Cerita Hidup Ku

Cerita Hidup Ku
sakit


__ADS_3

saat ini, ana dan Nita sedang ada di sebuah gedung yg cukup luas, namun sayang, gedung itu kosong, tidak ada acara apapun dan tidak ada hiasan apapun .. acara pernikahan yg seharusnya di gelar hari ini, hanya akan menjadi sebuah kenangan saja ..


ana membayangkan betapa indah nya gedung ini saat sudah di berikan hiasan bunga-bunga, lampu-lampu dan lain sebagainya .. tanpa terasa, air mata nya kembali menetes saat bayangan itu tiba-tiba terlintas di matanya saat memperhatikan setiap sudut gedung tersebut ..


"sabar na..."


ujar Nita seraya merangkul sahabatnya itu kedalam pelukannya ..


"gue yakin ko, Lo bakalan ngerasa hal itu suatu hari nanti.."


tambahnya ..


ana hanya menganggukkan kepalanya pelan ..


"gue ngebayangin nanti gue ada disana, pake gaun cantik, mendapatkan banyak doa, ketemu sama temen-temen lama..."


ana tidak sanggup meneruskan perkataannya ..


Nita hanya bisa memberikan usapan lembut di punggung sahabatnya itu sebagai bentuk support nya ..


ana dan Nita pun kembali ke rumahnya ..


selama di perjalanan pulang, ana hanya diam saja .. Nita tau betapa rapuhnya sahabatnya itu ..


sesampainya di rumah, dengan langkah lesu dan pikiran yg entah melayang kemana, ana langsung ke kamarnya tanpa memperdulikan jika Oma dan ibunya Arya ada di ruang keluarga ..


"apa ana baik-baik saja ?"


tanya ibunya Arya pada Nita yg baru saja duduk di samping Oma ..


"sejujurnya 3 hari lalu ana sudah mulai baik-baik saja, makan teratur juga sudah mulai olahraga dan memperbaiki emosinya .. tapi ........."

__ADS_1


ujar Nita sedikit terjeda ..


"tapi kenapa sayang ?"


ujar ibunya Arya penasaran ..


"2 hari yg lalu, malem-malem ana dapet telepon dari nomer yg nggak di kenal, dia bilang kalo ......"


Nita menarik nafas dalam terlebih dahulu sebelum melanjutkan perkataannya ..


"tapi ana bilang, kalo yg nelepon dia itu, Arya .."


Oma dan ibunya Arya yg mendengar penjelasan Nita pun kaget dan dengan gerakan refleks mereka menutup mulut mereka secara bersamaan ..


"apa benar ? lalu Arya bilang apa ?"


tanya ibunya Arya penasaran ..


air mata seorang ibu mana yg tidak akan menetes saat mendengar kabar dari putra yg paling di sayang masih hidup dan meminta orang lain untuk menjaganya ..


"kenapa Arya tidak menelepon Tante ..??"


ujar ibunya Arya dengan mencoba menahan emosi nya ..


"aku nggak tau Tante, ana bilang kalo Arya juga di selamatkan oleh warga yg melintas disana dan Arya meminjam handphone orang tersebut, mungkin yg saat itu yg terlintas oleh Arya hanya ana .."


ibunya Arya menganggukkan kepalanya, dia mengerti maksud semua nya ..


"semoga kamu sehat dan selamat nak, mami akan selalu mendoakan mu.."


gumam ibunya Arya seraya mencoba menenangkan dirinya ..

__ADS_1


ana yg berada di atas kasur nya hanya memandang ke arah handphone yg dia letakkan di atas nakas dekat tempat tidurnya, berharap Arya akan kembali menghubunginya ..


di tatapnya handphone tersebut lekat-lekat hingga tak terasa ana tertidur dalam keberharapannya ..


Nita yg masuk kedalam kamar ana hendak membangunkannya karena sedari siang tadi ana tidak keluar kamar untuk makan siang, dan sekarang sudah saat nya untuk makan malam namun ana belum turun juga ..


Nita mendekat, mencoba membangunkan ana dengan menepuk-nepuk selimut yg menutupi ana hingga pundaknya itu ..


"na, bangun .. makan dulu .."


namun yg di bangunkan tidak memberikan respon sedikit pun ..


Nita sedikit cemas, kemudian dia mencoba untuk sedikit membuka selimut ana, Nita melihat ana sedang menggigil dan berkeringat .. Nita mengecek suhu tubuh ana dengan meletakkan tangannya di dahi ana ..


"astaga ana .."


Nita terkejut saat suhu tubuh ana sangat panas ..


Nita langsung turun ke bawah dan memberi tau Oma .. setelah memberi tau Oma, Nita langsung membawa wadah berisi air dan handuk kecil untuk mengompres ana .. dan dengan cekatan, Oma langsung menelpon pak Hans agar memanggilkan dokter ke rumahnya ana, kemudian menyusul Nita ke kamarnya ana ..


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2