
***Kerajaan Estrella***
Kaisar Gun Reyan Estrella begitu gelisah menunggu apa hasil yang di dapatkan oleh tabib istana dan juga Dewi Santa, kondisi Luna Hermosa yang terkena tusukkan belati dari putri Zorra, sangat parah dan masih terus mengeluarkan darah dari dalam perutnya.
Kaisar menunggu di depan pintu kamarnya yang sudah rusak, tetapi masih bisa untuk di tutup. Kaisar Rey tidak pernah merasakan hal yang di rasakan hati dan jantungnya saat ini. Kaisar menunggu dengan wajah yang tenang, datar dan dingin. Sehingga tidak ada satupun yang berani untuk mendekatinya.
Begitu pintu terbuka, kaisar melihat intens Dewi Santa yang keluar dari dalam kamar dan ada tepat di hadapannya. Kaisar melihat dengan seksama mimik wajah Dewi Santa.
"maaf yang mulia, anda telah menunggu lama. Selamat yang mulia atas kehamilan selir Luna Hermosa. Selamat anda akan memiliki seorang keturunan." ucap Dewi Santa memberikan berita kehamilan Luna Hermosa pada sang kaisar.
Kaisar Rey terdiam tanpa mimik wajah sama sekali, pikirannya masih mencoba mencerna apa yang di katakan oleh Dewi Santa? Dewi Santa yang tersenyum senang akan kabar penting, kabar yang telah di nantikan oleh mereka bertahun-tahun, kini telah menjadi kenyataan. Dan seorang Luna Hermosa lah yang telah memberikan berita tersebut.
"yang mulia." panggil Dewi Santa karena melihat kaisar Rey hanya diam saja.
"apa Dewi bisa mengulanginya lagi?" ucap kaisar Rey ingin tahu lebih jelas lagi.
"selamat atas kehamilan dari selir Luna, dan selamat yang mulia akan memiliki seorang keturunan." ucap Dewi Santa mengulangi kembali apa yang dia ucapkan tadi?
"hamil, selir Luna hamil !!" ucap kaisar Rey.
"iya yang mulia." ucap Dewi Santa membenarkan.
"apakah benar Dewi?" tanya kaisar Rey masih tidak percaya, sembari dia mengguncangkan kedua bahu Dewi Santa.
"iya yang mulia, selir Luna saat ini sedang hamil dan berhasil mengandung keturunan anda yang mulia." jawab Dewi Santa dengan senyum senangnya.
Kaisar mendengar berita itu dengan jelas, senyum senang mengembangkan di bibirnya. Akhir dari penantiannya kini telah berakhir. Akhirnya keturunan yang ia tunggu-tunggu kini hadir pada rahim seorang Luna Hermosa. Selir barunya yang berasal dari rakyat jelata.
"selir Luna, anda tidak boleh terlalu banyak bergerak, pendarahan anda masih belum bisa di hentikan." ucap tabib istana dari dalam kamar, tentu saja masih bisa di dengar oleh sang kaisar yang berdiri di ambang pintu kamar.
Kaisar Rey yang mendengar suara tabibpun masuk dengan segera.
"apa yang kau lakukan?" tanya kaisar Rey melihat Luna berusaha untuk bangun dari tidurnya.
Luna meringis kesakitan tetapi dirinya memaksakan diri untuk bangun. Kaisar tidak habis pikir dengan kelakuan selirnya tersebut. Kalau Luna terus bergerak, pendarahan pada perutnya akan semakin parah, dan kaisar tidak ingin luka Luna mempengaruhi kehamilannya.
Luna menatap sang kaisar yang ada di hadapannya, dengan nafasnya yang terengah-engah.
"apa benar hamba hamil?" tanya Luna yang masih tidak percaya akan berita kehamilannya.
Luna tidak bisa percaya, kalau dirinya akan secepat itu bisa mengandung anak dari kaisar Rey, Sedangkan mereka baru satu kali melakukan hubungan tersebut.
__ADS_1
"iya selir, anda hamil." jawab Dewi Santa.
"tidak, itu tidak mungkin!" ucap Luna sembari menggelengkan kepalanya, dan tangan kanannya menekan luka perutnya yang terasa sakit saat dia berbicara.
