
.3 tahun kemudian
Detik, menit, jam, hari, minggu , bulan bahkan tahun sudah Alleta dan Samuel lewatkan bersama Devansha , tidak terasa sekarang Devan sudah berusia 3 tahun .
" Selamat pagi, anak bunaa "
" Hei Devan, bangun sayang "
Alleta memainkan tangan Devan dan mempuat sang empunya merasa terusik.
Alleta terkekeh melihat sang anak malah semakin terlelap di belakang punggung Daddy nya .
" Devan bagun yuk, jangan bobok terus, kita ganti popok dulu "
" aaa ga mau buna , Van mau bobo sama Dyddy " Devan berbicara dengan mata yang masih tertutup.
Ya semenjak Devan bisa berbicara, ia memanggil Samuel nya dengan sebutan Dyddy . Dan memanggil Alleta dengan sebutan Buna.
" Devan, kalo ga bangun sekarang ga bakal bunda kasih kamu ketemu Bee "
Masih ingat sama Bee anak nya Aland dan Bella. Devan sama Bee benar benar sangat dekat. Apalagi di tambah dua bocah anak Alvaro dan anak nya Marcel. Mereka ber empat udah kaya prangko, bener bener ga bisa di pisahin.
" Bee! " Mendengar ancaman bunda nya, Devan langsung duduk di atas kasur dengan mata yang di paksakan melotot.
Sangat mengemaskan.
" Aaaa Van mau ketemu Bee , buna " Rengek Devan
" Iya nanti ketemu sama bee, sekarang kita ganti popok dulu "
" Tapan tetemu Bee na ? " Tanya Devan dengan suara Khas anak kecil
( Kapan ketemu Bee nya )
" Hari ini "
" Asyikk tetemu tama beee " Devan loncat loncat di atas kasur, namun tidak membuat Samuel terusik dari tidur nya .
( Asyik ketemu sama Bee )
" Tanti tetemu Tian tama langga, nda bun "
( Nanti ketemu Tian sama Langga, ga bun)
" Iya ketemu sayang "
" Benelan ya bun"
" Iya baby "
" Devan ayo sikat gigi sama cuci muka dulu " Alleta langsung mengendong Devan menuju wastafel.
(╥﹏╥)
Setelah selesai mengurusi Devan, ia tinggal mengurusi Suami nya.
Alleta memulai membuka jendela kamar, dan membuat Samuel terusik karena wajah nya terkena sinar matahari.
" Sayang bangun , udah siang loh "
" Hmm , "
" Masih ngantuk sayang " Rengek Samuel dengan suara serah khas bangun tidur
" Ini udah jam 08:20 loh, kamu mau tidur sampe jam berapa " Tanya Alleta.
" Lima menit lagi deh " Ujar Samuel dengan suara berat nya .
" Ga ada lima menit lima menitan, Mas "
" Devan aja udah bangun loh ,Mas Daddy nya belum "
" Sekarang Devan mana " Tanya Samuel
" Lagi sama babysitter nya " Jawab Alleta.
" Awas ih aku mau liat Devan dulu " Alleta mencoba mengingkirkan pelulan Sam
" CK! Kamu mah " Gerutu Samuel.
" Kamu tiap malem aku peluk loh Mas " Ucap Alleta.
" ADUHH "
Alleta terjatuh ke belakang karena Samuel menarik tangan Alleta menyebabkan Alleta terjatuh tepatnya di dekapan Samuel .
" Aaa masih ngantuk sayang, nanti aja bangun nya , kan libur " Rengek Samuel
__ADS_1
" Libur juga bukan berarti males malesan ya Mas "
" Lepasin ih pelukan nya "
"Aku tinggal ke bawah dulu ya "
Saat Alleta membuka pintu kamar, ternyata di depan kamar sudah ada Devan yang berdiri sambil membawa satu buah Apple.
" Loh Devan kamu ngapain di depan pintu kamar Bunda " Tanya Alleta terkejut .
" Mau tetemu Dyddy cama buna "
" Tapi buna mau ke bawah, Devan mau ikut bunda " Tanya Alleta lembut.
" No! Devan mau cama Dyddy "
" Yaudah bunda ke bawah dulu ya "
" Devan suruh Daddy mu bangun ya " Ujar Alleta
" Ay ay Buna "
" DYDDY" Devan langsung berlari ke arah kasur dan loncat loncat di atas kasur.
" DIDDY KATA BUNA BANUN " Devan masih loncat di atas kasur sembari teriak membangunkan Daddy nya.
" DIDDY, DEVAN MAU MOBIL "
" AAA DIDDY BAGUN " Dari tadi Devan teriak namun tidak ada jawaban dari sang Daddy.
