
***Istana Kerajaan Estrella***
Kaisar Rey mengetahui perubahan pada gerak tubuh Luna, dia dengan segera melakukan teleportasi ke arah kamar pribadinya. Kaisar membawa Luna masuk ke dalam kamarnya untuk kedua kalinya, sebab kamar tidur yang di tempati oleh Luna masih di rapikan setelah kemarahannya yang memporak porandakan kamar tersebut.
Luna masih melihat ke arah depan pada ujung kakinya, dirinya tidak sanggup untuk melihat wajah kaisar Rey yang seketika membuat dirinya tiba-tiba malu, entah ada apa dengan Luna? Luna pun tidak mengerti akan hal itu.
Perlahan kaisar meletakkan tubuh Luna di atas ranjangnya, lalu berdiri pada sisi ranjang melihat Luna yang sedang merapikan gaun yang ia gunakan. Kaisar masih melihat Luna dengan intens, ada kelegaan di hati kaisar Rey melihat Luna dan bayinya baik-baik saja.
"terima kasih yang mulia." ucap Luna pelan sembari menundukkan kepalanya.
Kaisar Rey duduk di samping Luna, yang membuat Luna ingin menggeser tubuhnya ke samping. Kaisar dengan cepat mencekal lembut kedua pundak Luna agar tidak bergerak sedikitpun. Luna diam tidak bisa berbuat apapun? karena tubuhnya di tahan cukup kuat walaupun tidak ada rasa sakit sedikitpun yang ia rasakan. Kaisar berbuat lembut padanya.
"apa kau baik-baik saja?" tanya kaisar melihat Luna masih menundukkan kepalanya.
"iya yang mulia, hamba baik baik saja. Maafkan hamba yang mulia atas kelancangan hamba keluar dari kamar tanpa izin dari anda." balas Luna masih ingat akan kesalahan yang ia lakukan beberapa saat yang lalu.
Luna takut di hukum untuk kedua kalinya, dia sangat menyesal berbuat seperti itu. Luna akan berusaha membuat sang kaisar tidak marah lagi padanya, bagaimana juga trauma yang ia rasakan belum hilang sepenuhnya, jangan sampai Luna mendapatkan rasa trauma yang baru lagi. Itulah yang ada di dalam hati Luna saat ini.
Kaisar tahu apa yang sedang di pikirkan oleh Luna, kaisar dapat membaca dengan mudah semua pikiran dan isi hati Luna saat ini.
"apa kau masih takut padaku?" tanya kaisar.
Perlahan kaisar menyentuh dagu Luna dengan telapak tangannya, dengan lembut kaisar mengangkat wajah tertunduk Luna agar melihat padanya. Kini tatapan mata mereka bertemu, Luna dapat melihat mata indah berwarna silver kehijauan milik kaisar begitu teduh dan hangat memandangnya.
Kaisar memandang mata biru bening yang sangat indah dan tidak banyak orang di dunia ini memiliki warna mata seperti yang di miliki oleh Luna. Kaisar terpesona akan tatapan lembut dan hangat Luna Hermosa. Perlahan kaisar yang terbawa akan suasana mendekatkan wajahnya pada wajah Luna.
Luna yang juga terpesona akan keindahan mata sang kaisar seperti tersihir diam terpaku pada tempatnya, dia tidak sadar kini bibir lembut kaisar tengah menyapu lembut bibirnya. Kaisar Rey yang merasakan tidak ada perlawanan dari Luna, meneruskan kegiatan yang ingin dia lakukan.
Kaisar Rey perlahan meresapi ciuman lembut mereka, semakin lama semakin dalam. Kaisar dan Luna sama sama terbuai akan suasana hati mereka masing-masing, ciuman yang tadinya lembut dan halus, kini semakin menuntut untuk lebih.
Kaisar Rey yang menginginkan lebih dari ciuman mereka, berusaha untuk menerobos masuk. Luna yang terbuai akan sikap lembut sang kaisar mengikuti permainan kaisar, Luna membuka sedikit mulutnya yang memberikan kaisar kesempatan untuk masuk lebih dalam lagi, pagutan demi pagutan mereka lakukan dan saling memberikan kenikmatan pada ciuman dalam yang mereka lakukan.
Luna yang terlihat belum terbiasa akan ciuman dalam dari sang kaisar terlihat seperti kehabisan nafasnya. Dengan hati yang tidak rela kaisar melepaskan pagutan mereka, memberikan Luna kesempatan untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya. Kening keduanya menempel dengan kedua telapak tangan kaisar mencakup wajah Luna.
