
sesampainya kami di Jakarta, hal pertama yg kami lakukan adalah memandang jalanan sekitar, begitu banyak orang yg berlalulalang dengan barang yg mereka bawa masing-masing ..
"taksi......"
taksi pun berhenti dihadapan kami..
aku masukkan semua barang bawaan ku dan Nita ke dalam bagasi taksi, di bantu oleh sang supir ..
"tolong antar kami ke alamat ini ya pak....."
ujar ku sambil memperlihatkan secarik kertas kepada sang supir .. sang supir pun mengangguk dan mulai menjalankan kendaraannya menuju tempat yg aku beritahu tadi ..
tak seperti sebelumnya, Nita akan selalu mengajakku berbicara selama perjalan agar aku tidak melamun, namun kali ini Nita hanya melihat keluar jendela mobil, mungkin untuk pertama kali baginya melihat gedung-gedung yg menjulang tinggi, aku hanya tersenyum melihat nya, karena yg aku lakukan pertama kali saat akan berkunjung ke rumah nenek juga sama seperti itu, menikmati pemandangan yg belum pernah aku lihat sebelumnya ..
taksi pun memasuki kawasan perumahan yg cukup elit dengan pengamanan yg cukup terjamin .. seberapa lama kamu meninggalkan hunian di kawasan ini, hunian mu akan tetap aman, terjaga dan akan selalu bersih ..
taksi pun berhenti di sebuah rumah yg cukup besar, aku terdiam sesaat setelah aku turun dari taksi, melihat betapa indahnya rumah tersebut dan kembali muncul bayangan-bayangan masa kecil ku dulu .. mata ini hendak meneteskan bulir air mata, namun sebelum itu terjadi, Nita memegang bahu ku, sedikit tersenyum dan memberi ku kekuatan meski hanya dengan anggukan dan senyuman kecil ..
ku letakkan sidik jari ku di smartkey pintu rumah ku dan pintu pun terbuka ..
aku masuk dan melihat sekeliling, semua nya tampak sama seperti sebelum nya saat aku meninggalkan rumah ini 3 tahun lalu ..
"kamar ku sebelah mana na ?"
tanya Nita yg membuyarkan lamunanku ..
ku tunjukkan sebuah pintu dimana itu adalah ruangan untuk tamu menginap ..
"ini kamar kamu, kamar ku ada di atas ya.."
jawab ku sambil tersenyum kecil menunjukkan pada Nita kalau aku baik-baik saja ..
aku pergi meninggalkan Nita yg sedang membereskan barang-barang nya menuju kamar ku ..
kamar yg masih sama seperti dulu ..
__ADS_1
aku membaringkan badan ku di kasur, memandang langit-langit kamar ku ..
tring ... tring ...
bunyi telepon ku, menandakan ada seseorang yg menelpon ku ..
"ya.."
"maaf nona saya mengganggu waktu nona beristirahat..."
"ada apa ?"
"saya ingin membahas tentang perusahaan tuan, nona..."
"besok saya hubungi lagi..."
aku tutup telpon nya begitu saja karena rasa lelah yg ku rasa dan perasaan tidak ingin ada yg mengganggu ku dulu untuk saat ini ..
saat kedua orangtua ku meninggal dulu, otomatis, semua usaha yg di miliki oleh kedua orangtua ku akan jatuh kepada ku, namun aku masih sangat kecil pada saat itu, sehingga aku meminta nenek yg mengurus semua nya sampai dirasa aku sudah cukup pantas untuk meneruskannya ..
keesokan harinya ......
"aku tunggu di rumah ku sekarang .."
panggilan telepon, aku putuskan begitu saja ..
30 menit kemudian datanglah seorang laki-laki yg sudah sedikit berumur, mungkin sama dengan ayahnya, pria berusia 40 tahunan mengenakan jas dan terlihat masih gagah ..
"silahkan duduk..."
dengan sopan, aku persilahkan pria itu untuk duduk terlebih dahulu, sedangkan aku mengambilkan secangkir kopi untuk nya ..
"kenapa kamu membawa secangkir kopi ? apa ada tamu ?"
tanya Nita saat sedang di dapur ..
__ADS_1
"hanya om hans, orang kepercayaan ayah dan nenek.."
jawab ku lalu meninggalkan Nita yg sedang memasak ..
"ini om, silahkan di minum .."
Om Hans pun meminum kopi buatan ku sedikit ..
"Om langsung saja pada intinya, Oma menyuruh om untuk mengajarkan kamu bagaimana cara mengolah perusahaan dengan baik, tapi sebelum itu, om ingin bertanya, apa kamu sudah siap ?"
mendengar pertanyaan dari om Hans, untuk sejenak, aku hanya bisa diam ..
"akan aku usahakan om, tapi sebelum nya, aku mau om dulu saja yg menjalankan usaha ini, nanti, setelah aku lulus SMA, barulah aku akan mulai belajar dengan om .. tidak apakan om ? karena hanya om lah yg ayah, Oma dan aku percaya selama ini .."
Om Hans terlihat berpikir sejenak, kemudian mengiyakannya ..
saat ana dan om Hans sedang berbicara, Nita datang dengan membawa sedikit kudapan dan menyimpannya di atas meja ..
"aku tinggal disini bersama temanku dari yogya, namanya Nita .. Nita, ini om Hans .."
"salam kenal om..."
ujar Nita seraya bersalaman dengan Hans ..
"Nita akan bersekolah di sekolah yg sama dengan ku .. mohon bantuannya ya om .."
Om Hans hanya tersenyum kecil dan mengiyakan ..
*
*
*
yuk lanjut ➡️
__ADS_1