Challenge For Love

Challenge For Love
Kekacauan


__ADS_3

Bella kemudian berbalik dan berusaha untuk tetap tenang. Arsenio terlihat menyambutnya dengan senyum hangat sementara Yaya terlihat khawatir.


" Ma, ngapain bawa Bella kesini?" tanya Yaya.


" Yaya, Seharusnya mama yang nanya sama kamu. Bella ada dikamar kamu tapi kenapa kamu bilang kalau dia udah pulang" sahut ibu Yaya yang membuatnya terdiam.


" Tante jangan marah ke Yaya, tadi Bella emang mau pulang kok tapi gak jadi" Timpal Bella.


" Oh, begitu. Yaudah kalau gitu tante tinggal dulu ya" serunya lalu pergi. Bella kemudian duduk disebelah Yaya dan berusaha untuk tenang meskipun roh seakan ingin pergi meninggalkan dirinya.


" Hai Bella, perkenalkan saya Arsenio rekan kerja pak Burhan " ujar Arsenio memperkenalkan dirinya.


" Oh, Gue Bella " jawabnya.


Dia kemudian melirik kearah Yaya begitupun Yaya. Bella memang takut pada Arsenio tapi ia meyakini Yaya bahwa Arsenio tidak akan mungkin berbuat macam-macam padanya dirumah Yaya. Perutnya yang terus saja bernyanyi membuat Bella segera menyantap cemilan yang ada dihadapannya.


" Laper Lo?" bisik Yaya.


" Menurut Lo gimana? gue belum makan apapun dari tadi bego" sahut Bella berbisik.


" Kalian ngomongin apaan?" tanya Arsenio tiba-tiba.


" Kepo Lo " jawab Bella spontan. Lalu ia tersenyum tipis dan berkata" Kita gak ngomong apa-apa kok"


Nyawa gue penting banget, gue gak boleh cari masalah sama psiko ini. Lebih baik kalau gue pura-pura gak kenal aja. Iya, gue lebih baik bersikap santai dan gak kenal dia jadi gue bakalan aman batin Bella bangga dengan pemikirannya.


" Tunggu bentar gue ambil makanan buat Lo" seru Yaya yang segera ke dapur mengambil makanan untuk Bella.


Kini hanya ada Bella dan Arsenio di ruang tamu tersebut. Ponsel Arsenio tiba-tiba berdering dan ia segera mengangkatnya.


' Halo'


' Tuan, kami sudah mengepung kediaman pak Burhan dan para pengawalnya sudah kami bereskan'


' Kerja bagus, kalian tau apa yang harus dilakukan selanjutnya kan'


' Iya tuan, kami akan segera melaksanakannya '

__ADS_1


Arsenio kemudian memutuskan panggilan dan menyimpan ponselnya. Dia langsung duduk disebelah Bella yang tentu saja membuat Bella segera menjauh, tetapi Arsenio langsung menariknya mendekat.


" Apa Lo pikir bisa lepas semudah itu Bella?" bisik Arsenio.


" Apa maksud Lo? bukannya kata Lo kalau gue bisa kabur dari sana berarti gue bebas dan Lo gak akan ganggu gue lagi" sahutnya pelan.


" Haha... Bella, Lo pikir Lo siapa bisa ngatur gue. Gue ada game baru buat Lo sekarang" serunya.


" Game? gue gak mau lagi main game sama orang gak sportif kayak Lo" jawab Bella kesal.


" Yakin? Berarti Lo siap mati sekarang" ancam Arsenio. Bella menatap Arsenio tajam, ia tau kalau pria ini pasti akan melakukan apapun sesuka hatinya.


" Lo mau apa lagi dari gue bangsat?" ucapnya kesal.


" Gamenya mudah. Lo gue kasih pilihan sekarang, mau sahabat Lo atau orang tuanya?"


" Maksudnya?"tanya Bella tak mengerti.


