
"Paman kau bilang tadi kelaparan dan haus,kebetulan sekali aku membawa makanan dan minuman.aku akan memberikan pada paman saja".
"Terima kasih-terima kasih nak,hatimu sungguh mulia sekali,aku doakan supaya kau bisa menegakkan keadilan bagi kami,sebenarnya siapa dirimu".
"Em...aku bukan siapa-siapa paman,aku hanyalah rakyat biasa (jika aku jujur bahwa aku adalah putri calista anak raja adar maka paman ini akan membenciku dan tidak mau menerima pemberianku ini)".
Setelah mendapatkan makanan dan minuman dari putri calista yang tidak mengetahui kalau dia adalah anak raja adar,paman itu langsung memakannya dengan sangat lahap.dan membuat putri calista senang melihatnya makannya yang lahap.
Pandangan pangeran eadric yang sedang melihat-lihat terahlikan dengan seorang wanita dan laki-laki paruh baya yang sedang menyantap makanan.
"Berani-beraninya mereka berdiam diri disana".dengan penuh amarah pangeran eadric menghampiri mereka berdua sambil membawa pedang
Saat sudah sampai pangeran eadric langsung menyodorkan pedangnya kearah makanan yang sedang disantap itu membuat makanannya jatuh berhamburan di tanah.dan membuat putri calista bersama paman itu terkejut.
"Dasar rakyat yang tidak tahu diri".pangeran eadric mengangkat tinggi pedangnya dan menebaskan pedangnya kearah paman paruh baya itu.
Tetapi putri calista menghadang pedang itu dengan tangannya sendiri membuat tangannya terluka dan bercucuran darah.
Disaat itu juga adalah pertama kalinya mereka saling bertemu.
Sorot mata putri calista pada pangeran eadric penuh dengan kebencian begitu juga sebaliknya.
"Atas dasar apa kau berani menyakiti rakyatku".sambil menahan rasa sakit tangannya yang bercucuran di pedang pangeran eadric
"Atas dasar perizinan,karena aku mendapat perintah dari raja kalian untuk berperilaku kejam pada rakyatnya.dan kau berani-beraninya menghadangku".melepaskan pedang dari tangan putri calista dengan paksa membuat calista kesakitan tetapi dia menahannya
"Aku berhak atas segalanya.dan kau tidak berhak sama sekali membuat rakyatku menderita.walaupun kau sudah mendapatkan izin dan perintah dari raja,bukan berarti kau berhak melakukan segalanya.ini bukan kerajaanmu".dengan tatapan mata tajam
"Memangnya kau siapa,kau hanyalah rakyat biasa dan sepantasnya kau mendapatkan hal setimpal karena sudah berani melawanku".
"Habislah dia,pangeran eadric pasti akan membunuhnya".kata salah satu warga
__ADS_1
"Aku adalah putri calista,anak raja adar".berkata dengan lantang dan membuat semua orang terkejut
"Jadi dia putri calista".kata para warga
"Iya benar sekali dia adalah putri calista,sifatnya berbeda sekali.aku kira dan warga biasa sama seperti kita".kata warga berikutnya
Semua para warga pun sibuk membicarakan putri calista yang memiliki sifat berbeda itu.dan bertanya-tanya kenapa raja adar tidak pernah membawanya keluar.
Pangeran eadric pun sama terkejutnya.
"Hah,,,jangan mengaku-ngaku kau adalah putri calista.kau memang sangat cantik,dan wanita pertama yang aku lihat dengan kecantikanmu.tapi jangan menggunakan kecantikan dan keberanianmu mengatasnamai putri calista,keturunan raja adar tidaklah seperti dirimu yang membela rakyatnya".
"Raja,bukankah itu pangeran eadric dan apa itu putri calista".kata ratu tamara
"Mana mungkin putri calista ada disini,mungkin itu warga desa yang sedang dimarahi oleh pangeran".jawab raja adar
"Tapi sebaiknya kita lihat raja".