"itu tidak mungkin, kami hanya melakukannya satu kali. Jadi tidak mungkin hamba hamil. Ini pasti salah. " ucap Luna tidak percaya dan tidak ingin percaya. Air matanya pun menetes antara sakit atau tidak bisa menerima kenyataan.
Kaisar Rey dan Dewi Santa saling memandang.
"semua itu bisa saja terjadi, karena berkat dari Dewa Agung. Jadi kita hanya bisa bersyukur dan menerimanya." ucap Dewi Santa melangkah ingin mendekati Luna.
"jangan mendekat !" ucap Luna merentangkan tangan kirinya ke depan.
Dewi Santa menghentikan langkahnya, kaisar Rey mengerutkan alisnya melihat ke arah Luna. Nafas Luna masih terengah-engah karena menahan rasa sakit yang sangat.
"jangan ada yang mencoba mendekati hamba." ucap Luna dengan tatapan datarnya.
"ada apa selir?" tanya Dewi Santa dengan lembut.
Dewi Santa tidak ingin Luna terguncang, karena itu hanya akan membahayakan janin dalam kandungan Luna. Anak inilah satu-satunya harapan mereka untuk mematahkan kutukan yang di dapatkan oleh keluarga kaisar Rey.
"apa yang anda harapkan dari anak ini yang mulia?" tanya Luna dengan susah payah.
Rasa sakitnya sangat menyiksa dirinya. Kaisar yang mendapatkan pertanyaan dari Luna terdiam, begitu juga Dewi Santa yang melihat ke arah kaisar Rey.
Luka di perut Luna terus mengeluarkan darah. Luna yang mendengar jawaban dari kaisar, masih tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh sang kaisar. Luna tidak percaya kalau anak yang ia kandung adalah anak pertama dari kaisar Gun Reyan Estrella.
"begitu banyak selir yang anda miliki yang mulia, tidak mungkin anak yang hamba kandung adalah anak pertama anda." ucap Luna tidak percaya sembari menggelengkan kepalanya.
"selir Luna, apa yang di katakan oleh kaisar Rey adalah benar. Tidak semua selir yang di miliki oleh yang mulia, bisa mengandung benih anak dari kaisar Gun Reyan Estrella. Tidak ada satupun selir yang berhasil mengandung anak dari yang mulia, andalan yang pertama kalinya. Jadi itu adalah anak pertama yang mulia." jawab Dewi Santa memberikan penjelasan.
Dewi Santa tahu Luna tidak dapat dengan mudah mempercayai ucapan dari kaisar Rey. Jadi dia ingin membantu untuk meyakinkan Luna, agar dapat tenang dalam menjalani kehamilannya di masa depan.
Luna tahu Dewi Santa tidak akan berbohong dengan hal yang seperti itu. wanita mana yang tidak ingin mengandung anak sang kaisar. Luna hanya ingin mencoba keberuntungan dan kesempatan bagus yang di berikan oleh Dewa Agung padanya.
"kalau ini memang benar anak pertama yang mulia, apakah anda bisa menerima anak yang di kandung dalam rahim wanita seperti hamba?" tanya balik Luna.
"tentu saja, siapapun wanitanya, dia tetaplah ibu dari anakku. Jadi pasti akan aku terima."
"karena terpaksa?" ucap Luna dengan menekan setiap kata-katanya.
Kaisar Rey dan Dewi Santa saling melihat.
__ADS_1
"bukankah hamba hanya seorang wanita pembohong, apakah mungkin hamba pantas menjadi ibu dari anak seorang kaisar penguasa 5 kerajaan?" tanya Luna dengan senyum getirnya.
Ingatan saat peristiwa yang tidak dapat di lupakan oleh Luna pun terlintas pada kepalanya. Luna tetap akan gemetar dan takut saat ingatan itu muncul pada ingatannya. Kaisar tahu apa yang di maksudkan oleh luna? kaisar lalu memerintahkan semua orang untuk keluar dari kamar tersebut. Kecuali Dewi Santa, kaisar ingin Dewi Santa bisa membantu untuk meyakinkan Luna, agar Luna bisa tenang. Luna terlihat terguncang dengan semua kejadian ini.
