
***Kerajaan Estrella***
"selir Luna, sejak kejadian pada hari itu, kau tidak sadarkan diri selama 2 minggu, dan baru sadar hari ini." ucap kaisar Rey.
Kesabaran yang di miliki kaisar Rey benar-benar di uji oleh Luna. Kaisar sangat cemas melihat keadaan Luna saat ini. Luna masih terus berusaha menahan rasa sakitnya sebentar lagi.
'aku tidak sadarkan diri selama 2 minggu.' gumam Luna di dalam benaknya
'tahan Luna…sebentar lagi, kamu harus kuat. Ini demi kehidupan seluruh keluarga dan dirimu.' gumam Luna di dalam hatinya.
'tapi bagaimana anak yang ada di dalam kandungan ku? sabar nak…kamu pasti kuat, maafkan ibu yang harus memanfaatkan mu.' gumam Luna di dalam hatinya.
Luna terpaksa menahan rasa sakit yang membuat dirinya sangat menderita. Luna memiliki sesuatu yang tidak di ketahui oleh banyak orang, bahkan kedua orang tua dan keluarganya tidak mengetahui itu, kecuali nenek Luna yang sudah lama meninggal dunia. Luna memiliki sesuatu yang special di dalam dirinya, yang harus tetap dia rahasiakan, itulah pesan dari nenek Luna. Semua ini demi kebaikan dirinya sendiri dan seluruh keluarganya untuk menjalani kehidupan di dunia yang begitu kejam.
Kaisar Rey sudah tidak bisa menahan diri lagi, dia sudah tidak bisa tahan melihat Luna yang menahan rasa sakitnya, tanpa mau di obati oleh tabib istana. Dengan langkah cepat dan pastinya dia mendekati Luna, tanpa mau mendengarkan larangan Luna padanya. Ini demi keselamatan anak yang ada di dalam kandungan Luna.
Anak yang sudah lama dia nantikan kehadirannya. Anak yang bisa membantunya untuk mematahkan kutukan dari Dewa Agung Khayangan Langit dan Dewa Neraka Dasar Bumi. Semua itu tergantung Luna dan anaknya.
Kaisar dengan segera bersujud di depan Luna yang sedang duduk di atas ranjangnya, dia dengan segera ikut menekan perlahan pendarahan yang ada pada perut Luna. Sontak Luna terkejut akan tindakan sang kaisar, Luna diam terpaku akan kedekatan dirinya dengan kaisar. Kaisar Rey yang memiliki jabatan dan kekuasaan tinggi kini sedang duduk bersujud di hadapannya. Luna masih menahan rasa sakitnya.
"apa kau biasa keras kepala seperti ini, apa kau tidak memikirkan nyawamu dan anak dalam kandunganku ini?" ucap kaisar Rey yang membuat Luna diam memandang sang kaisar.
"tabib…!" teriak sang kaisar.
"jangan memanggil tabib." ucap lemah Luna, dia benar-benar sudah lemas akan rasa sakit.
"kau masih juga keras kepala, bila kau tidak peduli pada nyawamu, setidaknya kau harus peduli dengan nyawa tidak bersalah yang ada di dalam perutmu ini." ucap kaisar melihat datar Luna yang terlihat sangat pucat dan bibirnya sudah membiru akibat banyak kehilangan darah.
"tidak…tabib tidak akan bisa menyembuhkan hamba yang mulia." jawab lemah Luna.
"apa maksudmu?" ucap kaisar Rey mengerutkan keningnya melihat intens wajah Luna.
"tidak ada yang bisa menyembuhkan tubuh ataupun sakit hamba yang mulia. Semua obat tidak akan mempan."
"kalau kau terus seperti ini, keras kepala aku tidak yakin seluruh keluargamu bisa selamat, kau sudah berani membahayakan nyawa anak pertamaku, calon putra mahkota." ucap tegas kaisar Rey sembari berdiri dari sujudnya.