Ketika terlihat jelas dan sampai,raja adar dan keluarga kerajaan terkejut melihat putri calista ada disini.
"Putri Calistaa".suara teriakan raja adar yang seketika mengagetkan semua orang terutama putri calista.
"Ayah...".melihat kearah ayahnya dengan penuh kebencian
"Apa yang sedang kau lakukan disini.berani-beraninya kau melanggar perintah ayah".dengan nada tinggi
Dan ditempat bazzar itu terjadi ketegangan sampai tak ada satupun yang ingin meninggalkan tempat itu semua sibuk melihat pertunjukan keluarga kerajaan.
"Owh jadi dia berkata benar bahwa dia adalah putri calista anak raja adar".gumam pangeran eadric
"Seharusnya aku yang bertanya pada ayah,kenapa ayah menindas rakyat kita,selama ini aku pikir ayah adalah seorang raja yang baik,dan mengasihani rakyatnya dan sekarang aku tau alasan ayah melarangku pergi keluar kerajaan,seorang ayah sekaligus raja yang aku puja dan aku banggaka sekarang kata-kata itu sudah hilang.kau sama saja seperti raja yang lain ayah.aku kecewa padamu".kekesalan dan kesedihan putri calista diluapkan secara terus menerus membuat raja adar tertegun.
__ADS_1
"Em...Adik sebaiknya kita pulang".ucap pangeran adrian kakak putri calista dengan menenangkannya
"Cukup kakak,kalian tidak perlu berpura-pura lagi.aku sudah mengetahui segalanya.sebagai keluarga kerajaan bahkan berstatus sebagai putri raja adar aku merasa kecewa dan malu".disaat mengatakan itu putri calista mulai mengalirkan air mata
"Dasar anak tidak tau diri".raja adar mengangkat tangannya yang ingin menampar putri calista,tapi tertahan dan tidak jadi memamparnya.
"Ada apa ayah,bukankah kau ingin menamparku,tampar aku saja,jangan berpura-pura baik dihadapanku sifatmu sudah terbongkar.bukankah ayah menggunakan tangan ayah untuk memukul orang kan sampai mereka kesakitan dan merasa sengsara.lakukanlah itu juga padaku".
"Nak,,,jangan berbicara seperti itu,dia ayahmu jangan sampai kau menyakiti perasaannya".kata ratu tamara
"Rasa sakit atas perkataan ku padanya,tidak sebanding dengan rasa sakit rakyat yang sudah disiksa karena kekejaman ayah"
"Kau lebih membela rakyat bodoh ini dibanding ayahmu sendiri".kata raja adar
"Tentu saja,kenapa aku harus membela ayah sepertimu".
"Kalau begitu tinggal-lah disini bersama rakyatmu ini dan jangan kembali ke kerajaan.mulai detik ini kau dikeluarkan dari keluarga kerajaan asmaka.pintu kerajaan asmaka akan tertutup bagimu"
"Baiklah,jika memang itu yang kau inginkan baginda raja,sebagai rakyat kerajaan asmaka aku hanya bisa menuruti perintahmu".
"Raja,apa yang telah kau katakan pada putri kita.anakku jangan dengarkan apa kata ayahmu dia sedang marah,orang marah akan mengatakan apa saja diluar nalar pikirannya,tolong dengarkan ibu minta maaflah pada ayahmu,setelah itu kita pulang biar aku membalut luka tanganmu ini nak".ratu tamara
"Perkataanku selalu benar dan dikatakan atas kesadaranku sendiri,sebaiknya kita pulang biarkan dia mengurus dirinya sendiri disini menjadi orang susah".
"Tidak apa-apa ibu,aku akan baik-baik saja disini".
"Tidak ibu tidak akan membiarkanmu disini,tempat ini kotor tidak pantas untuk seorang putri".
"Prajurit bawa ratu pulang".
"Baik Raja".memegang ratu tamara dan membawanya pergi
__ADS_1