Cermin Ajaib.

Cermin Ajaib.
8. Pertarungan Dua Wanita.


__ADS_3

***Kerajaan Estrella***


Kaisar Rey melangkahkan kakinya ke arah aula kerajaan. Dia sebenarnya tidak ingin datang menyambut putri Fier Zorra Volador, tetapi dengan terpaksa dia melakukannya, demi keselamatan seluruh manusia yang ada di 5 kerajaan di dunia ini.


Sang kaisar harus mengalah dan sabar, dengan wajah datar dan dinginnya sang kaisar melangkah dengan di iringi oleh Dewi Santa, dan ke 5 iblis terkuat pengikut setia sang kaisar. Iblis yang sudah dapat merubah wujudnya seperti manusia biasa. Mereka melangkah masuk bersamaan dengan pemberitahuan dari seorang Kasim penjaga aula kerajaan.


"yang mulia kaisar, telah tiba." ucap pemberitahuan Kasim penjaga aula kerajaan.


Semua tamu yang datang membungkukkan setengah badannya memberikan penghormatan, kepada kaisar penguasa 5 kerajaan. Kaisar terus melangkah masuk, namun tiba-tiba menghentikan langkah kakinya.


"di mana putri Fier Zorra Volador?" tanya kaisar Rey karena tidak melihat sosok putri yang biasanya langsung agresif saat melihatnya.


"putri sedang menuju ke kamar anda yang mulia." jawab pengawal pribadi sang putri.


Kaisar sontak terkejut hingga melototkan matanya, "apa katamu?" tanya kaisar tidak percaya akan pendengarannya.


"putri sedang menuju ke kamar anda yang mulia." jawab pengawal pribadi itu kembali.


Tanpa pikir panjang lagi kaisar langsung menghilang dari hadapan semua orang. Kaisar berpikir cepat, Luna sedang ada di kamarnya tidak sadarkan diri. Putri Zorra pasti akan melakukan sesuatu pada Luna, karena putri Zorra orangnya sangat cemburu dan tidak akan suka melihat ada seorang wanita, tengah tidur di ranjang kamar pribadi kaisar Rey.


"apa yang kalian lakukan di sini?" tanya kaisar melihat para penjaga, pelayan dan tabib istana yang di tugaskan menjaga di depan kamar, sedang berkumpul tepat di depan pintu kamar tidur kaisar Rey.


"hormat hamba yang mulia, maafkan hamba yang mulia. Tiba-tiba putri Zorra datang ke dalam kamar, lalu marah kepada kami karena tengah memeriksa kondisi selir Luna. Kami di usir dengan kasar." jawab tabib istana, dengan pipi yang merah dan ujung bibirnya mengeluarkan darah.


Kaisar tahu apa yang telah terjadi, apa yang di pikirkan oleh kaisar? adalah benar. Putri Zorra cemburu dan tidak suka ada seorang wanita berada di dalam kamar tidur sang kaisar. Dengan cepat kaisar menendang pintu kamar yang telah tertutup rapat, hingga terbuka dan pintu rusak. Di dalam pikiran kaisar Rey, putri Zorra tidak akan segan-segan membunuh Luna, karena di anggap saingan untuknya.


Luna yang berada di dalam kamar dan sedang tidur di atas ranjang pribadi sang kaisar tentu saja dia adalah wanita special sang kaisar. Pasti itulah yang dipikiran oleh putri Zorra saat ini, dan kaisar tidak ingin Luna terbunuh hanya karena kesalah pahaman ini.


Begitu pintu terbuka, betapa terkejutnya kaisar Rey melihat pemandangan kamar yang sudah berantakan akibat pertempuran. Pertempuran yang di lakukan oleh dua wanita yang sedang saling menyerang dengan menggunakan pedang di tangan mereka.

__ADS_1


Kaisar lebih terkejut lagi dengan pedang yang di pegang oleh salah satu wanita yang bertarung membelakangi sang kaisar, dan bukan putri Zorra yang menggunakan pedang kaisar Rey yang tidak sembarang orang bisa menyentuhnya, karena pedang itu adalah pedang pusaka langit yang hanya bisa di sentuh oleh kaisar Rey, yang merupakan keturunan dari Dewi Bulan.


