
setelah acara makan-makan selesai, Nando dan orangtuanya berpamitan terlebih dahulu .. sedangkan Arya dan ibunya, bersama dengan ana, nita, Oma serta om Hans, pulang ke rumah ana ..
sesampainya mereka di ruang keluarga, ibunya Arya langsung mengeluarkan sebuah kotak perhiasan berisi cincin berlian mewah namun terlihat sangat elegan ..
ana dan Nita yg baru saja kembali dari dapur dengan membawa beberapa camilan dan minuman pun langsung duduk saat mereka rasa suasana di ruangan ini terasa sangat berbeda ..
"sayang, hari ini, mami datang kesini, berniat untuk melamar kamu untuk Arya .."
ana yg mendengar penuturan dari ibunya Arya pun hanya bisa mengedipkan beberapa kali matanya tanpa suara sedikit pun ..
"mami tau, mungkin ini terlalu mendadak buat kamu, tapi mami yakin, kamu pasti tau kan kenapa mami melakukan ini .. mami tau seberapa jauh kedekatan kamu dengan Arya selama ini, meskipun kamu dan Arya baru saja meresmikannya, tapi mami tau, kamu dan Arya sudah saling menyayangi sejak lama .."
ana pun hanya bisa terdiam dan sesekali menatap Arya yg duduk santai dengan sedikit senyum di bibirnya ..
"kamu mau kan menerima lamaran ini ?"
tanya ibunya Arya pada ayu dan menggenggam tangannya lembut .. ayu melihat orang-orang yg ada disana satu persatu, sampai matanya tertuju pada nenek nya .. seakan tau arti tatapan itu, nenek ana hanya mengangguk halus tanda mengiyakan dan menyetujui lamaran Arya ..
ana pun menarik nafas dalam dan menghembuskan ya pelan ..
"iya, ana terima Tante .."
jawab ana dengan membalas genggaman tangan ibunya Arya ..
Arya pun tersenyum lebar menatap ana dan ibu nya yg sekarang sedang berpelukkan ..
"ayo pasangkan cincin nya ya .."
perintah ibunya .. Arya dan ana pun langsung berdiri, arya juga langsung menyematkan cincin itu di jari manas tangan kirinya ana ..
"terimakasih.."
ujar Arya kemudian memeluk ana ..
~
Sabtu sore, Arya datang ke kediaman ana ..
"mau ngapain Lo kesini ?"
tanya Nita ketus ..
"mau ngajakin malam mingguan tunangan gue lah .. emang nya Lo, nggak ada yg ngapelin .."
jawab Arya .. belum sempat Nita menjawab ..
"kata siapa ?"
suara seorang laki-laki dari belakang Arya ..
"ck" Arya hanya berdecak saja kemudian masuk meninggalkan 2 sejoli ini di ruang tamu ..
__ADS_1
"apa ?"
tanya Nita pada Nando yg sedari tadi menatapnya penuh cinta .. Nita yg mendapat tatapan seperti itu pun hendak melangkahkan kakinya menuju dapur, namun langkah nya terhenti saat tangan nya di pegang oleh Nando, dan dengan cepat tubuh nya kembali terduduk di sofa panjang di samping Nando ..
Nando dengan cepat memeluk tubuh kekasih nya itu ..
"kenapa ? ada apa ?"
tanya Nita karena merasa aneh dengan tingkah Nando saat ini ..
"tidak ada, aku hanya ingin memeluk mu saja, selama kita kenal dan setelah kita pacaran, kita tidak pernah bersentuhan bahkan berpelukan sekalipun .. jadi, bolehkan kalo aku memeluk kamu ?"
ujar Nando panjang lebar ..
"kenapa kamu meminta ijin ku, bahkan kamu sudah memelukku.."
jawab Nita dan hanya mendapat senyuman kecil dari Nando ..
"Lo kalo mau mesra-mesraan jangan disini .."
teriak seseorang dari lantai atas ..
Nando pun melepas pelukan nya dari Nita ..
"berisik Lo..."
timpal Nando pada Arya ..
"terserah gue, kamar kamar tunangan gue, Napa Lo yg ribet .."
Jawab Arya kemudian masuk ke dalam kamar ana ..
"emang mereka udah tunangan ?"
tanya Nando penasaran, sambil mengarahkan kepala Nita untuk bersandar di dada nya dan membelai rambut kekasih nya tersebut ..
"iya, waktu pulang ke rumah setelah wisuda waktu itu, Arya dan ibunya langsung ke rumah, melamar ana .."
jawab Nita dengan lembut ..
"mau aku lamar juga ?"
tanya Nando yg sontak membuat Nita langsung melihat Nando ..
"jangan ngaco deh .."
jawab Nita kemudian kembali ke posisi nya semula, bersandar di dada Nando ..
Nita dapat mendengar detak jantung Nando yg sedikit lebih kencang dari sebelumnya ..
"apa dia sungguh-sungguh dengan perkataannya ??"
__ADS_1
gumam Nita dalam hati nya ..
di dalam kamar, Arya yg melihat ana sedang mengikat rambut nya pun di buat gemas dengan pemandangan leher jenjang kekasihnya tersebut ..
perlahan Arya mendekat dan kemudian melepas ikat rambut milik kekasih nya tersebut ..
"kenapa di lepas ?"
tajuk ana pada Arya ..
"aku tidak ingin menodai mu, karena kau sungguh menggoda.."
jawab Arya berbisik di telinga kanan ana yg sedang menatap cermin di meja rias nya ..
ana menatap lurus ke cermin, melihat pantulan Arya disana kemudian menegakkan wajahnya ke arah kanan, tanpa di duga ana langsung mencium pipi kiri Arya ..
Arya terkejut kemudian menatap balik kekasihnya ..
"itu adalah balasan karena saat Wisuda waktu itu kamu juga mencium ku .. jadi kita impas .."
jawab ana sambil tersenyum ..
mata mereka bertemu dan saling memandang .. dengan gerakan cepat, Arya mengecup bibir ana, membuat ana terkejut ..
"apa kamu akan membalas kecupan itu ??"
tanya Arya tersenyum licik dan memiringkan kepalanya ..
"tidak .. akan aku balas nanti saja .."
jawab ana kemudian menyisir rambut nya kembali ..
"ayo, nanti film nya keburu di mulai .."
ajak ana pada Arya .. mereka pun keluar dari kamar menuju ke bawah ..
"kita pergi dulu, Lo berdua jangan macem-macem ya di rumah .."
ujar ana pada Nita dan Nando, namun sedikit menajamkan pandangannya pada Nando ..
"terserah kita lah mau macem-macem atau mau ngapain juga .."
jawab Nando ..
"terserah .."
ujar Arya kemudian pergi meninggalkan Nita dan Nando ..
*
*
__ADS_1
*