
sudah hampir 4 hari ana sakit dan di rawat di rumah sakit .. Oma dan Nita saling bergantian untuk menjaga ana ..
"ta, makasih ya, Lo udah mau jagain gue .."
ujar ana dengan suara khas lemas orang sakit ..
"nggak apa-apa na, lagi pula Lo kan sahabat gue, bahkan Lo bukan cuman sahabat gue, tapi Lo juga keluarga .."
jawab Nita kemudian memeluk ana yg masih terbaring di ranjang pasien dengan selang infus yg masih menempel di tangan kirinya ..
"Lo pulang ya, gue nggak apa-apa ko, masih ada Oma sama suster disini, gue malu sama Nando .. hampir 3 Minggu ini Lo di sisi gue terus .."
Nita yg mendengar ucapan ana pun hanya mencebik saja ..
"Nando nggak keberatan ko na, gue juga udah ijin sama dia, jadi Lo jangan ngerasa malu atau ngerasa bersalah sama siapapun, ok .."
jawab ana mengelus tangan sahabat nya itu dengan lembut ..
ceklek ..
pintu kamar ana terbuka .. ibunya Arya datang ..
"bagaimana kabar kamu sayang ? udah membaik ?"
tanya nya seraya menyimpan buah tangan di atas meja kemudian mendekat ke arah ana, Nita yg tadinya sedang duduk di kursi di samping ranjang ana pun berdiri dan memberikan ruang untuk ibunya Arya agar bisa duduk dan berbicara dengan ana ..
"aku udah agak mendingan ko mi .."
jawab ana dengan senyuman dan menggenggam tangan ibunya Arya, ibunya Arya pun tersenyum mendengar jawaban ana ..
__ADS_1
Nita memilih untuk duduk di sofa yg ada di luar ruangan ana dan memainkan ponselnya ..
"bagaimana ?"
ujar Nita pada seseorang ..
"aku masih mencarinya, kamu tenang ya .."
jawab nya ..
"bagaimana aku bisa tenang, sedangkan sahabat ku sedang tidak baik-baik saja .."
ujar nya sedikit emosi namun dengan nada yg sedikit putus asa ..
"aku akan mencoba terus sampai dia ketemu, kamu jangan banyak pikiran, kalo kamu sakit, siapa yg bakalan jagain ana sama Oma ?"
"kamu benar sayang, kalo aku sakit, siapa yg akan menjadi penyemangat untuk ana.."
jawab Nita pad a Nando ..
"jaga diri kamu baik-baik disana, aku yakin kamu pasti bisa menemukannya .."
lanjut Nita ..
Nando pun menjawabnya hanya dengan deheman kecil ..
sambungan telepon pun terputus ..
2 hari setelah kejadian yg menimpa Arya masih belum ada kabar selanjutnya, Nando meminta ijin kepada Nita untuk pergi bergabung bersama team untuk mencari dimana keberadaan Arya dan karyawannya dan Nita pun menyetujui nya, tanpa ana harus tau ..
__ADS_1
"handphone aku mana ta ?"
tanya ana yg melihat Nita baru saja masuk kembali ke ruangannya ..
"sepertinya handphone kamu ada di rumah na, saat aku dan Oma juga om Hans bawa kamu ke sini, aku nggak da pegang handphone kamu .."
ana menundukkan kepalanya ..
"mau aku ambilkan ke rumah ?"
ujar Nita ..
"bolehkah ? aku takut, Arya akan menelpon ku lagi .."
perasaan Nita mulai tidak karuan saat mendengar ana berkata seperti itu ..
"kalo begitu, kamu bareng sama Tante aja, biar Tante anterin kamu ke rumah .."
ujar ibunya Arya memberi tumpangan ..
"boleh Tante .."
"kalo begitu, mami sama Nita pergi dulu ya sayang, kamu nggaka apa-apa kan disini sendirian dulu sebentar ?"
ana menganggukkan kepalanya dan tersenyum ..
"semoga kamu sehat selalu ya ..."
doa ana untuk Arya ..
__ADS_1