CEO Kepincut Cinta Dokter Cantik

CEO Kepincut Cinta Dokter Cantik
Bab 73 - Devansha Cerano Alvery


__ADS_3

Enam bulan kemudian..


Enam bulan sudah usia Devansha . Banyak hal selama enam bulan ini , seperti Devan tumbuh menjadi baby yang tampan dan sangat mengemaskan pipi nya yang gembul, makin besar wajah Devan semakin mirip dengan wajah Samuel


Cika sekarang tengah mengandung anak dari Marcel suaminya, Usia kandungan Cika baru 3 bulan.


Alvaro dan Kiran mereka sudah menjalankan pernikahan , mereka sudah bersanding dengan status suami istri .


Rumah tangga Aland dan Bella sama seperti rumah tangga pada umumnya. Queenbee sekarang usianya mau menginjak 11 bulan . Queen bee tumbuh menjadi baby yang sangat cantik , dengan bulu mata yang lentik sama seperti bella , serta lesung pipi di kedua pipi queenbee sama seperti Aland.


⛓️🖤⛓️


Cup!


Cup!


Cup!


Samuel mengucupi beberapa bagian wajah Alleta. Samuel dan Alleta dari tadi tengah bercanda tawa sambil menikmati film. Samuel happy sekali karena Devan tengah tertidur jadi ia ada waktu berduaan dengan Alleta .


" Cantik " puji Samuel sambil membenarkan anak rambut Alleta .


" Aku happy banget deh , kita ada waktu berdua ga ada ganguan Devan "


" Biasanya kamu sama Devan terus, aku di cuekin " Ujar Samuel memajukan bibir nya.


Cup


Alleta mengecup tepat di bibir samuel, ia sangat gemas dengan kelakuan Suaminya ini.


" Sama anak kok cemburu " Cibir Alleta


Samuel menaruh kepala nya di paha Alleta dan menjadikan nya bantalan. Samuel menduselkan kepala nya ke perut rata Alleta.


" Geli Mas ! " Alleta terkekeh kecil merasakan sensasi geli mengelitik


" Sayang kita bikin adik buat Devan yuk "


Plak


Alleta memulul pelan mulut Samuel.


" Ga ya ! Aku belum siap punya anak lagi , ngurus devan juga aku kewalahan " Ujar Alleta


" Kan ada babysitter nya Devan sayang " Ujar Samuel memeluk pinggang Alleta


" Walau ada babysitter juga aku tetep aja cape, aku harus hamil 9 bulan terus ngelahirin , emang ga sakit hah ngelahirin, lagian Devan juga masih kecil " Ujar Alleta mengomel.


" Kamu cantik kalo lagi ngomel "


" Terus kanapan bikin adik buat Devan " Tanya Samuel.


" Nanti aja pas umur Devan udah 7 tahun "


" WHAT!! " Pekik Samuel


" Why " Kening Alleta mengerut

__ADS_1


" Kelamaan sayang " Rengek Samuel


" Enggak umur segitu pas punya adik " Ucap Alleta


" Nanti jarak nya jauh loh Devan sama adik nya " Ujar Samuel menakut nakuti.


" Gapapa lah , biar ga tengkar sama adik nya, lagian nanti Devan udah ngerti jagain adik yang bener "


" Ck, kamu mah "


" Umur Devan dua tahun ajaa~ ''


" Kecepetan "


" Yaudah tiga tahun deh, deal ga "


" Yaudah deh deal "


" Segimana nanti aja deh " Gumam Alleta


" Ndaaa "


Rengekan kecil terdengar di telinga Alleta . Devan kayanya terbangun karena haus dan tidak mendapatkan Alleta di sisisnya.


" Mas bangun dulu, Devan kayanya nagis deh" Ujar Alleta sambil mengelus kepala Samuel


" Ck! baru juga berduaan " Rengek Samuel


" Nanti juga Devan tidur lagi byy "


" Devan haus sayang, dia butuh asupan nutrisi "


" Alah, kamu udah tua ya "


Alleta mengingkirkan kepala Samuel ,lalu beranjak dari sofa menuju kamar mereka, Samuel pun mengikuti Alleta dari belakang .