Kaisar Rey sudah habis kesabaran dan akal, dia sudah berusaha bersikap lembut dan mengalah pada Luna, tetapi Luna sangat keras kepala tidak ingin di obati oleh tabib istana. Kalau begini terus Luna akan banyak kehilangan darah, dan nyawapun menjadi taruhannya, yang otomatis nyawa calon keturunannya juga akan tiada. Kaisar Rey tidak ingin itu terjadi.
__ADS_1
Kaisar Rey terpaksa menggunakan cara keras dan sedikit ancaman, agar Luna dapat melunak pada keras kepalanya. Sedangkan Luna hanya mencoba mempertahankan dirinya, dia juga tidak akan membahayakan nyawa anak yang ada di dalam kandungannya.
"dengan terpaksa aku mengambil tindakan tegas kepada seluruh keluarga mu." ancam kaisar Rey melihat dingin Luna yang juga menatapnya.
Luna menghela nafasnya, ancaman dengan memakai nama seluruh keluarganya adalah kelemahan Luna. Luna dengan terpaksa menggunakan jurus utama yang dia miliki untuk mempertahankan diri dan juga nyawa seluruh keluarganya. Luna juga sudah tidak bisa menahan rasa sakit yang sangat membuatnya menderita, dan membahayakan nyawa anaknya yang tidak bersalah sama sekali.
"baiklah yang mulia, mohon ampuni hamba dan keluarga hamba. Hamba hanya ingin hidup tenang seperti biasanya." ucap keinginan Luna. Kini mimik wajah Luna sedikit melunak.
"kau akan mendapatkan apa yang kau inginkan? selama keinginan mu itu masih bisa aku penuhi, jika kau bisa melahirkan anakku dengan selamat." ucap kaisar menatap dingin Luna.
Kaisar Rey mencoba untuk tegas pada Luna. Agar Luna tidak memakai keras kepalanya lagi, kaisar bersabar demi anaknya yang ada di dalam kandungan Luna.
Luna seakan mendapatkan angin segar atas tawaran dari sang kaisar. Dia akan mempergunakan kesempatan ini, untuk menyelamatkan hidupnya dan juga hidup keluarganya.
"jika bayi ini lahir dengan selamat, apakah hamba dan keluarga hamba akan di bebaskan, dan kami akan hidup dengan tenang kembali?" tanya Luna dengan apa yang menjadi keinginan di dalam hati dan pikirannya saat ini.
Kaisar Rey dan Dewi Santa saling melihat, belum pernah mereka mendengar dan mendapatkan keinginan yang sangat sederhana dari rakyat kepada kaisarnya. Luna lah orang pertama yang meminta permintaan sederhana seperti itu. Apakah Luna yang terlalu polos? ataukah Luna memiliki taktiknya sendiri?
Sebenarnya kaisar Rey dan kerajaannya memiliki sebuah aturan, bagi seorang selir kaisar yang bisa memberikan seorang keturunan untuk kaisar Gun Reyan Estrella, selir itulah yang akan di angkat menjadi seorang permaisuri kerajaan Estrella. Sehingga sampai saat ini, posisi permaisuri masih tetap kosong karena belum ada satu selir kaisar, yang dapat melahirkan seorang keturunan untuk kaisar Rey.
"tentu saja, kau dan keluargamu akan kembali hidup dengan tenang." jawab cepat kaisar Rey.
"apakah bisa hamba mendapatkan bukti tertulis dari anda yang mulia?" tanya Luna yang tidak ingin mendapatkan masalah di masa depan. Luna takut sang kaisar akan mudah berubah pikiran, jadi dia hanya meminta jaminan saja.
"apa kau tidak percaya pada perkataan ku?"
"siapa yang bisa melawan anda yang mulia? hamba hanya meminta jaminan bukti dari uacapan anda ini."
Kaisar Rey benar-benar di buat geram pada puncaknya, Luna yang sudah sangat kritis masih bisa memikirkan sebuah jaminan tanda bukti untuk di masa depan.
"baiklah. Dewi Santa, berikan aku kain sutra itu." ucap kaisar Rey tanpa melihat ke arah Dewi Santa, karena tatapan sang kaisar masih tajam pada Luna.
