
Setelah menunggu dua jam setengah akhir nya para dokter pun keluar dari ruang operasi.
"Gimana dok keadaan anak saya "
"Alhamdulillah, operasinya berjalan lancar "
"Tapi-"
"Tapi kenapa dok " Sela Aland
"Pasien atas Nama Nyonya Alleta berhasil menjalan kan operasi dan sudah melewati masa kritisnya, Tapii Nyonya Alleta masih Koma "
"Koma ? " lirih Sam
"Iya, Alleta koma setelah melewati massa kritisnya , Yang sabar ya Tuan " Ujar dokter
"ππͺπ¬π΄..ππͺπ¬π΄... Lett, lo kenapa bisa gini sih ππͺπ¬π΄...ππͺπ¬π΄.. " Ujar Cika Sambil menangis
"Dok apakah Anak saya bisa di pindahkan ke ruang inap "
"Ya, Alleta sudah boleh di pindahkan ke ruang inap, Baik kalo begitu kami langsung membawa Alleta ke ruangan "
.
.
"Ini semua salah aku om ππͺπ¬π΄ " Ujar Sam sambil menangis
"Ini salah aku Om, coba kalo tadi pagi aku jemput Alleta, pasti semua ini ga bakal terjadi sama Alleta "
"Ini salah aku omm " Ujar Sam frustrasi
"Samm.. Kamu jangan Salahin diri kamu sendiri nak.. Ini semua udah kehendak yang di atas ,insya allah Alleta cepet sadar "
"Kita tunggu Alleta siuman ya, "
"Yasudah Om mau ketemu Alleta dulu ya, katanya Alleta sudah di pindahkan ke ruangan "
"Iya Om nanti Samuel ke ruangan Alleta "
.
.
Sam sangat terpukul melihat keadaan Alleta yang sangat lemah.
"Sam.. " Panggil Marcel
"Lo yang sabar yaa "
"Alleta ga bakal ninggalin gue kan chel"
"Kita berdoa sama Tuhan aja, Semoga Alleta cepet sadar "
__ADS_1
"Yaudah yuk ke ruangan Alleta, lo ga mau ngeliat Alleta "
Akhirnya Sam dan Marcel pergi ke ruangan tempat Alleta koma dan di rawat .
Disana sudah ada keluarga Alleta dan Cika. Sam melihat bahwa mamahnya Alleta dari tadi ga berenti nagis melihat Alleta.
Sam mendekati kasur Alleta, Sam bener bener sangat sakit melihat kondisi badan Alleta penuh dengan infusan , selang oksigen yang terpasang di tubuh Alleta.
"Lett " Sam mencoba mendekati Alleta dan memegang tangan nya.
"Sayang kamu harus kuat yaa, kamu cepet siuman ,aku sedih ngeliat kamu Kaya gini ,maafin aku ya gara gara aku kamu jadi kaya gini, maafin aku gara gara ga bisa jemput kamu tadi pagi, coba kalo aku jemput kamu tadi pagi pasti semua ga akan terjadi sama kamu "
"Sam stop nyalahin diri lo sendiri " Ujar Aland
"Tapi kak emang ini salah aku, coba kalo aku jemput - "
"Sam lo ga boleh kaya gini, ini mungkin udah rencana tuhan Alleta harus kaya gini ,Ini mungkin cobaan buat kita "
SKIP MALEM
Sekarang sudah menunjukan Waktu 19:00 WIB. Namun Alleta tak kunjung Sadar .Samuel sejak tadi siang tidak beranjak dari tempat duduk di samping kasur Alleta, Sam tetap memegang tangan Alleta, Sam tidak ingin meninggalkan sedetik pun Alleta dari sana seolah olah takut jika Alleta pergi darinya dan ia tidak bisa melihat Alleta lagi.
Keluarga Alleta pulang sejak Magrib, dikarenakan Mamah Alleta tiba tiba keadaan nya sangat drop dan lemah. Sekarang yang di rumah Sakit hanya Samuel, Marcel, Alvaro, dan Cika.
Aland ? Aland ikut pulang bersama Papah dan Mamahnya ia juga harus menjaga mamah nya untuk sentara karena keadaan yang tiba tiba drop .
Tok.. Tok...Tok..
Ceklek..
"Gue kenyang "
"Lo dari pagi belom makan, makan dulu ini udah malem, lo dari pagi belum ada asupan Sam" Ujar Mancel mencoba membujuk Sam untuk makan
"Gue kenyang, Kasih aja ke yang lain jangan peduliin gue "
"Tapi muka lo pucet banget itu , Lo harus makan biar ada Asupan " Cika juga mencoba membujuk Sam .
