
tidak butuh waktu lama, orang suruhan ibunya Arya pun menemukan lokasi dimana Arya berada sekarang .. begitu juga dengan Nando ..
Nando datang lebih dulu daripada orang suruhan ibunya Arya ..
"ya............"
panggil Nando lirih saat melihat Arya sedang duduk di sebuah kursi di depan sebuah gubuk kecil ..
Arya yg mendengar ada seseorang yg memangilnya pun menoleh ke arah sumber suara ..
"do ........"
Nando mendekat kala Arya menyebutkan namanya, Nando menatap menelisik orang yg ada di depannya ini ..
"ini beneran Lo ya ?"
"menurut Lo ?"
jawab Arya sedikit kesal ..
"fix ini beneran Lo ya ... gue tau suara Lo kalo lagi kesel .."
ujar Nando kemudian duduk di salah satu kursi di depan Arya ..
Arya hanya memutar matanya malas ..
"Lo udah baik-baik aja kan ?"
tanya Nando dengan melihat kondisi Arya dari atas sampai bawah dan begitu seterusnya ..
Arya yg saat ini ada di hadapannya, sekilas terlihat baik-baik saja, namun Nando melihat ada sebuah tongkat di belakang kursi yg Arya duduki ..
"gue udah mendingan ko, beruntung gue masih selamat dan bertemu dengan orang baik yg mau nolongin gue, kebetulan juga dia seorang tabib di daerah ini yg sedang mencari obat-obatan di hutan, trus dia liat gue dan bantu gue juga ngerawat gue .."
"trus, kejadiannya gimana sampe Lo bisa kecelakaan gitu .."
"sopir yg biasa nganterin gue tiba-tiba kehilangan kendali, gue juga nggak tau kenapa, mungkin dia sakit, gagal jantung atau apa gue nggak tau .. pas dia oleng dan banting setir dia udah agak sedikit kehilangan kesadarannya .. Evan yg ada di samping dia coba buat kendaliin setir mobil, tapi pas Evan mau nginjek rem, dia bilang rem nya blong .. dan Yaaa, begitulah .."
Nando yg mendengar penjelasan Arya panjang lebar hanya menanggapi nya dengan anggukan kecil ..
"pak Arya .."
suara seorang laki-laki berusia 40 tahunan memutus obrolan Arya dan Nando ..
"pak Felix .."
__ADS_1
jawab Arya ..
"bapak sudah siap untuk pulang ? nyonya dan nona sudah menunggu .."
ujar Felix tanpa basa-basi ..
"sebentar, saya mau nunggu dulu pak Jamal pulang dari hutan, bagaimana pun, beliau yg sudah menyelamatkan saya dan sekretaris saya .."
Felix hanya menganggukkan kepalanya ..
"pak,......"
Dio datang dari dalam rumah dengan keadaan yg sehat meski masih ada luka goresan yg terlihat masih merah ..
"kita akan pulang .."
ujar Arya pada sekretaris nya itu .. Dio adalah orang kepercayaan Arya di kantor, selain sebagai sekretaris, Dio juga bertugas sebagai bodyguard pribadi Arya ..
Dio yg mendengar bahwa mereka akan pulang pun hanya mengangguk kecil ..
"selamat sore .."
laki-laki paruh baya datang dengan sebuah tas anyaman berisi banyak dedaunan ..
"pak Jamal ..."
"pak, kenalkan, ini sahabat saya, dan itu orang-orang kepercayaan keluarga saya .."
ujar Arya memperkenalkan Nando, Felix dan yg lainnya ..
"begitu ... kalau begitu, silahkan masuk dulu, saya akan ambil kan air terlebih dahulu .."
ajak pak Jamal kepada semua nya ..
"tidak usah pak, sebetulnya, kedatangan kami semua kemari untuk menjemput Arya, kami sudah mencari nya selama hampir 2 Minggu ini dan beruntung bapak menemukan Arya sehingga kami bisa bertemu dengan Arya juga .."
pak Jamal mengangguk kecil ..
"terimakasih atas segala yg telah bapak lakukan dan berikan selama ini kepada Arya dan juga Dio .."
ujar Nando selanjutnya ..
"entah harus dengan apa saya membalas kebaikan bapak selama ini, terimakasih pak .."
ujar Arya seraya menggenggam tangan pak Jamal ..
__ADS_1
"sudahlah nak Arya, tidak usah seperti itu, saya menyelamatkan kalian juga mungkin karena sudah menjadi rencana Tuhan, kita manusia memang sudah seharusnya saling membantu bukan ?"
Arya dan Nando tersenyum, begitu juga dengan pak Felix dan yg lainnya ..
"bagaimana kalau bapak ikut bersama kami, tinggal di kota .."
Nando menawarkan ..
"tidak usah nak, bapak disini saja .. lagi pula, bapak tidak cocok dengan gaya orang-orang kota .."
jawabnya sambil sedikit tersenyum ..
"sekali lagi, saya ucapkan banyak terimakasih kepada bapak, maaf selama ini saya sudah merepotkan .. kalau begitu, saya pamit dulu ya pak .."
ujar Arya kemudian memeluk pak Jamal ..
"semoga selamat sampai tujuan .."
jawab pak Jamal melepas pelukan nya ..
pak Felix menghampiri pak Jamal saat Arya dan Nando sudah memasuki mobil ..
"pak, bukanya saya bermaksud buruk, tapi .... ini ada sedikit yg bisa saya berikan kepada bapak, ini dari ibunya Arya, sebagai rasa ucapan terimakasih nya karena bapak sudah mau merawat putra satu-satunya .."
ujar pak Felix sembari memberikan sebuah amplop kepada pak Jamal ..
"tolong jangan di tolak pak .."
lanjut nya penuh penekanan ..
pak Jamal pun menerimanya dan berterimakasih ..
Arya, Nando dan semua rombongannya pun pergi meninggalkan rumah pak Jamal menuju tempat dimana dia seharusnya kembali ..
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
*