Keduanya terengah-engah karena kehabisan pasokan udara pada saat ciuman dalam yang mereka lakukan. Luna yang kini telah sadar, wajahnya berubah merona. Bisa bisanya dia terbuai akan perlakukan lembut dari sang kaisar yang sangat dia takuti.
"Luna…!" panggil kaisar lembut pada Luna.
__ADS_1
"maaf yang mulia." balas Luna dengan menggigit sedikit bibir bawahnya, Luna takut kaisar marah akan perbuatan lancangnya tadi.
"mengapa meminta maaf, kau tidak salah." jawab kaisar masih melihat intens wajah Luna yang merona.
"apa kau masih takut padaku Luna?" tanya kaisar lembut.
"ti…tidak yang mulia." ucap Luna sedikit gugup.
Saat ini Luna bukannya takut untuk melihat wajah sang kaisar, tetapi dirinya malu. Ada perasaan malu yang ia rasakan saat melihat wajah tampan yang ada tepat di hadapannya. Rasa takutnya berangsur-angsur menghilang.
"Luna…pandang mataku." perintah kaisar Rey, karena Luna hanya menundukkan pandangan matanya ke bawah.
Luna yang tidak ingin kaisar Rey marah, karena tidak mengikuti apa yang di perintahkan oleh sang kaisar? perlahan mengangkat pandangan matanya melihat ke arah mata sang kaisar, yang menatapnya dengan penuh kehangatan dan kelembutan.
Pandangan mata mereka sama sama teduh, lembut dan hangat. Ada gejolak di dalam hati kaisar Rey untuk memiliki Luna Hermosa. Hatinya merasakan sebuah getaran yang tidak pernah dia rasakan selama ini. Kaisar menginginkan untuk memiliki seutuhnya wanita yang ada di hadapannya ini.
"aku menginginkan dirimu saat ini." ucapnya yang membuat wajah Luna bertambah merona akan rasa malu.
Bisa bisanya sang kaisar mengucapkan kalimat yang sangat berterus terang. Begitulah kaisar Rey yang tidak bisa menahan dirinya, apa yang di inginkannya? akan ia utarakan dengan keterusterangan. Namun tidak dengan Luna, dia sungguh sangat malu. Bahkan untuk menjawab saja Luna tidak bisa.
Tetapi sayang tubuh Luna berkhianat padanya, kepalanya mengangguk setuju begitu saja. Tatapan keduanya masih saling mengenal dan memahami keinginan masing-masing.
Wajah Luna semakin merona akan rasa malu yang ia rasakan, justru membuat sang kaisar senang ketika melihatnya. Kini keduanya terbuai akan pesona masing-masing. Tanpa menunggu lama lagi, kaisar yang memang sangat menginginkan Luna sejak lama, tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.
Perlahan kaisar Rey menyentuh wajah cantik Luna dengan tangan kanannya, Luna diam tanpa perlawanan. Wajah sang kaisar mendekat hingga perlahan memangkas jarak antara mereka berdua. Bibir sang kaisar yang begitu hangat dan lembut kini dapat Luna rasakan.
Beberapa kali ciuman ringan di lakukan oleh sang kaisar, memberikan sensasi yang meminta lebih bagi Luna saat ini. Perlahan kedua tangan Luna terangkat untuk melingkari leher kaisar Rey, Kaisar yang mendapatkan balasan dari Luna semakin semangat lagi untuk memperdalam ciuman mereka.
Pagutan lembut kini telah mendominasi mereka, perlahan namun terus menuntut lebih. Pagutan ringan berubah menjadi ciuman yang semakin dalam, dan panas. kedua bibir yang sedang bertautan tidak ada yang ingin mengalah.
Mereka menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh pasangannya saat ini. Kaisar perlahan melepaskan semua yang menempel pada tubuh Luna, tanpa melepaskan pagutan yang memberikannya kenikmatan terus untuk menyesapi bibir yang terasa manis dan lembut baginya.
Luna pun sama dengan gerakkan yang di lakukan oleh sang kaisar, dia membantu melepaskan semua yang menempel pada tubuh sang kaisar. Perlahan kaisar menurunkan sentuhannya ke leher jenjang putih Luna. Aroma mawar segar menyentuh penciuman hidungnya.
