
" Ngelamun aja mbak " Ujar Marcel yang sudah keluar dari toilet.
" Ngagetin aja lo bambang "
" Yuk katanya mau pulang "
"Eh lo mau es krim ga gue beliin " Tawar Marcel
" Ga gue ga mood " Jawab Cika singkat.
" Yakin.. Es krim rasa cookies and cream enak loh dimakan siang siang " Goda Marcel.
" Ga mau Chel, kapan kapan aja "
" Chel gue mau tanya boleh " Ujar Cika
" Mau nanya apa " Marcel menatap Cika sambil memain kan tangan Cika.
" Eh ga jadi deh, gue lupa mau nanya apa" Ujar Cika mencari alasan, sebenarnya ia ingin menanyakan siapa itu Mei, tapi takut si kira ia kepo.
" Dih ga jelas lo cik " Ucap Marcel yang masih melanjutkan kegiatan nya memainkan jari jari lentik milik Cika , di mulai dari menggit jari Cika dan lain sebagai nya.
[ Bodo amat deh mau chattingan kek, mau ketemuan sama si bulan mei itu gue ga peduli, bukan urusan gue juga, Eh tapi kalo si Mei selingkuhan ini bocah gimana, Wah ga bisa dibiarin, Awas aja lo kalo beneran gue jambak rambut lo sampe botak ] - Ujar Cika membatin.
⛓️🖤⛓️
Samuel dan Alleta sedang berada di taman belakang nya menikmati angin malam yang sejuk .
" Ini Tuan , Nyonya, minumnya silakan diminum " ucap sang pelayan itu.
para pelayan di rumah Samuel sudah dipekerjakan.
"Hm " Samuel hanya berdehem singkat.
"Makasih ya" ucap Alleta.
" Kalau begitu saya permisi masuk dulu ya Tuan , Nyonya " Ucap sang pelayan tersebut.
" Sayang kamu geseran dikit " Ujar Samuel.
" Emang kenapa " Tanya Alleta penasaran.
" Aku mau vape, hehe. Kamu agak jauhan dikit biar asep nya ga kamu hirup, ga baik " Jawab Samuel
" Vape aja tross. Udah tau ga baik buat kesehatan masih aja ngevape " Gerutu Alleta sambil agak menjauh dari Samuel
" Aku vape sesekali doang sayang, ga sering sering kok "
" Sama aja "
" Sayang jangan terlalu jauh ih " Ucap Samuel.
" Katanya tadi suruh jauhan gimana sih " Omel Alleta.
" Ya ga sejauh itu juga bby. Sini agak deketan" Ucap Samuel sesekali menghirup vape nya .
" Ga mau , kamu masih vape mas "
" Yaudah aku ga vape lagi , sini deketan sama aku " ujar Samuel sambil menepuk-nepuk pinggir kursinya yang kosong .
Dengan patuh Alleta berjalan mendekati Samuel dan duduk di di pinggir Samuel.
" Sayang aku ke dinginan " Ucap Samuel
" Yuk kita masuk ke dalam " Ajak Alleta.
"Tapi aku masih mau di sini bby" Rengek Samuel
" Tadi katanya kedinginan " ujar Alleta
" Pelukin aja nanti dingin nya ilang kok " Ujar Samuel. Alleta menghembuskan nafasnya gusar , lalu ia memeluk Samuel erat .
" Peluk nya yang kenceng lagi " Ujar Samuel yang bersandar di dada Alleta .
" Dasar manja " Cibir Alleta .
" I love you too bby " suara Samuel agak sedikit meredam karena ia menenggelamkan kepalanya di dada Alleta.
" Ngeselin dasar "
" Sayang elus elus kepala aku "
" Gamau ih, kamu mah banyak mau nya " Gerutu Alleta
Sepertinya Alleta tertekan
__ADS_1
" Sayang " Rengek Samuel seperti anak kecil
Alleta menuruti kemauan Samuel Ia pun mulai mengelus-ngelus rambut Samuel dengan halus .
" Sayang cium aku dong " Ucap Samuel.
" Gamau " tolak Alleta mentah-mentah
" CK ! kamu mah banyak nggak maunya " ujar Samuel kesal sambil melepas pelukannya dari Alleta. Samuel memunggungi Alleta
Tuhkan bayi besar ngambek.
Alleta menghembuskan nafasnya kasar . Ia lupa suaminya ini sangat manja padanya dasar bayi gede manja yang suka susu🍼
Susu apa tuh.. 😭🙏
" Mau aku cium ga " tanya Alleta sambil menatap suaminya yang masih memunggungi nya.
" Beneran nih, padahal aku mau cium banyak banyak loh " Goda Alleta agar suaminya tidak ngambek lagi.
" Yakin nih ga mau peluk sama cium , Yaudah nanti malam gak ada acara minum susu sebelum tidur ,bye! " ancam Alleta.
Samuel berbalik menatap Aletta dengan mata yang berkaca-kaca lalu berhambur ke pelukan Aletta .
" Cium yang banyak " Pinta Samuel pada Alleta .
Cup!
Cup!
Cup!
Cup!
Cup!
Samuel terkekeh geli.
" Bby mas mau susu "
Alleta tertawa gemas dengan tingkah laku suaminya ini.
" Yuk masuk ke dalen, masa mau mimik di sini " Ujar Alleta.
" Mas turunin aku " Alleta mencoba berontak tapi tenaganya tidak kuat karena tenaga Samuel lebih besar daripada tenaganya.
