Cermin Ajaib.

Cermin Ajaib.
3. 5 Tingkatan Kasta.


__ADS_3

***Kerajaan Estrella***


Pada zaman di dunia ini, ada 5 tingkatan sosial untuk membedakan kasta serta tingkatan dalam hidup seseorang di setiap kerajaan, mereka memiliki nama marga keluarga menurut kerajaannya masing-masing, seperti :



Keturunan keluarga kerajaan.


keturunan keluarga bangsawan.


Para pejabat daerah, pelajar, dan ilmuwan.


Para orang kaya atau konglomerat.


Rakyat jelata tanpa marga.



Nama marga keluarganya pun berbeda-beda pada setiap kerajaan, akan di urutkan dari paling tinggi atau teratas, sampai paling terendah atau bawah, seperti :




Marga yang ada di kerajaan Estrella atau kerajaan Cahaya, kerajaan terkuat dan terbesar di dunia ini.




Gun untuk keluarga kaisar.




Luz untuk keluarga kerajaan Estrella.




Sol untuk keluarga bangsawan.




Mes untuk para pejabat daerah, pelajar dan ilmuwan.




Rayo untuk para orang kaya atau konglomerat.




Marga yang ada di kerajaan Fuego atau kerajaan Api.




Lava untuk keluarga kerajaan Fuego.




Quem untuk keluarga bangsawan.




Vela untuk para pejabat daerah, pelajar dan ilmuwan.




Seco untuk para orang kaya atau konglomerat.

__ADS_1




Marga yang ada di kerajaan Viento atau kerajaan Angin.




Cielo untuk keluarga kerajaan Viento.




Aire untuk keluarga bangsawan.




Pajaro untuk para pejabat tinggi, pelajar dan ilmuwan.




Poder untuk para orang kaya atau konglomerat.




Marga yang ada di kerajaan Tierra atau kerajaan Bumi.




Montana untuk keluarga kerajaan Tierra.






Parque untuk para pejabat daerah, pelajar dan ilmuwan.




Grava untuk para orang kaya atau konglomerat.




Marga yang ada di kerajaan Atala atau kerajaan Air, kerajaan terkecil dari kerajaan lainnya.




Mar untuk keluarga kerajaan Atala.




Rio untuk keluarga bangsawan.




Forma untuk para pejabat daerah, pelajar dan ilmuwan.



__ADS_1


Genero untuk para orang kaya atau konglomerat.




Paling terendah tanpa marga adalah rakyat jelata. Jumlah mereka lebih banyak di bandingkan dengan keluarga yang memiliki marga. Rakyat jelatalah yang paling berusaha dalam perjuangan hidupnya. Tidak sedikit dari mereka hidup sengsara, karena raja yang tidak bisa berbuat banyak, akibat ketakutan dan tunduknya para raja kepada sang kaisar penguasa 5 kerajaan. Kaisar Gun Reyan Estrella.


Para gadis yang sudah datang ke dalam istana kerajaan Estrella, di berikan sebuah paviliun menurut kasta yang mereka miliki masing-masing. Begitu juga dengan Luna yang berada pada paviliun, di mana para nona muda keluarga orang kaya atau konglomerat berada? yaitu paviliun istana Teratai.


Ada beberapa istana bagi para putri dan nona muda yang datang untuk di tempati. Untuk para putri kerajaan akan berada di dalam paviliun istana Suci. Untuk para nona muda dari keluarga bangsawan, akan berada di dalam paviliun istana Langit. Untuk para nona muda dari keluarga pejabat daerah, pelajar dan ilmuwan akan berada pada paviliun istana Putih. Dan untuk para nona muda dari keluarga orang kaya atau konglomerat, akan berada di dalam istana Teratai.


Kawasan istana Suci dan istana Langit ada di daerah istana kerajaan Estrella bagian barat, di mana istana kerajaan Estrella untuk tempat tinggal kaisar. Sedangkan istana Putih dan Teratai ada di daerah istana kerajaan Estrella bagian Timur, jauh dari tempat tinggal sang kaisar. Itulah istana khusus untuk para selir dari sang kaisar, karena kaisar tidak memiliki permaisuri sama sekali.


