Cermin Ajaib.

Cermin Ajaib.
14. Rasa Kehilangan Kaisar Rey.


__ADS_3

***Istana Kerajaan Estrella***


Dua bulan sudah berlalu, sudah tiga bulan lamanya Luna berada pada paviliun di dalam istana barat Esencia. Dia sudah tahu dirinya tinggal di istana barat, yang artinya tinggal berdekatan dengan paviliun kaisar Rey. Namun hanya beberapa kali saja kaisar Rey menjenguknya ke sana, untuk sekedar bertanya keadaan dan bagaimana kondisinya saat ini.


Luna masih sering merasa takut kepada kaisar Rey jika melihatnya ada di hadapannya. Rasa trauma itu masih ada walaupun tidak terlalu parah seperti di masa awal pertemuan mereka. Luna tahu kaisar Rey hanya datang untuk melihat calon bayi pertamanya, yang sedang Luna kandung, dan bukan untuk melihat dirinya. Itulah pikiran Luna selama ini.


Terkurung di dalam paviliun selama tiga bulan, cukup untuk membuktikan jika itu adalah hukuman untuknya dari kaisar Rey karena berani membohonginya. Luna juga sadar, siapa yang ia hadapi saat ini? Seorang kaisar penguasa yang terkenal kejam dan bengis di dunia ini. Seorang kaisar yang menguasai beberapa kerajaan kecil di bawah kendalinya.


Jadi Luna tidak dapat melakukan perlawanan apapun? dirinya hanya bisa pasrah dan tunduk akan perintah dari sang kaisar. Dia dan tubuhnya sekarang adalah milik kaisar, bagaimana juga dia kini sudah menjadi selir sah dari kaisar Gun Reyhan Estrella.


Kegaduhan sedang terjadi di istana barat kerajaan Estrella, tepatnya di istana barat Esencia. Kaisar Rey yang tiba-tiba berkunjung ke dalam kamar yang di tempati oleh Luna Hermosa, menjadi murka ketika orang yang ia cari tidak ada di dalam kamar tersebut.


Tidak satu orangpun yang mengetahui keberadaannya. Semua penjaga dan pelayan yang bertugas tidak tahu jika selir Luna menghilang dari kamarnya.


"kemana selir Luna? apa yang kalian lakukan sehingga tidak mengetahui selir Luna ada atau tidak di kamarnya?" tanya kaisar Rey dengan tatapan tajam dan dinginnya melihat semua pelayan dan penjaga yang sedang bersujud di hadapannya.


"ma…maafkan kami yang mulia…!" jawab seorang penjaga yang menjadi pimpinan di sana. Suaranya gugup dan takut akan aura gelap sang kaisar saat ini.


"maaf katamu…!" ucap Kaisar Rey dengan segera menendang keras penjaga tersebut hingga terjungkal ke belakang. Mengenai dua penjaga lainnya.


"apa maaf dari kalian bisa menjamin selir Luna dan calon bayi ku selamat?" murka sang kaisar.


"jika terjadi sesuatu pada selir Luna dan bayiku, jangan harap nyawa kalian semua bisa terselamatkan. Kalian mengerti…?!" ungkap kaisar dengan tegas dan jelas.


"kami mengerti yang mulia." ucap serempak semua penjaga dan pelayan yang ada di hadapannya.


"cepat cari dan temukan selir Luna sekarang juga. Temukan selir Luna tanpa terluka dan lecet sedikitpun." perintah sang kaisar dengan tegas. Serempak semua yang ada di hadapannya berlalu pergi dari sana.


"kalian berdua, cepat temukan selir Luna dan segera bawa dia ke sini." perintah sang kaisar pada dua pengawal pribadinya.


"baik yang mulia." jawab dua pengawal pribadi kaisar, yang segera menghilang dari hadapan kaisar Rey.


Kini kaisar Rey hanya tinggal sendiri di dalam kamar yang ditempati oleh selir Luna, kamar yang awalnya bersih dan rapi. Kini telah berantakan seperti kapal pecah akibat kemurkaan dari kaisar Rey.