"apa yang kalian lakukan di kamar ku?" tanya teriak murka kaisar Rey, pada dua wanita yang sedang bertarung dan memporak porandakan kamarnya.


Putri Zorra yang sangat mengenal suara kaisar Rey, melirik sekilas ke arah sang kaisar. Saat putri Zorra lengah sebuah tendangan keras mendarat tepat pada perutnya, dari wanita yang bertarung membelakangi kaisar Rey. Putri Zorra tersungkur ke belakang, tetapi tangan kanannya melemparkan sebuah belati beracun ke arah wanita yang telah menendang keras perutnya.


Wanita itu dengan sigap menangkis belati tersebut dengan pedang yang ada di tangannya. Tidak habis akal, dua belati kembali di layangkan ke arah wanita itu lagi. Dengan gerakan pedangnya kekiri dan ke kanan, wanita itu dengan mudah menangkis dua belati tersebut. Putri Zorra terlihat geram, dengan cepat dia yang sudah bangkit menyerang wanita yang telah membuatnya murka dan malu.


Putri Zorra malu telah jatuh tersungkur di hadapan kaisar Rey. Dia kalah cepat dengan wanita yang dia tidak tahu siapa? Kaisar yang melihat pertempuran tersebut, melangkah maju untuk mendekati. Kedua wanita itu masih saling menyerang dan bertahan. Kaisar dengan cepat mendekati mereka untuk melerai, karena tidak ada satupun yang mendengarkannya.


Kaisar ada di tengah-tengah pertempuran kedua wanita tersebut, putri Zorra langsung terdiam begitu kaisar Rey mendekat, sedangkan wanita yang satunya lagi, masih menyerang dengan repleks karena serangan tangan dari kaisar Rey.


Saat wanita itu memutar tubuhnya, untuk menjauh dari tangan kaisar Rey yang ingin meraihnya, kaisar langsung terdiam melihat wanita yang baru saja selesai pertarungan melawan putri Zorra. Wanita yang sangat dia kenal, dan tidak menyangka wanita ini bisa melawan putri Fier Zorra Volador. Putri dari Dewi Iblis Rubah dan cucu dari Dewa Neraka.


"kau rupanya." tunjuk kaisar Rey ke arah wanita yang ada di hadapannya.


Wanita yang di tunjuk oleh kaisar Rey, terdiam melihat datar sang kaisar. wanita itu masih mengingat siapa pria yang ada di hadapannya? Kejadian yang sangat membuatnya malu dan terluka pun terlintas. Iya, wanita itu adalah Luna Hermosa, wanita yang selama dua minggu tidak sadarkan diri, wanita yang berasal dari rakyat jelata, selir baru kaisar Gun Reyan Estrella.


Langkah kaki Luna melangkah mundur perlahan, tatapan mata sedih dan takut yang terlihat dari sorot mata Luna. Kaisar tahu akan mimik perubahan wajah serta sorot mata Luna.


"apa kau baik-baik saja?" tanya kaisar Rey melihat ke arah Luna.


Luna masih mundur perlahan sembari menggelengkan kepalanya, ketakutan yang Luna rasakan masih terlihat dari tubuhnya yang gemetar. Dalam hati kaisar khawatir melihat Luna yang baru saja siuman. Tiba-tiba saja Luna muntah darah dan memegang perut samping kanannya, Kaisar baru menyadari Luna terluka. Tubuh Luna langsung terkulai lemah di lantai.


Kaisar Rey segera mendekat dan duduk bersujud di hadapan Luna untuk mensejajarkan tinggi mereka.


"apa kau baik-baik saja?" tanya kaisar cemas sembari menyentuh kedua bahu Luna.


Luna tidak menjawab, dia terbatuk dan darah keluar lagi dari mulutnya. Kaisar Rey segera mengangkat tubuh Luna ala bridal.