" Sam lo mau mati gara gara ga makan seharian, lo jangan nyakitin diri lo sendiri, lo jangan ikut sakit, cukup Alleta aja yang sakit . Seengak nya makan lah sesuap dua suap, atau lo minum kek bibir lo pucet banget "
"Sam Lo makan ya ,Alleta sedih kali ngeliat kondisi lo yang pucet kaya gini "
Entah kenapa rasa lapar dan hausnya hilang begitu saja .Sam tidak nafsu makan sama sekali .
Akhirnya Sam makan walau hanya sesuap dua suap .
.
.
.
Tiga Hari berlalu ..
__ADS_1
Tiga hari sudah Alleta masuk rumah sakit karena kecelakaan .Sampai detik ini dokter menyatakan tidak ada tanda tanda Alleta untuk membuka kedua matanya .Keadaannya masih sama seperti pertama koma, tidak ada kemajuan .
Selama Tiga hari berturut turut Sam pulang pergi dari Rumah -Kantor -Rumah Sakit. Orang Tua Sam juga sudah tau bahwa Alleta kecelakaan karena kecelakaan yang terjadi pada Alleta sudah tersebar ke awak media, koran, dan sosmed .Orang Tua Sam juga sudah menjenguk Alleta ke rumah Sakit, Bunda Samuel sedih karena melihat Anak nya tersiksa karena Alleta tidak kunjung membuka matanya.
Β
Tangisan Mamah Alleta terdengar kembali . Tiga menit yang lalu kondisi Alleta melemah lagi. Terdengar pendeteksi jantung berbunyi, sontak membuat semuanya panik .Mereka sangat takut kehilangan Alleta terlebih keluarga Alleta dan Sam.
"Dok anak saya kenapa dok " Tanya mamah Alleta panik di sela tangis nya
"Kondisi Alleta melemah nyonya " Jawab Dokter sambil menghela nafasnya
"Dokter , Alleta ga bakal ninggalin kita kan" Tanya di sela nagis nya.
Cika tak bisa bendung air matanya .ia nagis sambil memeluk siapa aja yang ada di dekat nya, Sekarang Cika berada di dekapan Marcel
Cika sangat sakit mendengar bahwa kondisi Alleta yang melemah
"Kita berdoa aja ya dokter Cika semoga Alleta cepet sadar dan kondisi nya membaik " Ujar dokter tersebut.
"Kalau begitu saya permisi dulu " lanjut dokter itu .
"Terima Kasih dokter " Ucap Marcel dan di balas senyuman oleh dokter tersebut.
"Alleta cepet buka matanya, kamu ga kangen sama kakak, disini banyakan loh ,ada Varo ada mamah sama papah juga, ada cika, ada Sam pacar kamu, ada Marcel, ada Arno juga " ujar Aland dengan nada sedih.
"Alleta sayang kan sama mamah, kalo Alleta sayang matanya di buka dong, kamu ga cape tidur terus ? Alleta kamu anak mamah yang paling kuat, kamu buka matanya yah, mamah tau kamu kuat sayang " Ujar Mamah Alleta sambil terisak nagis.
"Lett cepet buka mata lo ,gue kangen berantem sama lo gara gara hal sepele ,Lett buka mata lo, lo adik satu satunya yang gue punya " Ujar Alvaro sambil menetes kan Air mata.
"Sayang buka mata nya yuk, tidurnya nyenyak banget, papah tau anak perempuan papah itu kuat, yuk bangun yuk " Ujar papah Alleta sambil meneteskan air mata
Semua yang berada di ruangan Alleta sedang menetes kan Air mata, bagaimana tidak sedih Alleta lagi berjuang antara hidup dan matinya di sana, mareka berharap Alleta cepat bangun..
.
.
.
" Pah Mamah kangen Alleta, selama tiga hari ini rumah sepi ,ga ada yang nanyain pagi pagi "Mah hari ini masak apa " , Ga ada yang teriak teriak " Ujar Mamah Alleta lirih.
"Stttth... Kita berdoa aja sama Allah semoga Alleta cepet sadar "
"Amiin "
.
.
"lett bangun yuk, kamu emg ga kangen aku, bangun yuk sayang " Ujar Sam
__ADS_1
Sam melihat Alleta dengan tenang, Ia melihat muka Alleta yg putih pucat, ia melihat tidak ada tanda tanda Alleta ingin membuka matanya .