Dia tidak mengerti bagaimana caranya Luna keluar dari kamar itu? sedangkan di depan kamar ada 6 penjaga yang selalu siaga. Mereka mengatakan tidak melihat selir Luna keluar dari kamar sama sekali. Sedangkan 4 pelayan yang di tugaskan melayani selir Luna, juga tidak tahu junjungan mereka kemana?


Mereka semua tidak melihat selir Luna ataupun orang yang mencurigakan keluar dari kamar itu. Hanya seorang pelayan yang membawakan sarapan untuk Luna yang keluar masuk dari kamar tersebut. Jadi kapan dan bagaimana cara Luna bisa keluar dari kamar itu? Tidak ada satu orangpun yang tahu.


Kaisar Rey melihat ke arah ranjang yang kini kosong tanpa penghuninya berada di sana seperti biasanya. Jika setiap kali kaisar Rey berkunjung diam-diam, dia akan selalu menemukan selir Luna hanya akan duduk di atas ranjang dengan tatapan kosongnya.


"kemana kau pergi?" gumam sang kaisar pelan.

__ADS_1


"apa begitu inginnya kau keluar dari kamar ini? sehingga kau berani kabur keluar secara diam-diam." gumam kaisar Rey dengan tatapan yang terlihat nanar.


Ada rasa kehilangan dan sesuatu yang kurang di dalam hati kaisar Rey saat ini. Saat dirinya melihat ranjang kosong selir Luna.


"ada apa yang mulia?" tanya Dewi Santa yang baru saja tiba di sana. Dewi Santa mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar itu, benar-benar seperti kapal pecah.


"selir Luna kabur keluar dari kamar." jawab kaisar Rey.


"kabur, keluar dari kamar. bagaimana bisa?" tanya tidak percaya Dewi Santa melihat sang kaisar.


"seharusnya kau lebih tahu Dewi. Kau yang sangat dekat dengan selir Luna beberapa bulan ini. Jadi kau tahu karena apa dia kabur?"


"maaf yang mulia. Hamba tidak tahu jelas. Hamba hanya tahu, kalau selir Luna merasa tertekan dan terpenjara di dalam kamar selama tiga bulan ini."


"apa yang aku lakukan dan putuskan untuk selir Luna, apakah itu salah, Dewi Santa?!" tanya sang kaisar dengan nada yang terdengar adanya kesedihan pada suaranya.


Dewi Santa melihat intens wajah sang kaisar, terlihat ada kesedihan dan kehilangan di dalam sorot mata sang kaisar saat melihat ke arah ranjang selir Luna yang kosong.


"yang mulia. Maaf, jika hamba berkata lancang. Berikanlah sedikit kebebasan kepada selir Luna seperti selir lainnya. Saya yakin dia akan lebih menikmati hari-harinya di dalam istana ini, apalagi saat ini dia sedang mengandung anak pertama anda yang mulia. Jika hati ibunya bahagia, bayinya pun ikut bahagia." jelas Dewi Santa.


Kaisar Rey melihat ke arah Dewi Santa, diapun menghela nafasnya perlahan.


"jadi apa yang selama ini aku lakukan pada selir Luna? sama sekali tidak membuatnya bahagia." tanya kaisar melihat ke arah Dewi Santa.


"jadi dia merasa tertekan dan tidak bahagia." gumam kaisar Rey pelan yang masih bisa di dengar oleh Dewi Santa.


"cobalah mengenal selir Luna dari sekarang. Anda akan tahu. Setidaknya lakukan itu untuk bayi anda yang mulia." ucapan Dewi Santa sontak membuat sang kaisar melihat ke arahnya.


Kaisar Rey diam sejenak memandang Dewi Santa, diapun menghela nafasnya perlahan.


"akan coba aku lakukan, aku hanya tidak ingin dia terluka. Hanya itu yang aku inginkan sehingga menjaganya dengan ketat."


"tetapi justru itu yang membuat selir Luna tidak nyaman."


"apakah semua yang aku lakukan salah, Dewi?"


"maaf yang mulia, cobalah untuk menjadi akrab dan mengenal lebih dekat selir Luna. Bagaimana juga selir Luna? adalah selir anda dan ibu dari bayi anda." ucap Dewi Santa yang sontak membuat pandangan mata kaisar lagi-lagi melihat kepadanya.