" Diem sayang " Ucap Samuel yang merubah suara nya menjadi deep voice.
Semua langsung membawa Alleta ke kamar mereka yang ada di lantai atas.
Hayo mau ngapain itu, entah lah saya pun tak tau 🤐🙏😭
⛓️🖤⛓️
" Mas bangun yuk " ajak Alleta yang melihat suaminya masih tertidur lelap di sampingnya.
" Masih ngantuk sayang" ujar Samuel dengan suara khas bangun tidurnya. Samuel memposisikan kepalanya di dada Aletta dan hidungnya menggesek gesek pelan di dada Alleta .
Aleta mengelus rahang kokoh milik suaminya " Ayo bangun katanya hari ini udah mulai kerja "
" Morning kiss dulu " Pinta Samuel.
Cup!
Cup!
Cup!
" Boleh ya aku hari ini nggak jadi kerja " Tanya Samuel dengan mata yang masih terpejam
" Kenapa kok nggak jadi kerja" Tanya Alleta balik.
" Aku rasanya pengen dirumah aja deh manja manjaan sama kamu" jawab Samuel enteng
" Enggak hari ini kamu harus kerja ! Udah seminggu loh dari acara pernikahan kita kamu nggak kerja , kasihan tau Marcel perkerjaan kamu dia yang tangani semua " Jawab Alleta.
" CK! , Gamau " Jawab Samuel kekeh.
Karena kesal Alleta menarik rambut Samuel agak kencang .
" Aws sakit sayang " Ringis Samuel
" Ayo cepat bangun terus kamu mandi siap siap "
" Mandiin ya " Pinta Samuel
__ADS_1
" Ga ! Mandi sendiri, udah tua juga masih aja manja " Omel Alleta.
" Iya iya mandi sendiri " Ujar Samuel lemas.
• 20 menit kemudian.
Kini Alleta lagi membereskan tempat tidur mereka, Alleta juga sudah menyiapkan baju untuk Samuel berangkat ke kantor . Untuk masalah sarapan ia sudah minta kepada para pelayan untuk memasak makanan untuk mereka sarapan karena Samuel sudah terlambat ke kantor dan Alleta tidak sempat masak untuk sarapan.
" Sayang kaos kaki aku dimana " teriak Samuel dari arah walk in closet .
" Ada di bawah dekat jam tangan kamu" Jawab Alleta tak kalah keras.
" Ga ada aku udah nyari"
Alleta menghembuskan nafasnya padahal Ia menaruh kaos kaki Samuel di dekat jam tangannya tidak mungkin kaos kaki itu tiba-tiba jalan sendiri. Dengan cepat Alleta melangkah ke walk in closet menghampiri Samuel .
" Ini apa ,HAH ! " Alleta menjunjung tinggi kaos kaki yang Samuel cari tinggi tinggi.
" Tadi aku cari nggak ada lho kaos kakinya" jawab Samuel
" Makanya nyari barang itu pakai mata jangan pakai mulut ngomel ngomel lagi " cerocos Alleta .
"Sayang pakain aku dasi dong "pinta Samuel.
" Pasang sendiri lah bisa kan" Jawab Alleta
" Nggak bisa Sayang"
" Loh sebelum nikah sama aku , kamu yang pasangin dasi siapa " Alleta menatap Samuel intens.
" Pasang sendiri lah" jawab Samuel polos
" Itu bisa pasang sendiri" Ujar Alleta
" Semenjak nikah sama kamu aku tiba-tiba nggak bisa pasang dasi Sayang makanya pakai in" jawab Samuel mencari alasan
" Alasan "
⛓️🖤⛓️
Kini Marcel sudah berada di Rumah Sakit Radika ia kesini ingin menjemput Cika mengajak nya untuk makan siang bersama.
" Cie pasangan baru nempel mulu kaya lem " Goda Arno.
" Iri? Bilang boss" Jawab Marcel
" Lu ga istirahat No " Tanya Cika.
" Enggak, gue ada pasien darurat, Gue ke ruangan oprasi dulu ya, baik baik ngedate nya lo berdua " Ucap Arno.
" Semangat Arno oprasi nya " Ujar Cika memberi semangat pada Arno.
" Yang.. Aku cemburu loh " rengek Marcel.
" Yang, Yang pala lu peang, jijik gue di panggil begitu " ucap Chika bergidik ngeri
''Dih lo mah nggak ada romantis romantisnya" gerutu Marcel .
Memang akhir akhir ini Marcel dan Chika selalu dekat dan selalu bersama ,saat momen itu Marcel memberanikan diri untuk menembak cika. Dan Chika menerima cinta Marcel dan akhirnya mereka bersama sampai saat ini .
Kring... Kring...
"Sebentar aku angkat telepon dulu" Ujar Marcel berjalan agak sedikit jauh dari Cika.
" Hallo "
"....."
" Jadi lah, nanti sore gue jemput Mei "
"...."
" Sayang lah gila! Sayang banget gue sama Mei, nanti gue sore ke sana "
"...."
" mei nya jangan diambil dulu , Gue sayang banget sama Mei tunggu gue sore ,gue bakal jemput dia "
Deg
Dada Cika tiba-tiba sesak mendengar tuturan Marcel seperti itu.
"Jadi dia beneran punya selingkuhan ?" Batin cika bertanya tanya.
Tak terasa air mata Chika menetes begitu saja di pipi chuby nya. Hatinya hancur berkeping keping
__ADS_1