__ADS_1


"tabib…tabib…!" teriak sang kaisar sembari membawa tubuh Luna ke atas ranjangnya.


Luna yang memang masih lemah, dan merasakan rasa sakit pada perutnya, sudah tidak bisa melawan lagi. Luna pasrah saat kaisar Rey menggendongnya dan membawanya ke atas ranjang. Kaisar meletakkan Luna perlahan di atas ranjang, terlihat jelas darah yang masih mengalir pada gaun tidur putih yang Luna pakai.


Tabib segera memeriksa kondisi Luna, denyut nadi Luna tidak beraturan, terkadang cepat dan terkadang melemah. Terasa aneh dan ada sesuatu yang ia curigai telah terjadi pada tubuh Luna saat ini. Tabib hanya bisa menahan luka yang ada di atas perut kanan Luna dengan kain lain untuk mengurangi keluarnya darah lebih banyak lagi. Tapi itu hanyalah sia-sia saja.


"ada apa? kenapa kau hanya menahan pendarahannya saja. Cepat berikan dia sebuah pil obat untuk menghentikan pendarahannya." ucap kaisar Rey yang melihat tabib istana tidak mengambil tindakan apapun?


"maafkan hamba yang mulia, hamba tidak bisa memberikan selir Luna pil obat tersebut." jawab tabib istana sembari masih menahan perut kanan Luna yang terus mengeluarkan darah.


Luka pada perut kanan Luna adalah luka tusukkan sebuah belati yang di tusukkan oleh putri Zorra saat Luna masih tidak sadarkan diri. Tusukkan itu yang membuat Luna terkejut karena rasa sakit yang luar biasa. Luna yang sudah sadar dan membuka matanya, melihat putri Zorra ingin menyerangnya untuk kedua kalinya. Luna langsung menahan tangan putri Zorra, dan memberikan tendangan samping menggunakan lutut kirinya.


Putri Zorra tersungkur di samping ranjang, Luna dengan cepat bangkit dari atas ranjang sembari menahan perutnya yang terluka, dia berlari turun dari atas ranjang lalu meraih sebuah pedang yang ada di samping ranjang, dan terjadilah pertarungan tersebut.


Luna berani melawan putri Zorra, itu untuk melindungi dirinya yang sudah di lukai oleh putri Zorra. Luna sebenarnya bisa sedikit ilmu bela diri dan berpedang, tetapi dia tidak suka akan kekerasan. Luna belajar bela diri dan berpedang hanya untuk melindungi diri dari orang yang berniat buruk padanya, seperti saat ini.


"mengapa tidak bisa tabib, ada apa?" tanya kaisar Rey tidak mengerti maksud dari tabib istana.


Tabib yang mengerti kalau sang kaisar ingin penjelasan darinya. Melihat ke arah pelayan tabib yang ada di sana, untuk menggantikan dirinya. Tabib ingin memeriksa lebih jelas lagi akan kondisi dari selir baru kaisar Rey. Dia tidak ingin salah menebak dan memberikan jawaban yang salah, karena ini menyangkut hal yang sangat penting bagi kehidupan seseorang.


Apalagi saat ini, kondisi Luna Hermosa terluka parah. Jadi tabib tidak ingin membuat kesalahan yang akan berakibat fatal nantinya. Tabib dengan teliti dan berkonsentrasi memeriksa denyut nadi Luna, tabib tersebut juga menekan lembut perut tengah Luna. Luna hanya meringis karena merasa kesakitan saat perutnya di tekan oleh tabib istana.


Semua orang yang ada di sana, termasuk putri Zorra bisa melihat apa yang sedang di lakukan oleh tabib istana? kepada Luna. Setelah selesai melakukan pemeriksaannya, lalu tabib istana mendekati kaisar yang berdiri tidak jauh dari sisi ranjang, dia ingin menyampaikan sesuatu yang ia curigai dan meminta izin untuk memastikannya. Agar semuanya jelas, agar segera dapat di ambil tindakan untuk Luna yang terluka parah yang cukup serius.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2