"baik yang mulia." jawab Dewi Santa.
Dewi Santa langsung memejamkan matanya sembari merapalkan sebuah mantra yang tidak terdengar. Muncul sebuah sepotong kain sutra putih kecil di atas telapak tangan kanannya.
"ini yang mulia." ucap Dewi Santa menyerahkan sepotong kain sutra putih tersebut pada kaisar Rey.
__ADS_1
Kaisar Rey mengambil kain sutra tersebut, lalu melangkah ke arah meja yang ada di dekat ranjang. Kaisar Rey memunculkan sebuah pena bulu dan juga sebuah stempel kerajaan yang pegangannya berbentuk seekor Naga. Kaisar menuliskan perjanjian yang mereka sepakati. Setelah selesai, kaisar mengiris jari telunjuknya dengan sebuah belati kecil yang entah dari mana datangnya. Darah kaisar di teteskan pada kain sutra itu dan menempelkan stempel kerajaan pada tetesan darahnya.
Muncul sebuah cahaya dari balik stempel kerajaan yang masih menempel pada kain sutra. Surat perjanjian di atas kain sutra kini telah selesai. Apa yang di minta oleh Luna? sudah menjadi kenyataan.
"ini yang kau inginkan." ucap kaisar sedikit ketus sembari menyerahkan kain sutra yang sudah tertulis perjanjian mereka.
"terima kasih yang mulia." Luna menerimanya, dia membaca dengan cepat dan puas akan apa yang dia inginkan? telah tercapai.
"jadi apa tabib sudah bisa di panggil selir Luna?" tanya Dewi Santa melihat ke arah Luna.
"tidak perlu Dewi." jawab Luna sembari menggelengkan kepalanya.
"apa lagi maksudmu?" tanya kaisar sedikit geram, melihat tingkah laku Luna yang masih saja keras kepala.
"hamba bisa menyembuhkan luka hamba sendiri." jawab Luna apa adanya.
"kau seorang tabib selir?" tanya Dewi cepat.
"tidak Dewi." geleng Luna.
"lalu, bagaimana bisa kau sembuh kalau tidak di tangani oleh seorang tabib?" tanya kaisar yang benar-benar geram di buatnya oleh Luna.
"hamba akan menyembuhkan diri hamba sendiri, dan ini terpaksa hamba lakukan di hadapan anda. Karena hamba tahu anda adalah kaisar yang bisa menjaga sebuah rahasia." jawab Luna, dengan berusaha mengangkat kakinya ke atas ranjang.
Luna berusaha duduk bersila membentuk teratai di atas ranjang, dia masih menahan rasa sakit yang menyiksanya. Kaisar Rey dan Dewi Santa saling memandang sejenak, lalu beralih kembali melihat ke arah Luna. Mereka ingin tahu apa yang ingin Luna lakukan?
Luna perlahan memejamkan kedua matanya, lalu menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada. Luna memusatkan pikirannya kepada sebuah luka yang ada di dalam perutnya, Luna merapalkan sebuah mantra tidak terdengar pada bibirnya. Perlahan kedua telapak tangannya di arahkan pada luka perut, untuk menutupi lukanya.
Sebuah cahaya terang terlihat suci keluar dari balik telapak tangan Luna. Kaisar Rey dan Dewi Santa melihat intens apa yang sedang Luna lakukan? mereka dapat merasakan sebuah kekuatan suci yang terasa hangat dan kuat dari aura tubuh Luna. Terutama Dewi Santa yang sontak diam terpaku, sudah sangat lama dia tidak merasakan aura suci yang di miliki oleh Luna. Aura suci dari khayangan langit.
Aura suci yang hanya di miliki oleh seorang Dewi atau Dewa terpilih dari khayangan langit. Bahkan dirinya yang juga seorang Dewi khayangan langit, tidak memiliki aura tersebut. Siapa sebenarnya Luna Hermosa? Sejak pertama kalinya bertemu dan melihat wajah Luna yang cantik dan teduh. Dewi Santa sudah merasa ada yang beda dan special dari dalam diri seorang Luna Hermosa.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.