
Pintu Ruangan Alleta terbuka secara kasar. Cika Marcel dan Arno mendorong pintu ruangan Alleta secara kasar.
Nafas Cika tersengal sengal, mata cika berurai air mata.
Cika menatap ke arah Alleta dengan mata yang basah dengan air mata. Cika langsung lari ke arah kasur Alleta .
"Alleta bangun lett, lett bangun hiks.. Lo jangan tinggalin kita ,lo inget kan kita mau liburan bareng kalo udah cuti kerja, lo bilang kan ke gue lo mau gue traktir shoping, ayo lett gue turutin hiks.. Lo bangun lett. Bangun Alleta bangun!! Lo ga boleh tinggalin gue lett hiks, lo ga boleh kaya gini " Cika mencoba menggoyangkan tubuh Alleta .
"Lett bangun lett, jangan tinggalin gue hiks "
"Gue mohon bangun Alleta, gue mohon "
Cika menagis dalam dekapan Marcel, Cika menagis ga karuan saat melihat sahabat se perjuangan nya meninggalkan dirinya untuk selama lamanya
"Bang Varo, bilang sama gue Alleta masih hidup kan " Cika manatap Alvato penuh keyakinan . Alvaro hanya mengeleng pelan
"Kak aland, Kak bilang ke gue Alleta masih hidup kan kak " Ujar Arno
"Enggak no " lirih Aland
"Bohong, Gue ga siap kehilangan Alleta kak"
"Dokter selamatin sahabat saya dok hiks.. Saya mohon "
"Maaf dokter Cika kami ga bisa berbuat apa apa lagi,ini semua udah jalan tuhan "
"Lett bangun lett,"
"Alleta bangun nak, anak papah sama mamah cuma ada tiga ga boleh kurang "
"Sayang nak, bangun... "
Papah Alleta terduduk lemas air matanya turun begitu saja , ia sangat sedih, benar benar sedih, putri yang dulu ia rawat, selalu menyambut hangat kedatangan nya saat ia pulang dari kantor, tapi sekarang putrinya meninggal kan nya duluan. meninggalkan nya untuk selama lamanya.
"Papah minta maaf ya Alleta, papah belum bisa bikin kamu bener bener bahagia, papah belum bisa jadi yang terbaik buat kamu , papah belum bisa nurutin apa yang kamu mau, lett papah minta maaf ya buat apa papah lakuin selama ini "
Suara tangisan kesedihan terdengar memenuhi ruangan Alleta .isak tangis benar benar memenuhi ruangan di sana ,semua orang yang berada di ruangan Alleta menagis.
__ADS_1
Sam merasa dunia nya hancur ketika Alleta meninggalkan dirinya. Sam kehilangan orang yang selalu menyemangati nya saat ia lelah, mulai hari ini tidak ada lagi orang yang bawel akan kesehatan Sam.
"Ya tuhan semoga ini hanya mimpi " Ujar Sam dalam hati, sebab Sam tak akan bisa hidup tanpa Alleta di sisinya
"Alleta bangun sayang , kamu jahat kamu bilang kamu ga akan ninggalin aku, ternyata kamu malah ninggalin aku selama lama nya "
.
.
ππͺπ¬π΄
ππͺπ¬π΄....
"KALIAN NGAPAIN NUTUP MUKA ALLETA HAH ?! SAHABAT GUE MASIH IDUP ππͺπ¬π΄..DIA GA MATI " jerit cika saat melihat suster menutup muka Alleta dengan kain .
"Udah cik, ikhlasin Alleta ya " Ujar Marcel
"Enggak chel, Alleta masih hidup kan, ga mungkin Alleta meninggal ! "
"Sttth kamu iklasin ya, biar Alleta tenang, coba dalam diri kamu ,coba iklasin Alleta "
π»π»π»π»
Banyak orang dan sanak keluarga yang menghadiri pemakaman Alleta . Ia tak kuat melihat orang yang ia cintai di makamkan hari ini.
Sam menatap sendu makam Alleta ,Sam masih tak percaya bahwa Alleta pergi meninggalkan dirinya untuk selama lamanya. Sam berharap ini hanya mimpi buruk baginya .
Tangis pilu masih terdengar di sana. Setelah pemakaman selesai, Cika dan Aland menabur bunga di atas makam Alleta.
"Hiks.. Hiks.. Lett ken-kenapa lo ninggalin kita hiks.. Hiks " Ujar Cika sambil nangis sesegukan .
"Udah cik kita ikhlas'in Alleta ya "
"Alleta nak, kamu yang tenang ya di sana, di sini mamah selalu doa in yang terbaik buat kamu hiks. "
"Alleta sayang ,aku cuman mau bilang terima kasih selama ini kamu udah ada buat aku , kamu cuma ada di hati aku kapan pun, yang tenang di sana ya sayang ,Aku pasti selalu ke sini " Ujar Sam sambil mengusap batu nisan Alleta
__ADS_1
"Ayo mah kita pulang "
"Enggak ! Mamah mau di sini nemenin Alleta"
"Tapi ini mau hujan, ayo, nanti kita ke sini lagi jenguk Alleta "
"Ayo sayang kita pulang "
Sam menatap kepergian mamah dan papah Alleta .Di makam Alleta sekarang cuma ada Aland, Alvaro, Cika, Samuel, Marcel dan Arno.
"Udah sam, lo harus ikhlasin kepergian Alleta"
"Dek lo gimana di sana ?Udah ga ngerasain sakit lagi kan? Lo yang tenang ya, Abang pasti selalu doain Alleta, Abang pasti kangen banget Sama Alleta, Alleta cuma adik abang satu satunya. Alleta denger ya , Bang Varo sayang banget sama Alleta. Alleta sayang bang varo juga kan, tapi kenapa Alleta tinggalin bang varo hah? Hiks.. Hiks.. "
"Udah var, jangan nagis lagi, kasian Alleta kalo ngeliat kita kaya gini " ujar Aland menatap Alvaro
"Dek ini kak Aland, Kamu seneng kan di sana, kamu udah ga ngerasain sakit lagi, disini kak aland selalu doa in kamu"
"Lett ini gue Arno, lo yang tenang ya lett , Makasih udah mau jadi sahabat gila gue, makasih lo udah hibur gue saat gue lagi ngerasa di titik terendah ,Makasi ya lett, Lo orang paling ter the best yang gue kenal "
"Alleta gue Cika, Sahabat lo, Kenapa lo ninggalin gue se cepat ini lett, kenapa, Lo yang tenang di sana ya lett, lo akan selalu jadi sahabat gue, selamanya "
"Alleta ini aku Sam, makasih kamu udah datang di hidup aku, Aku ngerasa aku orang yang paling beruntung bisa kenal sama kamu, makasih ya sayang , Makasih kamu juga udah bikin aku bahagia dengan cara kamu, Aku sayang kamu Alleta Gabriel Wilson"
"Ini aku bawain bunga ke sukaan kamu "
"Udah yuk pulang, udah mau hujan "
"Aku pergi dulu ya Sayang, nanti aku ke sini lagi "
Baru beberapa langkah meninggalkan makam Alleta, Terasa angin mengehembus kencang seakan akan membawa Alleta pergi.
Tenang di sana ya lett - Batin Sam saat membalikan badan ke belakang dan menatap makam Alleta.
"Yok Sam, kita coba iklasin Alleta bareng bareng " Ujar Marcel.
π»π»π»π»
__ADS_1
Author : INI BELOM ENDING YA TEMAN TEMAN. MASIH ADA KELANJUTAN LAGI. DI TUNGGU YA