa melihat dari cara kami berpakaian".
"Ma-maaf ratu,aku benar-benar tidak tau.tapi sekarang aku tau".
"Sudahlah ibu maafkan permaisuriku atas kesalahannya ini.Tidak ada waktu berbasa-basi lagi.apa kalian sudah mempersiapkan semuanya".kata pangeran dengan pemberian kode dan tersenyum jahat.
"Tentu saja nak".jawab ratu abercio
__ADS_1
"Persiapan apa".tanya putri calista
"Tentu saja persiapan untuk menyambut menantu mereka".
"Menyambutku?bukankah kau belum sama sekali memberitahu ayah dan ibumu tentang pernikahan kita".
"Tidak ada waktu lagi.cepat berjalan".perintah raja abercio dengan nada suara tinggi
"Berjalan??".heran
Dihadapan putri calista terdapat bara api yang panjang,dan putri calista diperintahkan untuk melewatinya.
"A-apa i...ni.apa yang harus aku lakukan dengan ini".melirik kearah pangeran eadric.tetapi ia hanya terseyum jahat.
"Tentu saja kau harus melewati lintasan yang dipenuhi bara api ini.ini adalah ritual untuk para menantu kerajaan poseidon sebelum melangkah masuk lebih dalam ke kerajaan kami,sekaligus melihat apakah menantu kerajaan poseidon kuat menghadapi dan bisa menjalani kehidupan disini.jika kau tidak bisa melewatinya maka kau akan menjadi budak untuk selamanya tanpa ayah dan ibumu mengetahui apa yang terjadi".jelas ratu berdine.
"Apa luka dikakimu akan kau jadikan alasan.luka mu tidaklah begitu parah buktinya kau masih bisa berjalan".tegas pangeran eadric
"Ritual macam apa ini.mana mungkin ada ritual seperti ini.apa benar-benar mereka melakukan ini pada seorang menantu kerajaan".gumam putri calista
"Baiklah....aku akan melewatinya".lanjutnya
Dengan perasaan sakit hati dan sedih perlahan putri calista menginjakkan kakinya ke bara api yang sedang menyala-menyala.saat baru menyentuhnya dia sudah merasa terbakar dikaki tapi dia berusaha menahan rasa sakitnya dan berhasil melewati bara api yang panjang lintasannya.
Saat selesai melewatinya putri calista terduduk dan kesakitan sambil memegang kedua kakinya yg terbakar.
"Kau berhasil melewatinya jadi kau sudah diterima menjadi menantu kerajaan kami sekaligus permaisuri putra mahkota,aku harap kau melaksanakan tugasmu dengan benar".tegas ratu berdine
Raja adar dan ratu berdine pun pergi.
__ADS_1
"Awwshh...sakit sekali".ringis putri calista
"Cepatlah keatas aku akan menunggumu disana.begitu saja sudah sakit".kata pangeran eadric yang tak peduli dan berjalan menaiki tangga menuju kamarnya
"Kenapa mereka bersikap seperti ini padaku.apa yang sebenarnya mereka sedang rencanakan.bahkan pangeran sama sekali tidak peduli padaku,sebenarnya apa yang terjadi,tapi aku tidak boleh lemah jika aku lemah mereka akan terus menindasku".gumam putri calista sambil menangis dan berusaha bangkit untuk menuju kamar pangeran eadric.
Susah payah putri calista berjalan dengan rasa sakit dikakinya yg terbakar ia berhasil menemukan kamar pangeran eadric dan masuk kedalamnya.
"Lama sekali,aku sudah menunggumu lama disini".kesal pangeran eadric
"Aku sudah datang apa yang harus aku lakukan".
Pangeran eadric pun berjalan mendekati putri calista.
"A...apa yang kau inginkan".ketakutan dan berjalan mundur
Pangeran eadric pun langsung menarik putri calista sehingga putri calista berada dalam dekapannya dan pangeran langsung memegang pinggang putri calista dan mendekatkan wajah pada putri calista dan mereka sangat dekat.
"Em...a..aku harus mandi".mencoba menjauhkan diri dan memberontak.
"Nanti juga kita akan bersenang-senang jadi tidak perlu mandi sekarang.sebelum kita melakukan hal yang biasa dilakukan oleh pangeran dan putri yang sudah menikah".dan pangeran eadric pun perlahan menyimpan bibirnya di bibir putri calista sebagai pemulaan.
"Tuan putri biar aku mengobati lukamu".tiba-tiba pelayan datang dan melihat kejadian itu.ia pun dengan cepat berbalik. "Ah maafkan hamba pangeran,silahkan teruskan saja!".
Pangeran eadric melepaskan putri calista.
"Kirim pakaian merah putri kekamarku, dan katakan pada mereka bahwa malam pengantinku.....".perintah pangeran eadric
"Baik pangeran...kami akan melakukannya dengan sempurna".cepat-cepat pergi
__ADS_1