Luna terlena akan sentuhan yang di berikan oleh kaisar Rey pada setiap inci tubuhnya. Kaisar menikmati keindahan benda kenyal yang sangat menggoda baginya, begitu lembut, hangat dan terasa penuh saat kaisar meremasnya lembut. Dua benda yang cukup besar memenuhi pegangan tangannya.
Sentuh lembut kaisar memberikan sensasi luar biasa bagi Luna, rintihan kenikmatan begitu saja keluar dari mulutnya. Semakin membakar telinga dan tubuh kaisar Rey saat mendengar suara rintihan Luna. Tangan Luna yang meremas lembut kedua pundaknya, menambah sensasi pada keinginan kaisar Rey untuk berbuat yang lebih.
__ADS_1
Begitu semua telah siap dan selesai akan sentuhan yang dapat membakar tubuh mereka. Kaisar Rey dengan perlahan membawa masuk benda pusaka yang ia miliki ke dalam tubuh Luna. Pelan tetapi pasti tertanam dalam pada milik Luna. Kaisar Rey benar-benar mendapatkan kenikmatan yang belum pernah ia dapatkan sebelumnya.
Milik Luna masih sama sempit saat pertama kalinya mereka melakukan hal itu. Rintihan kesakitan masih dapat Luna rasakan saat benda pusaka milik kaisar masuk ke dalamnya. Remasan kuat kedua tangan Luna menjadi bukti jika itu masih terasa sakit, namun kaisar melakukannya dengan pelan dan lembut sehingga Luna juga dapat menikmatinya.
Kaisar Rey yang tahu Luna tengah kesakitan, mencium lembut bibir Luna agar dapat meredakan rasa sakit yang Luna rasakan. Lunapun sama, dia yang begitu menikmati apa yang di berikan oleh kaisar? membalas ciuman lembut sang kaisar. Kini keduanya saling berpagutan memberikan kenikmatan masing-masing.
Gerakkan lembut nan nikmat yang di lakukan oleh kaisar Rey pada tubuh Luna. Membuat melayang keduanya serasa ke nirwan. Rintihan kenikmatan terdengar dari mulut mereka berdua. Keduanya sama sama memberikan kenikmatan tiada tara yang mereka inginkan.
"ooo…sayangku…kau sungguh nikmat saat ini."ungkap bisik kaisar Rey pada telinga Luna.
Luna merasa geli akan sentuhan hangat nafas sang kaisar pada telinganya.
"yang mulia." balas Luna pelan.
"iya…sebut namaku." ucapnya lembut tanpa melepaskan gerakan yang ia lakukan.
"yang mulia Rey." balas Luna dengan meremas lembut punggung kaisar yang ada tepat di atasnya.
Kaisar melakukan gerakan lembutnya agar bayi yang ada di dalam perut Luna tidak tersakiti. Terlihat jelas perut Luna yang putih bersih membuncit. Menandakan perkembangan bayi pertamanya yang semakin tumbuh besar di dalam sana. Menambah rasa sayangnya pada Luna, dengan lembut kaisar membelai perut buncit Luna, Kaisar kini tengah membimbing dan menguasai tubuh Luna.
Begitu lembut perlakuan sang kaisar pada Luna, hingga rasa trauma yang Luna rasakan menguap begitu saja. Menguap seiring kenikmatan yang ia dapatkan, hingga tubuhnya sudah beberapa kali merasa menegang serta merinding kenikmatan oleh belaian dan sentuhan lembut sang kaisar.
Entah waktu telah berjalan berapa lama, Kekuatan senjata pusaka kaisar Rey, sungguh sangat kuat dan dapat bertahan lama. Luna yang sudah mencapai puncak kenikmatan meremas punggung sang kaisar, Kaisar yang juga merasa sesuatu akan mencapai puncaknya, menambah ritme kecepatan gerakannya.
Hingga kini keduanya benar-benar berada di puncak kenikmatan surgawi yang tiada tara. Pelukan hangat kaisar Rey pada Luna begitu nyaman tanpa menyakiti perut buncit Luna.
"terima kasih." ucap sang kaisar sembari mencium lembut kening Luna.
Tatapan keduanya kini sama sama lembut dan penuh akan kasih sayang di dalamnya, rasa takut, gugup dan tidak nyaman yang pernah Luna rasakan hilang begitu saja, akan perlakuan lembut dan hangat kaisar Rey. Luna terpesona akan pria yang baru saja selesai menguasai tubuhnya. Kepuasanlah yang di dapatkan oleh keduanya, kepuasan yang tidak ternilai.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like nya.