
Pangeran eadric pun pergi melihat lubang besar yg dipersiapkan prajurit.
"Kau lihat kan ratu zanu,putramu sendiri menentangmu dan berpihak padaku".bicara ratu berdine setelah pangeran eadric pergi.
"Kau memang ratu yg licik,setelah menghasut raja kau menghasut putra ku dengan perkataan mu yg tidak2 terhadapku".
"Oww...benarkah,aku rasa apa yg aku lakukan pantas untukmu;sisa waktumu tinggal sebentar lagi bersiaplah mengucapkan sampai jumpa pada dunia ini".pergi
"Apa maksudnya...".heran ratu zanu
***
Lubang besar yg telah dipersiapkan sudah selesai.pangeran eadric pun memerintahkan prajurit membawa ratu zanu.
Membuka kunci sel penjara...
"Ikut kami ratu".kata 2 prajurit yg membawanya dari sebelah kanan dan kiri
"Kalian akan membawaku kemana".
"Ini perintah pangeran eadric"...
Mereka pun sudah berkumpul di tempat lubang yg dibuat untuk ratu zanu.tak lama kemudian para prajurit sampai bersama ratu zanu ketika sampai ratu zanu heran kenapa terdapat lubang besar dan semua orang berkumpul.
DIKAMAR PUTRI CALISTA~~
"Awwsh...jantungku".berusaha bangun
"Putri kau sudah bangun,sebaiknya jangan banyak bergerak".kata pelayan yg menjaga putri calista
"Apa yg terjadi padaku,kenapa jantungku terasa sakit".ucap putri calista yang pucat pasi dan lemah
"Em...tadi kau terkena panah".
Mengingat kejadian sebelumnya.
"Lalu dimana seorang ibu yg ada bersamaku".
"Dia adalah ratu zanu putri".
"Ratu zanu siapa dia"
"Dia adalah ratu pertama kami,ibu kandung pangeran eadric".
"Apa?jadi dia...ta-tapi kenapa dia dikurung seperti ini".
"Ceritanya sangat panjang putri".
"La-lalu bagiamana keadaannya sekarang".
"Sesuai informasi yg aku dapat,ratu zanu akan dikubur hidup-hidup".
"Apaa...dikubur.kenapa"
__ADS_1
"Saya tidak tau putri"
"I-ini tidak bisa dibiarkan,pasti ada kesalah pahaman.aku harus menolong ibu.aku akan kesana sekarang".bangkit walaupun dengan keadaan sakit tapi menahannya dan berlari dengan sempoyongan
"Ta-tapi putri,kau sedang sakit".mengejar putri calista
"Aku tidak peduli tentang sakitku,yg terpenting sekarang aku harus menyelamatkan nyawa seseorang".berlari dengan cepat walaupun sedang lemah dan wajah pucat.
"Putri dengarkan aku...".terus mengejar
Di tempat lubang besar...
"Apa yg ingin kalian lakukan kenapa ada lubang besar".
"Prajurit masukkan dia kelubang itu dan kubur sekarang juga".
"Baik pangeran"
"Nak apa ini,apa kau akan membunuh ibumu".
"Prajurit cepat lakukan".menghiraukan pertanyaan ibunya
Perlahan-lahan prajurit membawa ratu zanu mendekat dan bersiap memasukkannya kedalam lubang.
"Tidak lepaskan aku...aku masih ingin hidup ada sesuatu yg belum aku selesaikan disini...".
Setelah berada di depan lubang yg besar, ratu zanu bersiap untuk diterjunkan ke bawah.
"Tungguuu...".suara teriakan putri calista dengan terengah-engah
"Jangan...jangan bunuh ibu mertua ku".dengan lemas sambil memegang dadanya yg sakit.
"Apa yg kau lakukan disini".