Semua orang tahu, sampai saat kini sang kaisar tidak pernah mengangkat seorang permaisuri sama sekali. Entah karena alasan apa? tidak ada yang tahu, selain 20 iblis pengikut setianya dan sang Dewi Santa Adivina. Semua putri dan nona muda yang datang hanya di jadikan selir penghangat ranjangnya saja.


Luna yang tahu kalau paviliun tempatnya tinggal berada jauh dari istana sang kaisar, dapat bernafas dengan lega. Luna seperti mendapatkan sebuah angin segar saat tahu, jika dia akan mendapatkan giliran dari kunjungan sang kaisar paling lama seminggu lagi. Yang artinya Luna masih bisa hidup seminggu lagi, dia masih bisa mencari cara dan jalan untuk dirinya bisa lepas dari menjadi tumbal sang kaisar.


Malam yang begitu dingin membuat semua orang akan malas untuk keluar dari kamarnya, begitu juga Luna. Perjalanan dan ketegangan tadi siang sudah cukup untuknya hari ini. Besok pagi dia akan mulai berperang kembali untuk mengahadapi kenyataan yang ada. Kenyataan di mana ada sebuah peraturan bagi mereka yang baru saja bergabung menjadi selir baru.


Mereka di wajibkan datang ke istana bagian Selatan, untuk memberikan penghormatan kepada mediang kaisar dan permaisuri terdahulu, yang tidak lain adalah kedua orang tua sang kaisar yang menghilang secara misterius. Luna akan mengikuti alurnya saja, dia akan berusaha untuk tidak mencari masalah, sekaligus ingin mencoba membaca situasi yang ada di sekitar istana yang akan dia lalui besok.


Luna mencoba tertidur nyenyak, karena lelah diapun tertidur tanpa menunggu rasa kantuknya datang lebih lama lagi. Tanpa Luna sadari seseorang yang terlihat misterius melihatnya dari kejauhan. Bibirnya tersenyum puas dan seakan bahagia seperti telah mendapatkan sebuah hadiah besar yang tidak ternilai harganya.


Pagi hari pun tiba, Luna yang sudah sejak pagi buta bangun untuk mandi dan bersiap diri. Selesai sarapan Luna bergegas pergi setelah jemputan dari seorang penjaga datang. Luna pergi di dampingi oleh pelayan pribadinya yaitu Celin. Luna terlihat cantik dan segar dengan gaun putih polosnya, tidak lupa rambut panjang hitamnya di tata rapi dengan hanya di ikat sebagian saja. Luna terlihat cantik dengan polesan make up yang terlihat natural.


Ke 5 calon selir baru sang kaisar, tidak di perbolehkan tampil glamor dan berlebihan. Karena acara mereka saat ini adalah untuk berdoa dan bukan untuk berpesta. Jadi mereka harus tampil dengan sangat sederhana.


Di dalam hati Luna berpikir, apakah hari ini dia akan bertemu dan melihat sang kaisar? Luna merasakan degup jantungnya bertambah kencang. Sebuah istana dengan aula yang besar terlihat indah dan Suci dengan tembok yang berwarna putih dan emas menghiasi seluruh istana bagian Selatan tersebut.


Ke 5 selir di minta masuk ke dalam ruangan untuk berdoa, di mana dua buah papan nisan yang tertuliskan nama sang kaisar dan permaisuri terdahulu. Kaisar Gun Neon Estrella dan permaisuri Gun Luna Ilena Estrella. Luna yang membaca papan nisan dengan nama yang sama dengan namanya pun, tertegun dan memandang papa nisan yang ada di meja altar besar di hadapannya.


'apakah ini hanyalah kebetulan semata? ataukah nenek yang sengaja memakai nama yang mulia permaisuri untuk diriku?' gumam Luna di dalam hatinya.


'semoga ini bukanlah pertanda buruk bagiku.' gumam Luna dalam benaknya.


Luna yang sudah duduk bersujud di depan meja altar, kini memejamkan matanya. Luna berdoa setulus hati, Luna mendoakan segala yang terbaik bagi mediang sang permaisuri dan kaisar terdahulu. Agar mereka selalu bahagia dan berada di sisi Sang Pencipta, Luna juga meminta bimbingan agar dia selalu berada di jalan keselamatan dan bisa hidup dengan tenang karena telah masuk ke dalam istana dengan kebohongan.


