
3 bulan kemudian...
Usia kehamilan ratu berdine sudah 9 bulan dan akan segera melahirkan.
Tengah malam ratu berdine meringis kesakitan diperutnya.hingga membuat semua orang terbangun terutama raja abercio.
Ketika mengetahui ratu berdine akan melahirkan,raja abercio langsung panik dan meminta pengawal memanggil tabib ditengah malam.
Pengawalpun langsung pergi memanggilkan tabib,tabib yang sedang istirahat terbangun mendengar suara pengawal kerajaan memanggilnya datang ke kerajaan karena ratu berdine akan melahirkan.
Tabib bergegas menuju istana bersama pengawal.
Sesampainya di istana baru saja datang tabib diperintahkan raja abercio untuk membantu persalinan ratu berdine.
Selang beberapa lama 30 menit kemudian bayi itu sudah lahir dan berjenis kelamin laki-laki.
Betapa senangnya raja abercio mendapatkan anak laki-laki kembali.disana ia semakin angkuh dan berkata:
"Memang benar tuhan selalu bersamaku,dia menganugrahi kerajaan ini.tidak akan membiarkan seorang anak perempuan terlahir dari kerajaan ku.aku menolak bayi perempuan".dengan ucapannya yang angkuh membuat semua orang yang mendengarnya semakin membenci raja abercio tapi mereka harus tetap bertahan.
"Sekali lagi selamat raja,saya permisi".tabib
"Pergilah.dan pengawal berikan imbalan yang begitu besar 5× lipat dari yang kemarin kepada tabib ini".
"Baik raja,mari tabib ikuti saya".
Tabib pun mengikuti pengawal untuk mengambil imbalan 5× lipatnya.
"Akhirnya putraku lahir,terima kasih".sambil mengecup kening ratu berdine
"Tidak perlu berterima kasih sudah kewajibanku memberikanmu seorang pewaris tahta,bukan seorang anak perempuan yang nantinya menikah lalu harus mengabdi menjadi pelayan di istana suaminya".jawab ratu berdine
"Nama apa yang akan kau berikan pada anakku".sambung ratu berdine
"Aku sudah menyiapkan satu nama laki-laki untuknya dari dulu,karena aku yakin keturunanku tidak ada lahir seorang perempuan".
"Semua orang akan mengenalnya dengan pangeran Alardo Achilles".sambung raja abercio memberikan nama dengan rasa bangga
__ADS_1
"Nama yang indah,dan terima kasih kau sudah memberikan margamu di belakang namanya sama seperti pangeran eadric".
"Dia adalah anakku juga,mana mungkin aku membeda-bedakannya".
Dikamar ratu zanubiya.
"Jadi ratu berdine sudah melahirkan anaknya,untung saja dia melahirkan anak laki-laki.jika perempuan ratu berdine akan diusir bersama bayi perempuannya jauh dari kerajaan ini".ucap ratu zanubiya yang masih peduli pada ratu berdine
2 pelayan yang menjaga ratu zanubiya didalam mendengar perkataan ratunya.
"kasihan ratu,walaupun ratu berdine jahat padanya dan memisahkan dia dari anaknya sendiri,tapi ratu zanu masih peduli padanya".ucap pelayan pada pelayan lain
"Kau benar sudah 1 tahun lebih dia dijauhkan dari anaknya,sampai dia tidak bisa melihat pertumbuhan pangeran eadric.ratu berdine memang sangat kejam".jawab pelayan 2
"Mauthi bilang (nama pelayan yang merawat pangera eadric).sebenarnya ratu berdine tidak pernah sama sekali merawat pangeran eadric.ratu berdine hanya pencitraan ketika raja pulang ratu berdine bersikap seolah-olah kecapean merawat pangeran".pelayan 1
"Bahkan aku pernah melihat ratu berdine hanya bersantai,pangeran menangis dia malah membentak dan menyuruh mauthi membawanya pergi".pelayan 2
Ketika pelayan itu sedang berbincang.ratu zanu tidak sama sekali mendengar pembicaraan mereka karena pelayan berbicara pelan.
"Kita harus memberitau pada raja atas kelakuan ratu berdine yang sebenarnya".kata pelayan 1
"Lalu bagaimana?aku kasihan pada ratu zanu,dia ratu yang baik.mana mungkin kita hanya memanfaatkan kebaikannya ratu zanu saja tanpa membalas kebaikannya".pelayan 1
"Apa yang bisa kita perbuat,kita hanya seorang pelayan,jadi lebih baik kita mencari aman saja".
Ratu zanu pun heran melihat para pelayannya berbincang tapi tidak dapat terdengar.
"Kalian sedang bicara apa".tanya ratu zanu
"Em...ti-tidak ratu.tidak ada".kata pelayan 2 yg terkejut
"Kalian tidak menyembunyikan sesuatu dari ku".tanya ratu zanu meyakinkan
"Tidak ada ratu,kami hanya berbincang tentang kelahiran putra ratu berdine.selain itu tidak ada".
"Lain kali kalian jangan membicarakan orang lain dari belakang".memperingatkan kedua pelayannya
__ADS_1
"Ba-baik ratu".ucapa kedua pelayannya bersamaan
Raja abercio sibuk dengan kelahiran putra keduanya.bahkan ia akan membuat acara atas kelahiran putranya dengan ratu berdine itupun atas permintaan ratu berdine yang ingin merayakan kelahiran putranya.
Raja abercio pun langsung menyetujuinya,dan acara itu akan dilakukan besok harinya.semua para pelayan pun disibukkan mempersiapkan acara perayaan.
Berbeda dengan pangeran Eadric yang tidak dilakukan perayaan kelahiran atau apapun.
Semua orang dari kerajaan ternama,kerabat-kerabat keluarga kerajaan,dan sahabat raja diundang untuk hadir ke acara kelahiran pangeran alar.
Terutama Kerajaan asmaka adalah kerajaan yang terlebih dahulu diundang oleh raja abercio,sebagai tamu kehormatan raja abercio.
~dikerajaan asmaka~
"Salam raja".kata prajurit asmaka
"Ada apa yang membuatmu datang kemari".kata raja adar yang sedang duduk di singgasana.
"Prajurit raja abercio dari kerajaan poseidon mengirimkan sebuah surat untuk anda".memberikan gulungan surat pada raja adar
Raja adar mengambil surat itu membuka dan langsung membacanya
"Baiklah,kau bisa pergi".
Prajurit pun pergi sambil membungkukkan badannya.
Selesai membaca...
"Perayaan kelahiran pangeran alardo?ini adalah undangan dari kerajaan poseidon dengan terhormat.aku harus datang".
"Ada apa raja kelihatannya kau sangat senang sekali".kata ratu tamara yang masuk ke aula singgasana bersama putri calista dan pelayannya.
"Putri ayah (menggendong putri calista dari tangan pelayan yang membawanya) bagaimana tidak senang raja abercio dari kerajaan poseidon mengundang kita dengan terhormat untuk datang ke acara perayaan atas kelahiran putra keduanya dengan ratu berdine".
"Jadi ratu berdine sudah melahirkan?.jika mereka sudah mengundang kita bagaimana kita menolaknya,kita harus datang".kata ratu tamara
"Benar kita akan datang ke acaranya esok hari,bersama putra dan putri kita".
__ADS_1
"Baiklah aku akan mempersiapkan pakaian untuk datang keacara mereka".
"Ayo putriku,ikut bersama ibu.kita akan mempersiapkan baju untukmu.kau akan datang ke acara perayaan untuk pertama kalinya".sambil mengambil putri calista dari pangkuan raja adar