"tentu saja kau pantas, aku sudah tahu siapa dirimu yang sebenarnya, aku telah tahu apa alasanmu menjadi gadis pengganti. Aku tahu segalanya tentang mu selir Luna." jawab kaisar ingin mencoba meyakinkan dan menenangkan Luna saat ini.
Terlihat Luna masih terguncang dan mengingat kejadian pada hari pernikahan mereka. Di dalam hati kaisar Rey, benar-benar menyesal dan bersalah karena bersikap kasar kepada Luna. Sedangkan Luna masih belum bisa percaya dan menerima semua yang terjadi padanya saat ini. Kaisar telah tahu alasan Luna menjadi gadis pengganti, lalu bagaimana nasib keluarganya?
"bagaimana keluarga hamba? apa keluarga hamba juga di hukum?" tanya Luna dengan mimik wajahnya yang sedih dan menahan rasa sakit, kaisar tidak tega melihatnya. Ingin rasanya dia mendekat dan mendekap Luna masuk ke dalam pelukannya.
"tidak, aku tidak pernah menghukum rakyat ku yang tidak bersalah." jawab kaisar Rey, berharap Luna bisa lega mendengar jawaban darinya.
Ada rasa lega di dalam hatinya, bila kaisar telah tahu alasan dia menjadi gadis pengganti, dan tidak menghukum keluarganya. Semua ini Luna lakukan untuk keselamatan dan kelangsungan hidup seluruh keluarganya, jadi kalau keluarga di hukum semua yang ia lakukan akan sia-sia saja.
Tubuh Luna berangsung melemas, tubuhnya yang tadi tegang kini lemas kembali. Luna limbung ke arah samping ranjang, namun dia dapat menahan tubuhnya dengan tangan kanannya agar tidak jatuh. Kaisar Rey dan Dewi Santa tersentak ingin maju.
"jangan ada yang mendekat." ucap Luna sedikit meninggikan nada bicaranya.
Kaisar Rey dan Dewi Santa yang ingin mendekati Luna pun berhenti di tempatnya masing-masing.
Dengan nafasnya yang terengah menahan rasa sakitnya, Luna mencoba melihat ke arah kaisar Rey yang menatapnya cemas. Luna dapat melihat sorot kecemasan di dalam tatapan mata sang kaisar.
"yang mulia, apakah benar keluarga hamba tidak di hukum?" tanya Luna terbata-bata ingin kepastian.
"iya. Keluarga mu semua selamat dan tidak di hukum sama sekali, aku sudah memerintahkan anak buahku untuk melindungi mereka dari jarak jauh, dan kau juga bisa tenang karena keluarga Genero lah yang telah mendapatkan hukumannya." jawab kaisar Rey dengan cepat.
Dia berharap Luna bisa tenang dengan penjelasannya. Kaisar saat ini benar-benar cemas dan khawatir melihat kondisi Luna. Darah masih menetes terus dari sela-sela jari tangan kanan Luna yang menutupi luka di perutnya. Luna masih ingat kabar yang dia dengar, kalau kaisar yang ada di hadapannya ini, adalah seorang kaisar yang kejam, kuat dan bengis. Jadi apakah mungkin keluarganya dapat selamat begitu saja?
"apa yang mulia berkata seperti itu, karena anak yang hamba kandung ini?" ucap Luna dengan susah payah. Rasa sakitnya benar-benar menyiksanya.
"tidak, apa yang aku katakan adalah benar. Aku tidak menghukum mereka, sejak kau belum sadar seperti sekarang ini." ucap kaisar.
"maksud yang mulia?" tanya Luna tidak mengerti.
Luna tidak tahu kalau dirinya sudah tidak sadarkan diri selama 2 mingguan, dia berpikir kejadian itu baru saja terjadi kemarin dan tiba-tiba saja dirinya langsung hamil. Kaisar Rey dan Dewi Santa tahu Luna pasti bingung atas kejadian ini, tidak tahu kalau dirinya sudah 2 minggu tidak sadarkan diri. Luna tidak tahu apa yang terjadi pada tubuhnya selama ini.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
__ADS_1
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.