Luna juga meminta ampunan dan memohon maaf untuk kebohongan yang telah dia perbuat. Dia akan berbuat apapun demi menebus segala kebohongan yang menambah dosa-dosanya? Bahkan memberikan nyawanya sekalipun Luna sanggup, demi keselamatan seluruh anggota keluarganya. Luna juga berdoa untuk kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan sang kaisar.


Luna masih memejamkan matanya dengan rapat. Tanpa dia sadari satu persatu putri dan nona muda yang ada di dalam aula itu telah hilang. Mereka di bawa masuk ke sebuah ruangan tertutup yang ada di sisi aula. Untuk melakukan ritual selanjutnya.


Luna masih saja betah akan matanya yang tertutup dan berdoa, karena itu membuat hatinya nyaman serta tenang. Pikiran Luna juga begitu jernih hingga yang dia lihat hanyalah tempat hampa yang penuh akan cahaya terang dan kabut awan. Tempat yang begitu sepi, tempat yang dia rasa seakan berada di atas awan. Luna seakan terbang di atas langit.


Luna melihat tempat itu bersih dan tenang, beberapa saat kemudian, Luna mendapatkan penglihatan suatu tempat yang tidak pernah dia lihat sama sekali. Suatu tempat di mana ada dirinya dan sebuah pantulan dirinya, dia dan pantulan itu seakan kembar. Luna hanya bisa melihat pantulan itu tersenyum padanya, lalu rambutnya yang hitam berubah menjadi berwarna perak.


Dengan segera Luna membuka matanya, karena terkejut akan apa yang dia lihat? Luna diam dengan pandangan lurus ke depan, dengan kedua tangannya masih tercakup di depan dadanya.


"apa anda sudah selesai berdoa nona Luna?" tanya seorang wanita secara tiba-tiba.


Luna melihat ke arah suara.


"iya Dewi, maafkan hamba… bila hamba berdoa terlalu lama." jawab Luna dengan senyum tipisnya.


Penglihatan tadi masih terlihat jelas, tempat dan pantulan dirinya yang berubah.


"apa yang anda doakan?" tanya Dewi Santa Adivina dengan senyum manisnya melihat Luna.


"mendoakan mediang yang mulia kaisar dan yang mulia permaisuri, Dewi."


"apakah hanya itu?" tanya Dewi Santa, yang membuat Luna tidak mengerti.


"maaf Dewi…maksud anda…?"


Dewi Santa hanya tersenyum melihat ke arahnya, sebelum menjawab pertanyaan Luna.


"Apa yang nona doakan dan harapkan serta yang anda bayangkan, semua itu akan terlaksana. Semoga nona bisa bertahan demi kebahagiaan itu." ucap Dewi Santa dengan senyum manisnya.


Luna tambah tidak mengerti akan apa yang di katakan oleh Dewi Santa? Luna melirik sejenak pada sekitarnya, sepi hanya ada dia dan Dewi Santa. Lunapun heran, kemana yang lainnya?


"maafkan saya Dewi…saya sudah lama di sini. Sampai tidak tahu yang lainnya sudah pergi." ucap Luna karena melihat tidak ada ke 4 calon selir lainnya di sana.


"tidak apa-apa, mereka baru saja pergi untuk ritual selanjutnya, sekarang giliran anda nona Luna." jawab Dewi Santa sembari mendekatinya.


Dewi Santa Adivina mengulurkan tangannya ke hadapan Luna. Luna melihat ke arah mata dan uluran tangan sang Dewi secara bergantian.


"mari saya bantu anda untuk berdiri, dan menyusul calon selir yang lainnya. Anda harus menyelesaikan ritual selanjutnya hari ini. Agar bisa bertemu dengan kaisar Rey." jawabnya.


Luna terdiam karena mendengar nama kaisar Rey di sebutkan. Luna di minta menyelesaikan ritual selanjutnya agar dapat bertemu dengan sang kaisar. Kaisar yang sangat ingin di hindari oleh Luna saat ini, nanti dan juga besok. Luna belum siap untuk bertemu sang kaisar.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…

__ADS_1


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.


__ADS_2