" HUAA Diddy jangan tingalin Devan, Devan janji Devan ga natal natal lagi " Devan mulai terisak
( Nakal nakal)
" HUAAA Dyddy "
Samar samar Samuel mendengar isakan Devan . Ia langsung membuka matanya, betapa terkejut nya ia melihat Devan sudah menangis memeluk dirinya.
" Eh Kamu kenapa Sayang " Panik Samuel
" HUAAA DIDDY JANGAN TINGGALIN DEVAN"
" Tinggalin kemana sayang? Orang Daddy lagi tidur dari tadi " Jawab Samuel yang masih menyesuaikan cahaya dalam kamar nya
" Loh Diddy ga jadi mati " Cengo Devan
" Devan kira tadi Dyddy mati, soalnya Devan teriak teriak Diddy ga bangun " Ujar Devan dengan polos.
Kelakuan anak gue gini baget astaga, bapak nya tidur dikira mati — Batin Samuel
" Kamu anak siapa sii " Ujar Samuel greget .
" Anak dyddy " Ujar Devan dengan Semangat .
" Devan , you call me Daddy not Diddy " Ujar Samuel kepada Devan yang asik memakan apple.
" Dyddy mau apple ? " Tanya Devan
" No"
"Devan, Daddy sedang berbicara pada mu " Ujar Samuel pelan
" No, Devan bakal panggil Daddy dengan sebutan Dyddy, not Daddy "
" Kenapa kamu manggil Daddy dengan sebutan Dyddy " Tanya Samuel
" Karena umhh " Devan tengah berpikir dengan jari telunjuk di dagu nya
" Kata buna itu sebutan sayang "
" Ya ! panggilan sayang Devan sama Dyddy " Ujar Devan ceria , membuat Samuel greget sendiri dengan sang anak.
Bibit unggul nih boss
Muachh
Muachh
Samuel menciumi pipi Devan.
" No, jangan cium cium Devan "
" Why "
" Dyddy bau, byum mandi "
" Enak aja, daddy wangi ya "
__ADS_1
Ide jahil muncul di kepala Samuel, ia merampas Apple milik Devan.
" DYDDY ITU APPLE DEVAN "
" Daddy cuma minta sedikit " Ujar Samuel santai.
" Tapi Apple Devan mau habis , pokoknya harus Dyddy gantiin sama mobil " Ujar Devan
" Ga ada hubungannya sama Mobil Devan "
" Tapi Devan mau Mobil "
" Mobil asli apa mobil mainan "
" Mainan "
" Kiraiin mobil asli "
" Tenapa Daddy nda mampu beli mobil asli "
WHATT!!
" Mampu lah, liat di garasi kita ada 20 lebih mobil Daddy , masa orang kaya Daddy ga mampu beli mobil "
" Pabrik mobil nya aja bisa Daddy beli "
" Yaudah nanti beliin Devan Mobil "
" Mau berapa "
" Lima " Ujar Devan sambil menunjukan kedua tangan nya .
" Itu sepuluh, kalo lima tangan nya yang dia angkat satu aja, Devan sayang "
(╥﹏╥)
" Mas " Panggil Alleta
" Hm, kenapa " Samuel menoleh ke arah istrinya yang sedang membuka Majalah model.
" Nanti aku titip Devan ya " Ujar Alleta ragu ragu
" Kamu mau kemana emang nya ,hm " Samuel jalan ke arah Alleta
" Aku mau jalan jalan " Cicit Alleta.
" Sama siapa"
" Ada cowok nya ga "
Samuel bertanya secara ber urutan
CK ! Posesive
" Cewek semua sayang "
" Aku perginya sama Cika, Kak bella sama Kiran doang kok " Ujar Alleta sambil memeluk tubuh Samuel.
" Aku ga boleh ikut " Tanya Samuel.
" GA ! Ini tuh acara ciwi ciwi "
" Kamu mau kan Jagain Devan "
" Cuma Satu hari doang kok, Mas "
Samuel masih belum menjawab, ia membayangkan isi rumah nya yang berantakan akibat ulah Devan sangat membuatnya pusing, apalagi Devan super aktif .
" Ya gapapa si kalo ga mau "
"Tapi angsuran nanti malam jumat di tunda ya , Mas "
" Ga ada jatah satu minggu kedepan "
" Ja-jangan dong ! " Sontak Samuel berucap ngegas
" Kok kamu ngegas " Alleta menyaut dengan nyolot
" Ya kamu main nya ancem anceman " Cemberut Samuel.
" Jadi mau ya jagain Devan "
" Iya Sayang, gapapa kok " Ujar Samuel
" Tapi nanti malem aku minta jatah aku ya "
" Hilih Dasar Mesum " Cibir Alleta
Jatah Makan Guyss
__ADS_1
Jatah buat Memakan Alleta, AHAHAHAA