
***Kerajaan Estrella***
Luna tidak berdaya dengan tubuhnya yang sudah polos, yang dia bisa lakukan hanyalah menangis dan menangis. Luna sudah pasrah akan nasib yang ia dapatkan, hanya satu yang masih Luna harapkan, keselamatan seluruh keluarganya.
Amarah dari kaisar Rey sudah ada pada puncaknya, dia paling tidak suka di bohongi dan di tipu, itu adalah bentuk pengkhianatan terhadapnya. Kaisar memandang remeh pada tubuh polos yang ada di hadapannya tersebut., karena dialah sang penguasa kerajaan ini, jadi semua yang dia lakukan adalah benar.
Kaisar dengan cepat melepaskan semua pakaian putih yang dia gunakan, karena akan segera memberikan hukuman kepada wanita yang telah berani berkhianat padanya. Kaisar menikmati sepasang gundukkan yang Luna miliki dengan kasar, sesekali menggigitnya hingga tubuh Luna semakin gemetar dan menggeliat antara sakit dan geli.
Setelah puas akan siksaan yang dia lakukan terhadap gundukan kembar milik Luna, kaisar Rey turun ke bawah mengabsen setiap inci tubuh Luna dengan gigitan yang dia lakukan. Luna lagi-lagi hanya bisa gemetar dan menangis akan perlakuan kasar sang kaisar. Setelah puas akan perbuatan yang dia lakukan pada setiap inci tubuh Luna. Kaisar telah siap akan pertempuran selanjutnya.
Walaupun kaisar mendapatkan kesulitan, dia dengan kasar terus berusaha untuk menerobos apa yang seharusnya dia dapatkan? tidak peduli akan rintihan Luna yang merasakan sakit di bagian bawah tubuhnya. Begitu berhasil, sang kaisar dapat merasakan kehangatan yang tidak pernah dia rasakan selama ini. Kaisar juga tahu Luna masih perawan, karena terlihat darah mengalir di bawah sana, dan terasa sempit saat dia berusaha untuk masuk.
Kaisar menikmati sesuatu yang tidak pernah dia rasakan selama dia melakukan hubungan itu. Kenikmatan yang membuatnya melayang ke nirwana. Dari gerakkan yang tadinya kasar, kini telah berubah menjadi gerakan-gerakan lembut. Kaisar benar-benar mendapatkan kenikmatan yang membuat hati dan pikirannya menghangat, tubuh berharga yang di miliki oleh Luna benar-benar membuatnya nyaman.
Kaisar dengan gerakkan yang begitu lembut dan hangat, membuka semua ikatan yang ada pada tubuh Luna. Kaisar begitu terpesona akan kecantikan wajah Luna, wajah yang sangat teduh dan terasa hangat saat dia pandang. Wajah Luna yang penuh akan air mata, dengan lembut kaisar Rey mengahapus jejak air mata pada pipi Luna.
Mata Luna masih terpejam karena dia merasa takut untuk melihat ke arah sang kaisar yang telah mendapatkan mahkotanya. Kaisar Rey dengan lembut membelai pipi Luna dan mencium bibir yang terlihat nikmat di matanya. Luna hanya diam tanpa perlawanan sama sekali, kaisar pun tidak puas karena tidak mendapatkan balasan dari Luna.
"tatap mataku dan balas ciumanku, jika kau dan keluargamu tidak ingin di hukum mati." ucap ancaman kaisar Rey yang berhasil membuat Luna membuka matanya dengan cepat.
Luna dapat melihat seorang pria tampan ada di hadapannya, pria dengan rahang tegas, hidung mancung, bibirnya yang berbentuk hati semerah buah chery. Rambutnya yang sedikit panjang berwarna perak, kini basah akan keringat. Tubuhnya yang tinggi besar atletis sangat terlihat indah dengan warna kulitnya yang putih bersih.
Luna tidak percaya akan pandangannya saat ini, siapa pria yang sedang ada di atasnya tersebut? itulah pertanyaan Luna dalam pikirannya.
Kaisar Rey yang masih terbuai akan kenikmatan yang di berikan oleh tubuh Luna, dengan segera mencium bibir Luna yang terasa manis saat dia nikmati. Luna yang takut akan ancaman sang kaisar, berusaha untuk membalas ciuman dari sang kaisar. Pagutan yang mereka lakukan menambah kenikmatan untuk kaisar Rey.
