CEO Kepincut Cinta Dokter Cantik

CEO Kepincut Cinta Dokter Cantik
Bab 37 - Rasa sakit


__ADS_3

Seminggu berlalu


Alleta masih belum Sadar ia masih koma keadan nya pun masih sama seperti pertama kali ia koma, tidak ada perubahan .


Sam menyenderkan bahunya ke sofa yang berada di ruangan nya . Dia lelah, pikiran nya berantakan . Jadi pemimpin di usia tergolong muda itu ga gampang .Sam sudah bertahun tahun menjadi CEO mengantikan Papah nya di perusahan ini tetapi ia tetap merasa lelah . Pikiran nya kemana mana di tambah Sam selalu khawatir dengan Alleta dan keadaan nya yang tidak ada perubahan sama sekali.


"Chel gue ke Rumah Sakit dulu "


"Alleta udah sadar "


"Belum, kondisi nya masih sama "


"Lo yang sabar ya, Yaudah sana ke Rumah Sakit, biar pekerjaan yang ini gue aja yang ngurus "


"Hmm ya "


Sam melajukan mobilnya ke Rumah Sakit dengan kecepatan sedang .


Sesampainya di Rumah Sakit ia langsung ke ruangan Alleta.


Sam menatap sendu Alleta yang terbaring lemas di kasur nya .


"Assalamualaikum sayang, kamu gimana kondisi nya "


Hening


Lagi lagi tidak ada jawaban. Sam menghela nafas "Kamu cepet sadar ya Sayang, aku kangen , ini aku bawa bunga kesukaan kamu"


Sam menaruh bunga ke sukaan Alleta di pinggir kasur Alleta


Sam mengambil kursi dan duduk di sebelah ranjang Alleta. Ia menggenggam tangan Alleta dan mengelus lembut .


"Kamu apa kabar? "


"Udah lama loh kamu enggak bangun "


"Kamu ga cape tidur terus hmm"


"Kamu ga pingin liat aku? "


"Kamu ga kangen sama aku? "


"Sayang cepet sadar ya, aku kangen banget sama kamu, aku ga bisa tanpa kamu lett aku ga bisa "


"Hati aku sakit ngeliat kamu kaya gini, aku mohon bangun lett "


𝘏𝘪𝘬𝘴...


"Udah satu minggu kamu kaya gini "


"Heyy buka dong mata nya "


"Aku tau kamu bisa "


"Aku tau kamu bisa bangun "


" Kamu kan janji selalu ada buat aku ,ga akan pernah ninggalin aku, tapi kamu bohong ,kamu ninggalin aku dengan cara kamu tidur, aku ga bisa sayang kalo ga ada kamu, aku mohon lett bukaa mata kamu " Ujar Sam dengan suara bergetar


𝘏𝘪𝘬𝘴...𝘏𝘪𝘬s... 𝘏𝘪𝘬𝘴..


"Kamu harus janji sama aku, kamu bangun lett"

__ADS_1


"Aku ga bisa tanpa kamu "


Sam mengusap Air mata nya


"Sayang kamu kuat ya aku mohon , aku tau kamu kuat, bertahan ya sayang demi keluarga kamu, demi aku "


Cup !


Sam mencium punggung tangan Alleta .


Tak lupa Sam mengambil tangan Alleta lalu memotonya dan memposting di instagram pribadi nya



Disukai oleh 𝗺𝗮𝗿𝗰𝗲𝗹𝗱𝗮𝘃𝗶𝗱𝟭𝟱_ dan 326.518 lainnya


𝘀𝗮𝗺𝘂𝗲𝗹𝗯𝗿𝗮𝘆𝗮𝗻_ Get well soon my beloved @𝗻𝗮𝘁𝗮𝘀𝗶𝗮𝗹𝗹𝗲𝘁𝗮


Komentar dinonaktifkan


.


.


.


"Eh Sam ada di sini " ujar Alvaro di ambang pintu .


"Iya Var gue kangen Alleta "


" Alleta kapan bangunnya ya ,gue kangen Alleta "


"Gue ga tau ,gue juga kangen sama Alleta, dirumah rasanya sepi banget "


"SAMUEL SADAR "


"Sekarang Alleta terbaring lemah karena siapa? karena gue Var, karena gue ga bisa jemput dia, gue cowo ga becus, gue ga bisa jaga pacar gue sendiri, ini semua gara gara gue "


" Stop Sam, lo ga boleh nyalahin diri lo sendiri, Lo jangan nyiksa diri lo, ini semua ujian buat kita semua ,gue tau rasanya orang yang lo sayang terbaring lemah sekarang, gue juga ngerasain, Alleta adik gue, Jadi stop nyalahin diri lo sendiri "


"Kita harus Sabar, Harus kuat ngejalanin semua ini "


"Sekarang lo tenangin diri lo, gue tau lo lagi banyak pikiran "


.


