Cermin Ajaib.

Cermin Ajaib.
4. Kejujuran Luna Hermosa.


__ADS_3

***Kerajaan Estrella***


Bagaimana pun cara Luna untuk menghindari pertemuannya dengan sang kaisar? itu tidak lah mungkin akan terjadi. Dari awal dia memutuskan untuk menjadi seorang pengganti, dirinya harus sudah siap menjadi seorang selir pengganti untuk sang kaisar.


Luna memasuki sebuah ruangan yang terlihat remang, Dewi Santa menuntunnya untuk masuk dan berdiri di tengah-tengah ruangan, di mana ada sebuah tirai pemisah yang menutupi sebagian dari ruangan tersebut. Terlihat jelas sebuah seluit bayangan dari seseorang dari balik tirai. Dari postur tubuhnya terlihat seperti seorang pria.


"berdiri lah dengan tegak dan lakukan semua ritual ini dengan baik." ucap Dewi Santa dengan mimik wajahnya yang tenang.


"baik Dewi." jawab Luna pasrah. Sebenarnya dia ingin bertanya, ritual apa yang akan mereka lakukan? tetapi mulutnya sangat berat saat ingin berbicara.


"gunakan ini." ucap sang Dewi sembari menyerahkan sebuah kain sutra penutup kepala yang berwarna putih.


Luna dengan di bantu oleh sang Dewi, menutupi kepalanya dengan kain sutra tersebut hingga menutupi semua wajahnya. Luna ingin bertanya tetapi dia tidak sanggup. Diam serta bersikap baik dan tenang adalah pilihan yang tepat saat ini untuknya.


Dari balik kain sutra penutup, Luna hanya bisa melihat dengan samar sebuah bayangan. Dia tidak dapat melihat dengan jelas apa yang terjadi? Luna hanya mengikuti semua yang di perintahkan oleh sang Dewi.


" nona Genero Luna Hermosa, apakah anda sudah siap untuk menjadi selir dari yang mulia kaisar Gun Reyan Estrella?" pertanyaan sang Dewi yang membuat Luna berpikir, apa yang sebenarnya akan mereka lakukan?


"iya hamba siap." ucap Luna dengan terpaksa.


"Apapun yang akan terjadi? apakah anda akan siap untuk setia pada yang mulia kaisar?" tanya sang Dewi lagi.


"iya hamba siap."


"kalau begitu, ikuti setiap perkataan saya." ucap perintah sang Dewi dan di jawab anggukkan kepala oleh Luna, tanpa perlawanan sama sekali.


Sang Dewi meraih tangan kanan Luna, dengan gerakkan cepat jari tengah Luna di sayat oleh sang Dewi dengan menggunakan sebuah belati kecil. Luna hanya terkejut dan meringis karena sakit, tetapi dia hanya diam.


Tetesan darah Luna di tampung dengan menggunakan sebuah wadah kecil, lalu dengan tiba-tiba jari tengah yang telah di sayat, di hisap oleh seseorang. Luna tersentak kaget, ia ingin menarik tangannya kembali, tetapi tangannya di tahan oleh tangan yang terasa besar dan hangat.


Dapat Luna rasakan seseorang menghisap darah yang keluar dari jari tengah Luna. Luna hanya bisa diam dengan menelan salivanya berkali-kali. Tindakan yang terasa intim baginya, ini untuk pertama kalinya Luna merasakan keintiman yang seperti itu.


Dalam hatinya sudah merasa gelisah, apa yang sedang terjadi padanya? Luna tidak berani bergerak sama sekali, bahkan tubuhnya tegang dan terpaku diam di tempat. Hingga hisapan yang ada di jari tengahnya pun selesai, Luna tidak tahu siapa yang telah melakukan itu padanya? yang bisa Luna lakukan saat ini adalah mengikuti perintah dari sang Dewi.


"minumlah ini sampai habis !" perintah Dewi Santa sembari menyerahkan sebuah wadah kecil, yang sudah terisi cairan berwarna merah pekat. Tercium aroma anggur dari wadah tersebut, Luna menerimanya dan meminumnya dengan sekali teguk.