Kaisar tidak menjawab, dia diam dan mencoba untuk mencerna apa yang di ucapkan oleh Dewi Santa? Dewi Santa hanya dapat tersenyum melihat seorang kaisar Rey, untuk pertama kalinya sang kaisar terlihat khawatir pada seseorang.


"hamba akan membantu mencari keberadaan selir Luna." ucapnya yang di jawab anggukkan kepala dari kaisar Rey.

__ADS_1


Dewi Santa segera memejamkan matanya dan merapalkan sebuah mantra yang tidak terdengar. Dewi Santa menggunakan kekuatan mata batinnya untuk melihat dan mencari di mana keberadaan selir Luna saat ini?


"ketemu yang mulia."ucap Dewi Santa.


"di mana dia?" tanya cepat kaisar Rey, dengan mimik wajah yang masih terlihat khawatir sekaligus penasaran.


"selir Luna berada di istana bagian Selatan yang mulia, dia baru saja selesai berdoa di sana. Sekarang sedang berdiri di bawah pohon sakura mengahap ke arah sunga kecil buatan yang ada di sana." jawab Dewi Santa yang masih memejamkan matanya.


"baiklah, aku akan ke sana sekarang juga." ucapnya.


"yang mulia…!" panggil Dewi Santa melihat ke arah kaisar Rey yang sudah beranjak dari duduknya.


"ada apa Dewi?"


"selir Luna sedang menangis, hatinya benar-benar sedang merasakan kesedihan yang mendalam, serta kerinduan kepada keluarganya." jawab Dewi Santa, itulah yang dia lihat dan rasakan saat melihat selir Luna melalui kekuatan mata batinnya.


"aku tahu harus apa? kau tenang saja Dewi, aku akan membuatnya menjadi lebih baik." jawab sang kaisar. Segera berlalu dari sana dengan berteleportasi.


"semoga ada rasa cinta kasih di antara kalian berdua." ucap doa Dewi Santa, berharap takdir cinta ada pada selir Luna dan juga kaisar Rey.


...--------------------------------...


…Istana Bagian Selatan Kerajaan Estrella…


Hembusan angin begitu sejuk menerpa wajah Luna, memainkan anak rambut depannya yang terus menari di terpa hembusan angin. Luna duduk di atas rumput halus, tubuhnya yang lemah dan lelah dia sandarkan pada batang pohon sakura yang ada di sana.


Tatapan matanya yang tersirat akan kesedihan dan kerinduan kepada seluruh keluarganya. Sudah tidak terhitung lagi, berapa banyaknya air mata yang ia tumpahkan? Dia menangisi nasib takdirnya yang tidak tahu arah. Luna tidak tahu lagi harus bagaimana menjalani kehidupannya saat ini?


Hatinya gundah dan bingung, dia sendiri di istana ini. Tidak ada teman ataupun kerabat yang bisa dia ajak bicara untuk sekedar mencurahkan isi hati dan pikirannya. Luna benar-benar merasa sendiri, menangis dan menangis itulah yang bisa dia lakukan saat ini. Hanya bisa berbicara pada bayi yang ada di dalam kandungannya, terkadang itu bisa membuat Luna lebih tenang.


Dirinya masih sadar, ini semua dia lakukan demi keselamatan seluruh keluarganya. Menjadi seorang gadis pengganti untuk persembahan kaisar Rey. Itu adalah pilihannya, jika saja dulu dirinya menolak. Dia dan seluruh keluarganya yang miskin mungkin sudah mati sejak beberapa bulan yang lalu.


Takdir begitu kejam padanya, tidak pernah memberikan sesuatu yang membuat Luna bahagia. Hanya bayi yang ada di dalam perutnya adalah alasan satu-satunya Luna untuk kuat menjalani hidupnya saat ini.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya.

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like nya.


Maaf baru bisa up kembali, author sedang sibuk menyambut banyaknya hari raya, acara dan kesehatan yang kurang baik akhir-akhir ini, terima kasih 🙏🙏🙏 masih setia pada cerita Cermin Ajaib.


__ADS_2