.


.


Setelah menemani Alleta, Akhirnya Sam kembali ke kantor karena pekerjaan yang sangat numpuk...


Ia mengambil ponsel dan membuka galerinya. Sam tersenyum saat melihat banyak foto Alleta bersamanya di galerinya . Sam menekan salah satu foto menampilkan wajah Alleta .



*Foto Alleta sesuai imajinasi kalian


Sam senyum senyum sendiri saat melihat wajah pacarnya yang sangat imut dan cantik.


Setelah puas melihat foto foto Alleta , Sam langsung mematikan ponsel nya dan lansung mengambil berkas yang harus ia kerjai..

__ADS_1


Hari sudah menjelang malam, Sam menatap meja nya yang masih di penuhi berkas berkas, kayanya hari ini ia harus lembur. Sam menghela nafas nya kasar sambil menatap berkas berkas di atas meja, Sam ingin kembali ke rumah Sakit rasanya ia kangen sekali dengan Alleta


Jam 21:09


Jam segini sam masih menatap komputer, rasanya kepala nya ingin pecah menatap berkas yang berantakan.


Karena lelah Sam merebahkan badan nya di sofa, niat nya sih ingin istirahat sebentar ternyata ia ketiduran di sofa ruang kerja


(AKA \= alias ruangan di kantor nya)


----------


Suara pendeteksi jantung terdengar nyaring di salah satu ruangan .


Suara tangisan terdengar juga di sebuah ruangan rumah sakit . Para dokter dan para perawat pun memenuhi ruangan tersebut .


"Maaf tuan kami sudah melakukan yang terbaik untuk pasien , namun tuhan berkehendak lain "


"Bohong " tangkas Alvaro cepat


"Ga mungkin, GA MUNGKIN, ADIK GUE MASIH HIDUP, LO SEMUA BOHONG KAN, LELUCON KALIAN GA LUCU ! "


Mereka menatap pasien, dan ya pasien terlihat sudah tidak bernafas dan badan nya sudah memutih pucat dan kaku.


"Bangun sayang, anak mamah kan kuat, bangun sayang mamah mohon "


"Papah mohon bangun nak, papah mau kamu bangun sayang "


"Alleta sayang kamu bangun ya, jangan kaya gini hiks.. Aku mohon bangun lett, bangun...


Jangan kaya gini, jangan tinggalin aku . " ujar Sam sambil memeluk tubuh Alleta yang baru saja menghembuskan nafas terakhir nya.


Alleta sudah pergi, Alleta Gabriel Wilson sudah menghembuskan nafas terakhirnya di rumah Sakit karena koma dan kecelakaan. Kita semua sudah kehilangan orang yang selalu teriak teriak, selalu ceria, bawel. Orang itu sudah tidak ada ,ia sudah tidak merasakn sakit apa apa lagi, ia sudah tenang di sana.


" BILANG PADA KAMI DOK, KALO ALLETA MASIH HIDUP " Ujar Aland, teriakan nya menggema di ruangan tersebut.


"Maaf tuan Aland ,nyonya Alleta tidak bisa kami selamatkan "


"ARGH Dasar Dokter ga becus, bisa kerja ga sih"


"Maaf tuan "


"Hiks... Hiks... Alleta bangun Sayang, kamu jangan tinggalin aku " Ujar Sam dengan tangisan


"Alleta bangun, bilang sama semua orang kalo ini bohong kan, Ayo lett bangun ,bangun sayang kalo semua ini ga bener "


Hiks... Hiks...


" Kamu harus bangun, kamu ga boleh tinggalin aku " ujar Sam menagis di pinggir kasur Alleta.


"KALIAN NGAPAIN NYABUT INFUSAN ADIK GUE HAH ?! ADIK GUE BELOM MATI " Ujar Alvaro menagis tersedu sedu


"Tapi tuan pasien sudah tidak ada ,kami sudah sekuat tenaga, tapi pasien sudah - "


"BERENTI, OMONGAN KALIAN BOHONG, hiks.. KALIAN GA BECUS "


"ADIK GUE BELOM MATI "


" Nak bangun, sayang heii kamu mau ninggalin kita ,mamah ga siap ke hilangan kamu Lett, hiks.. "


" Dokter tolong bantu kami, Dokter selamat kan Alleta, kami ga siap kehilangan Alleta dok, Kalian butuh berapa hah, biar saya bayar berapa pun tapi tolong selamatkan Alleta "

__ADS_1


"kami tidak bisa tuan"


__ADS_2