Hati Luna yang terasa sakit, tetapi tubuhnya telah berkhianat padanya. Tubuhnya menikmati sentuhan lembut yang di lakukan oleh sang kaisar, setiap sentuhan lembut kaisar Rey membuat tubuh Luna menggeliat meminta lebih. ******* demi ******* terlepas dari kedua mulut mereka, merasakan kenikmatan yang tiada tara.
Puncak kenikmatan yang mereka raih bersama mempererat pelukan tubuh yang mereka lakukan. Dapat Luna rasakan sebuah semburan hangat masuk ke dalam rahimnya. Begitu kaisar telah puas dan selesai dengan ritualnya, dia pun bangkit dari atas tubuh Luna, segera dia memasang pakaiannya kembali, lalu menutupi tubuh polos Luna dengan sebuah kain besar.
Luna masih menangis dengan wajah yang ia palingkan, dia tidak sanggup lagi mengahadapi kenyataan kalau dirinya sudah tidak perawan lagi, dan mahkotanya di rampas secara paksa.
__ADS_1
"bila kau dan seluruh keluarga mu tidak ingin di hukum mati, bangun dan lakukan ritual selanjutnya." ucap sang kaisar menatap datar Luna yang berusaha menutupi tubuh polosnya.
Luna bangkit dengan susah payah menahan rasa sakit pada tubuh bagian bawahnya. Tubuh Luna masih gemetar akan rasa sakit dan takut yang dia rasakan. Namun demi menyelamatkan hidupnya dan seluruh keluarganya, dia rela melakukan apapun?
"Dewi Santa." panggil kaisar Rey dengan sedikit nada tinggi.
Dewi Santa masuk dan dapat melihat dengan jelas bagaimana penampilan Luna saat ini? kacau, sangat kacau dengan rambut panjangnya yang berantakan, wajahnya yang kusut setelah menangis, dan gaun putih panjangnya kini telah di gantikan oleh kain panjang membelit tubuhnya. Dewi sangat kasihan melihat Luna saat ini. Tetapi dia juga tidak bisa berbuat banyak, karena kuasa sang kaisar Rey.
"lanjutkan ritualnya." perintah kaisar dengan tatapan datarnya melihat ke arah Luna yang hanya bisa menundukkan kepalanya.
"baik yang mulia." jawab Dewi Santa.
"yang mulia kaisar Gun Reyan Estrella, apakah anda akan menerima Luna Hermosa menjadi selir anda?" tanya Dewi Santa melihat sang kaisar yang masih memandang datar Luna.
"iya saya terima." jawab sang kaisar datar.
"Silahkan kalian saling menukar cincin pernikahan." ucap Dewi Santa, yang membuat pandangan mata Luna melihat padanya.
"iya saat ini, anda dan yang mulia kaisar Rey sedang melakukan ritual pernikahan." jawab Dewi Santa.
Luna melirik sekilas pada sang kaisar, lalu menundukkan kepalanya kembali, karena rasa takut saat melihat tatapan datar sang kaisar padanya. Luna diam seribu bahasa, dia tidak bisa berbuat dan berbicara apapun lagi?
Luna di berikan sebuah cincin berwarna putih dengan mata berlian kecil, oleh sang Dewi. Kaisar juga membawa cincin yang sama. Luna menyematkan cincinnya terlebih dahulu kepada kaisar Rey, dengan tangan yang masih gemetar akan rasa takut dan trauma. Kaisar Rey dapat melihat itu semua. Tanpa berpikir panjang lagi, kaisar Rey menyematkan cincin yang dia pegang ke jari manis tangan kanan Luna.
"Dengan ini saya nyatakan kalian sudah sah sebagai suami istri, silahkan yang mulia melakukan ritual selanjutnya." ucap Dewi Santa, membuat Luna pasrah dengan matanya yang terpejam kuat, dan bibirnya yang ia gigit.