"Pangeran....jangan bunuh ibumu.dia tidak bersalah".berbicara dengan suara yg lemas
"Kau tidak berhak menentang suamimu".sambung ratu berdine
"Aku memang bukan siapa-siapa.tapi ratu zanubiya adalah orang baik.pertama kali bertemu dengannya aku merasakan bahwa dia adalah org yg penyayang didalam dirinya memiliki sifat keibuan"
"Berani kau...".ingin menampar putri calista tapi pangeran eadric menghalanginya
"Ibu dia sedang sakit,jangan menghukum orang yang sedang sakit.aku yg akan membalasnya sendiri".kata pangeran eadric
"Prajurit jangan dengarkan perkataannya.lanjutkan saja sesuai apa yg aku perintahkan".
"Tidakkk...jangan,dia orang baik jika kalian ingin menguburnya hidup2 biarkan aku ikut bersamanya.karena aku juga yg bersalah sudah menyelamatkannya dari tahanan kalian".
"Jika kau sudah bosan hidup,maka mati saja sekarang bersama orang yg kau anggap ibu mertuamu itu".kata ratu berdine
"Aku akan ikut bersama mu ibu".
"Tidak nak jangan lakukan ini,usiamu masih muda kau masih banyak harapan untuk menggapai semua keinginanmu".
__ADS_1
"Prajurit tunggu apa lagi.terjunkan mereka berdua".kata ratu berdine
"Tungguuu..."teriak pangeran eadric
"Pangeran apa maksudmu".
"Semua ini dibatalkan biarkan mereka berdua hidup,dan aku akan melepaskan wanita pembunuh itu.semuanya bubar...".
"Apa yg kau lakukan pangeran,kau tidak bisa membiarkan wanita pembunuhmu ini berkeliaran begitu saja".
"Aku akan membalasnya dengan caraku sendiri ibu,kau tidak perlu khawatir".pergi meninggalkan semua
Dan dengan kesal juga ratu berdine pergi mengikuti pangeran eadric.
"Terima kasih nak,kau sudah menyelamatkan aku".sambil menangis
"Kau adalah ibu mertuaku,aku sudah mengetahui siapa dirimu sebenarnya ibu.tapi kenapa ibu ditahan oleh mereka"
"Ceritanya sangat panjang semua ini bermula ketika ratu berdine datang,aku tidak bisa menjelaskannya disini".
"Kalau begitu ibu ikut denganku biar ibu bisa menjelaskan semuanya dikamarku"
"Baiklah aku akan ikut bersamamu"
Mereka pun pergi dan menuju kamar ratu calista.
Setelah sampai~~
"Ibu kau adalah seorang ratu,bagaimana jika ibu membersihkan diri terlebih dahulu.
"Aku akan membersihkan diri".
"Pemandiannya ada disana".
"Tapi nak,sudah lama aku tidak pernah menginjakkan kakiku di istana ini.aku sudah terbiasa hidup seperti rakyat kerajaan".
"Ibu kau adalah seorang ratu pertama,kau berhak atas kerajaan ini.dan ratu berdine tidak pantas bersikap semena-mena.tidak akan terjadi apa-apa aku ada disini".
"Baiklah aku akan mandi dulu".
"Pergilah,aku akan menunggu ibu disini".
Ratu zanu pun pergi ke tempat pemandian
"Pelayan...ratu kalian sudah kembali,persiapkan pakaian seorang ratu kepada ratu zanu dan berikan padanya".
"Baik putri".pergi mengambil pakaian ratu zanu yg tersimpan rapi setelah sekian lamanya.
Setelah beberapa lama membersihkan diri,ratu zanu pun memakai pakaiannya dulu dengan hati yg sedih setelah itu ia dirias oleh para pelayan dan sedih kembali akan mengingat masa lalunya.setelah selesai ratu zanu keluar membuat putri calista melihatanya terpesona.
"Waw ibu,,,kau sangat cantik sekali,kau seperti masih berumur 17 tahun"
"Kau bisa saja nak,,,aku sudah menua".
__ADS_1
"Tapi aku berkata jujur ibu,tapi ya sudahlah ibu sudah berjanji kan akan menceritakan semuanya padaku tentang apa yang terjadi pada ibu".
"Iya aku akan menjelaskannya sekarang"...