Ada keanehan yang Luna rasakan, minuman itu memang beraroma anggur bahkan ada rasa anggur merahnya. Tetapi ada rasa dan aroma darah yang samar pada minuman tersebut. Luna tidak bertanya, lagipula dia sudah meminumnya sampai habis.

__ADS_1


"saya, Genero Luna Hermosa. Berjanji untuk setia menjadi selir yang mulia kaisar, sampai maut memisahkan kami berdua. Atas nama kejujuran di dalam hati, terhadap Dewa Agung sang pencipta. Saya berjanji dan bersumpah akan setia dan jujur kepada yang mulia kaisar Gun Reyan Estrella." ucap sang Dewi yang harus di ikuti oleh Luna.


Luna diam sejenak dan tidak langsung mengikuti perkataan dari sang Dewi.


'mengapa ucapan sang Dewi seperti sebuah janji pernikahan? atas nama kejujuran kepada Dewa Agung sang pencipta. Aku tidak bisa berbohong kalau seperti ini. Aku harus jujur.' gumam Luna di dalam benaknya.


"nona Luna…!" panggil sang Dewi karena Luna hanya diam.


"maafkan saya Dewi." ucap Luna, yang membuat sang Dewi dan pemilik bayangan yang ada di balik tirai melihat ke arahnya.


"apa ada masalah nona luna?"


"tidak Dewi…" geleng Luna dengan kepalanya yang masih tertunduk.


'aku harus jujur apapun yang terjadi? karena ini sudah menyangkut nama sang pencipta, aku akan sangat berdosa jika berbohong kepada Dewa Agung sang pencipta.' gumam Luna dalam hatinya.


Luna memutuskan untuk menyebut nama aslinya, tanpa embel-embel nama Genero. Dia memang takut akan melanggar perintah dari tuan besar, dan juga takut akan keselamatan dari seluruh anggota keluarganya terancam. Tetapi Luna lebih takut berdosa karena akan melakukan janji dan sumpah yang bohong kepada Dewa Agung sang pencipta.


"saya, Luna Hermosa. Berjanji untuk setia menjadi selir yang mulia kaisar, sampai maut memisahkan kami berdua. Atas nama kejujuran di dalam hati, terhadap Dewa Agung sang pencipta. Saya berjanji dan bersumpah akan setia dan jujur kepada yang mulia kaisar Gun Reyan Estrella." ucap Luna dengan menggunakan namanya yang asli tanpa embel-embel marga Genero.


"ucapan anda ada yang kurang nona Genero Luna Hermosa." tegur sang Dewi padanya.


"maafkan saya Dewi, nama saya yang sebenarnya adalah Luna Hermosa." jawab Luna yang membuat sang Dewi dan seseorang pemilik bayangan yang ada di sana melihat intens Luna.


"apa maksud anda?" tanya Dewi ingin tahu.


Tubuh Luna gemetar, dia seperti seorang pencuri yang telah tertangkap basah. Tapi ini semua terpaksa Luna lakukan. Apa dia salah untuk menyelamatkan ayah dan keluarganya? Luna tidak tahu harus berbuat apa saat ini? yang ia tahu adalah, dia harus jujur. Tapi bagaimana nasib keluarganya nanti?


'Dewa Agung sang pencipta, tolong hambamu ini. Tolong selamatkan seluruh keluarga hamba.' gumam Luna di dalam hatinya untuk berdoa.


Luna akan pasrah pada Dewa Agung sang pencipta. Luna tidak ingin berbohong lagi, tidak ada gunanya untuk di tutupi karena lambat laun mereka semua akan tahu juga. Luna dengan segera duduk bersujud ke hadapan Dewi Santa dan seseorang pemilik bayangan yang ada di hadapannya saat ini.


"maafkan hamba Dewi. Hamba bukan putri keturunan dari keluarga Genero. Hamba adalah rakyat jelata, hamba hanya gadis pengganti." ucap Luna dengan air mata yang sudah tidak dapat dia tahan, dan tubuhnya semakin bergetar akan rasa takut yang luar biasa.


"apa maksud anda gadis pengganti?" tanya Dewi Santa, dan seseorang pemilik bayangan yang juga mendengar kebenaran tersebut, tengah mengepalkan tangannya kuat.


"maafkan hamba Dewi. Hamba adalah rakyat jelata yang menggantikan posisi nona muda keluarga Genero." jawab Luna dengan nada bicara yang takut.