Kini dirinya adalah istri sah atau selir sang kaisar penguasa 5 kerajaan. Kaisar Gun Reyan Estrella, kaisar yang ternyata masih terlihat muda dan tampan di usianya yang sudah 100 tahun lebih. Apakah itu kekuatan dari darah sang iblis yang mengalir dari dalam tubuhnya? atau apakah itu darah keturunan Dewi Bulan yang mengalir di dalam tubuh sang kaisar? sehingga sang kaisar tidak bisa menua.
Dewi Santa membawa sesuatu yang di tutupi oleh sebuah kain berwarna emas. Benda tinggi itu berdiri tegak di hadapan Luna dan kaisar yang sudah berdiri berdampingan. Perlahan Dewi Santa menarik kain menutup benda tinggi tersebut, dan benda itu adalah sebuah cermin tinggi dengan ukiran cantik pada pinggiran cerminnya. Luna tidak mengerti !!
Untuk apa mereka bercermin? pada cermin tinggi yang ada di hadapan mereka, Luna tidak mengerti untuk apa mereka lakukan itu? senyum mengembang pada bibir sang Dewi, sedangkan sang kaisar menatap tidak percaya pada pantulan yang ada di dalam cermin.
__ADS_1
"Selamat yang mulia, semoga kebaikan ini akan membuahkan hasil yang baik." ucap sang Dewi dengan senyum senangnya.
Luna semakin tidak mengerti dengan apa yang sedang mereka lakukan? dan apa yang di bicarakan oleh sang Dewi? Luna saat ini sedang berusaha menahan rasa sakit di bagian bawah tubuhnya, sedangkan kakinya yang gemetar dari tadi masih berusaha Luna tahan agar berdiri tegak. Luna semakin merasakan tubuhnya lemas akibat rasa sakit dan sesuatu di dalam tubuhnya mulai memanas.
Kaki Luna sudah tidak bisa menopang tubuhnya yang lemas, tubuhnya semakin melemah dan akhirnya jatuh tidak sadarkan diri. Kaisar Rey yang ada di sampingnya, dengan sigap memeluk tubuh lemah Luna, lalu mengangkatnya ala bridal. Dewi Santa pun terkejut akan hal tersebut.
"ada apa yang mulia?" tanya khawatir Dewi Santa melihat Luna tidak sadarkan diri.
"aku terlalu kasar padanya, dan tubuhnya juga ketakutan." jawab sang kaisar dengan tatapan teduhnya pada wajah Luna.
Dewi Santa dapat melihat tatapan teduh sang kaisar pada selir barunya tersebut. Tatapan yang tidak pernah ada pada mata tajam sang kaisar. Dewi Santa berharap Luna dapat membawa sebuah perubahan yang baik untuk sang kaisar.
Kaisar Rey memejamkan matanya, lalu dia menghilang dari ruangan tersebut. Kaisar Rey berteleportasi ke dalam kamarnya, dengan membawa serta tubuh Luna yang ada di dalam gendongannya. Kaisar Rey ingin membawa tubuh Luna ke dalam kamar paviliunnya, tetapi dia tidak tahu kamar Luna yang mana?
Dari pada kaisar salah masuk kamar, lebih baik Luna dia bawa ke dalam kamarnya. Ini untuk pertama kalinya kaisar Rey membawa seorang wanita masuk ke dalam kamar tidur pribadinya. Luna lah wanita pertama sekaligus selir pertama yang dia bawa masuk.
Perlahan tubuh Luna di letakkan ke atas ranjangnya, lalu menyelimuti tubuh Luna dengan selimut yang selalu dia pakai untuk tidur. Tatapan matanya masih teduh memandang Luna yang masih tidak sadarkan diri.
"siapa dirimu? apakah benar kau hanya gadis rakyat jelata?" ucap kaisar pelan, dengan tatapan mata yang tidak lepas dari wajah pucat Luna, tetapi masih terlihat cantik.
"kau harus memiliki alasan yang kuat, agar aku tidak menghukum kebohongan mu padaku." ucap kaisar kembali. Kemudian berlalu dari sana. Dia ingin memanggil tabib istana untuk melihat kondisi Luna.
Ada sedikit rasa khawatir dan menyesal dalam hati kaisar Rey, akan perbuatannya pada Luna tadi. Kaisar tidak ingin terjadi apapun pada Luna? karena dia melihat ada setitik harapan pada Luna Hermosa, si gadis pengganti.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.