" Ululu, Devan anak bunda haus ya , iya? Kasian banget kamu cayang " Alleta membuka kancing baju nya lalu mencuimi kening Devan.


" Devan jangan banyak banyak nen nya, daddy juga mau " Tangan Samuel menoel noel pipi gembul Devan.


" Diem! Jangan di ganguin ih nanti nagis " Alleta sedikit menegur Samuel, biasanya kalo daddy nya jail si Devan bakalan nagis.


"Kamu haus banget yaa, nanti daddy ga kebagian asupan nutrisi dari bunda kamu dong, jangan di habisin ya, sisain buat daddy"


Setelah merasa kenyang Devan berhenti menyusu, ia lebih tertarik mengangu daddy nya yang lagi tiduran di samping Devan .


Alleta mengancingi baju nya lalu mengelap bibir dan pipi Devan yang terkena air susu


" Aduh ! Devan sakit dong sayang ! Rambut daddy jangan di tarik " Samuel memekik ke sakitan dan mencoba melepaskan cekalan tangan Devan dari rambut nya


" Devan sama Daddy dulu ya, bunda mau turun ke bawah dulu "


" Mas ,tolong jagain Devan dulu ya, aku mau ke bawah " Ujar Alleta


" Oke. Tapi mau ngapin ke bawah "


" Mau masak, aku pengen buat ayam geprek deh " Ujar Alleta sambil memperlihatkan gambar ayam geprek.

__ADS_1


" Kamu ngidam, sayang "


" Yey Devan punya adik baruu " Ujar Samuel


" Gila! " Alleta lebih memilih langsung ke dapur dan memasak ayam geprek .


" AWAS DEVAN NYA JANGAN SAMPE NAGIS" Teriak Alleta sambil menunggu lift yang ada di dalam rumah mereka.


" OKE BY "


" Devan mau apa sayang "


" Jangan tarik rambut daddy lagi ya, sakit tau"


Devan tertawa kesenengan melihat daddy nya kesakitan.


Wah psikopett


" Kita main aja yuk " Ajak Samuel lalu menumpahkan isi mainan Devan ke lantai.


Devan tersenyum senang melihat di sekitarnya banyak mainan . Ia duduk di samping Samuel lalu memainkan mainan kesayangan nya .


" Eh eh Devan mainan nya jangan di masukin ke mulut dong, ini bukan makanan sayang " Samuel panik saat Devan memasukan Robot ke dalam mulut nya.


" Wowo owo owow " Devan mengoceh tidak jelass


Samuel mengawasi Devan dengan tiduran di Sofa, ia masih bisa melihat aktivitas Devan saat main karena sofa nya masih di dalam kamar mereka.


Baru saja Samuel ingin memejamkan mata


Pletakk


Devan melemparnya dengan mainan nya.


" ADUH ! Devan kok Daddy di pukul sih " Pekik Samuel kesakitan, ia memegangi kepala nya yang terasa sakit. Devan memukul nya cukuo kencang, pake tanaga dalam kali yaa


Nyut nyutan guys benjol kaga yaaa


Sedangkan Devan hanya tersenyum bahagia


Karena gemas Samuel mengigit pipi Devan sedikit kencang dan menimbulkan warna merah di pipi devan


" HUAAAA NDAAA!! AAA NDAAA "


Tangis Devan pecah begitu saja


Samuel yakin Kalo Alleta denger pasti ia akan di marahi 7 hari 7 malam . Samuel panik ia takut di marahi sang istri


" Cup cup Daddy minta maaf ya, mana yang sakit " Samuel panik, ia mengusap pipi Devan.


" NDAAA HUAAA " Devan masih menagis


" SAMUEL ANAK NYA JANGAN DI BIKIN NAGIS DONG!!! "


TUH KAN !


" ASTAGA INI KAMAR KENAPA BISA JADI KAPAL PECAH BEGINI !! " Alleta terik kaget

__ADS_1


" Baru di tinggal sebentar loh padahal " Gumam Alleta .


Devan yang tadinya duduk merangkak ke arah Alleta minta di gendong.


__ADS_2