__ADS_1


"bagaimana bisa an…?" ucap Dewi Santa terputus karena gerakan cepat dari seseorang menghampiri Luna.


"beraninya kau menipuku." ucap murka seorang pria pemilik bayangan dari balik tirai.


Pria itu murka akan kebenaran yang ia dengar, serangan dan cekikan secara tiba-tiba yang di lakukan oleh pria itupun, membuat Luna susah untuk bernafas. Luna yang menerima serangan secara tiba-tiba, hanya bisa berusaha untuk melepaskan cekikan pada lehernya, namun itu hanyalah sia-sia. Kekuatan dari pria tersebut lebih kuat dari Luna.


"yang mulia jangan lakukan itu, dia pasti memiliki alasannya." ucap Dewi Santa.


Wajah Luna yang masih di tutup oleh kain sutra, tidak dapat melihat pria yang di panggil yang mulia oleh sang Dewi. Luna hanya bisa merasakan sebuah tangan besar dan kuat ada pada lehernya. Suara bariton seorang pria yang ada di hadapannya.


'apakah pria ini yang mulia kaisar?' gumam Luna di dalam hatinya.


'apakah ini hari terakhir ku? Ampunilah segala dosa-dosa hamba wahai Dewa Agung. Dan lindungilah seluruh keluarga hamba, hamba rela mati saat ini juga.' gumam doa Luna di dalam hatinya.


"tidak ada yang boleh dan berani untuk menipu apalagi membohongiku, tinggal kan tempat ini Dewi Santa. Dia harus mendapatkan balasan karena berani menipuku." bentak pria tersebut yang ternyata adalah kaisar Rey.


Dewi Santa yang sangat mengenal kaisar Rey, tahu saat ini sang kaisar sangat marah karena perbuatan Luna. Dewi Santa tidak bisa berbuat apapun untuk menolong Luna saat ini? Dewi Santa pergi meninggalkan Luna dan sang kaisar yang masih dalam mode marahnya.


"kau berani menipu dan berbohong padaku." ucap kaisar Rey dengan menekan setiap kata-katanya.


Luna tidak bisa menjawab karena tertahan akan cekikan pada lehernya.


Kaisar Rey yang sangat marah karena merasa di tipu dan di bohongi, mengikat kedua tangan Luna dengan menggunakan rantai Iblis. Dan kain sutra yang masih menutupi wajah Luna tidak di singkirkan sama sekali, sang kaisar mengikatkan ujung kiri dan kanan kain pada leher Luna, agar kain tersebut tidak lepas dari menutupi wajah Luna.


Begitu Luna sudah tidak berdaya, sang kaisar merobek semua gaun putih dan semua yang Luna pakai. Luna yang terkejut akan perbuatan kasar sang kaisar, hanya bisa menangis pasrah akan takdirnya. Sang kaisar telah gelap mata akan amarahnya, dia hanya memandang Luna sebagai wanita murahan yang menjual diri sebagai gadis pengganti.


Dalam pikiran sang kaisar saat ini, Luna hanyalah wanita bayaran untuk pengganti gadis perawan persembahannya. Luna hanyalah wanita bayaran yang pasti sudah tidak perawan lagi. Hanya wanita murahan dan seorang ****** yang mau di jadikan seorang pengganti. Itulah pandangan kaisar Rey kepada Luna saat ini.


Orang yang berani menipu dan berbohong kepadanya akan mendapatkan hukuman yang tidak akan pernah di bayangkan oleh siapapun? Kaisar Rey adalah kaisar yang tidak suka akan pengkhianatan. Seperti yang di lakukan oleh Luna, hukuman siksa dan hukuman mati akan Luna dapatkan dari sang kaisar.


Luna yang sudah tahu akan kesalahannya yang tidak bisa di maafkan lagi, hanya bisa menangis di perlakukan seperti itu oleh sang kaisar. Luna sangat terhina akan perbuatan yang di lakukan oleh sang kaisar, tubuhnya yang sudah polos dapat Luna rasakan. Apakah hukuman ini yang akan dia dapatkan? sesuatu yang sangat berharga yang ia miliki akankah di rebut dengan paksa?


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2