" Sekarang kediaman Burhan ini dipenuhi anak buah gue dan gue bisa ngelakuin apapun dengan tangan bersih disini. Gue sebenernya males banget berhubungan sama Burhan tetapi Lo yang ngajak gue kesini Bella, jadi Lo harus bantu gue buat milih yang mana dulu yang harus gue bunuh " jelas Arsenio sambil tersenyum licik.


" Lo jangan berani-berani ngelakuin apapun kemereka atau.."


Gue kenapa bodoh sih? kenapa gue malah buat keluarga Yaya jadi incaran ni psiko batinnya kesal sekaligus merasa bersalah. Dia tidak bisa melihat keluarga Yaya terluka karena selama ini keluarga Yaya sudah seperti keluarga kedua untuk Bella. Mereka selalu ada untuk Bella saat ia ribut dengan ayahnya.


" Gue bakalan ngelakuin apapun kemauan Lo tapi gue mohon lepasin mereka" pinta Bella.


" Kenapa jadi gini? Gue gak suka Bella yang pasrah gini, gue lebih suka Bella yang keras kepala dan mulut kasarnya. Dimana keberanian Lo ha? cuma gara-gara keluarga begini Lo mau segampang itu nyerah buat hidup Lo" seru Arsenio.


" Lo gak tau apa-apa, mungkin karena Lo gak punya keluarga. Asal Lo tau, keluarga ini bahkan lebih berharga dari nyawa gue. Mereka selalu ada buat gue, mereka rumah kedua gue dan gue gak akan biarin Lo nyakitin mereka" tegasnya.


" Haha Bella... Bella.. Lo pikir Lo siapa ha?"


Bella kemudian duduk dipangkuan Arsenio dan tangannya kini berada di leher Arsenio. Hal itu sontak membuat siaga para bawahan Arsenio yang segera menyandera keluarga Yaya.


" Apa-apaan ini ha? ngapain kalian nahan saya? Arsenio, Bella ada apa ini?" pekik Burhan yang kini di sandera pengawal Arsenio begitupun Yaya dan ibunya.


" Diam jika kalian masih ingin hidup!" tegas Arsenio dengan suara lantang. Dia kemudian menatap Bella yang ada di pangkuannya.

__ADS_1


Kenapa gue malah ngerasa senang dengan posisi ini? Gue gak boleh lengah sama bocah ingusan ini batin Arsenio.


" Bella, Lo yakin bisa bunuh gue? silahkan saja dan Lo bakalan lihat tiga mayat lainnya" ucap Arsenio santai. Bella terlihat gemetar dan panik. Dia menjadi sangat frustasi karena ia tak mau sesuatu yang buruk terjadi pada keluarga Yaya.


" Gue minta Lo lepasin mereka sekarang brengsek? Lo beneran gak sayang sama nyawa Lo ha!" pekik Bella yang berusaha untuk mengancam Arsenio.


Tiba-tiba Arsenio langsung menyingkirkan tangan Bella dari lehernya lalu ia mengunci Bella dalam dekapannya. Dia kemudian mengeluarkan pistol dan mengarahkannya pada Burhan.


" Jangan! Jangan lakuin itu! Gue mohon, jangan!" Mohon Bella begitupun Yaya dan ibunya.


" Lo lupa Bella, gak akan ada yang bisa ngatur gue" ujar Arsenio yang langsung melesatkan peluru tepat dikepala Burhan. Peristiwa itu membuat Bella, Yaya dan ibunya Yaya histeris. Bella terus meronta untuk membebaskan diri tapi Arsenio malah menguncinya makin erat.


Arsenio lanjut mengarahkan pistol pada ibunya Yaya dan langsung melesatkan peluru berikutnya. Suara tawa Arsenio terdengar begitu keras. Ia sangat senang melihat penderitaan Bella dan orang-orang yang dibunuhnya.


" Dasar psiko gila Lo! lepasin gue hiks.. lepasin anji*g hiks.." ucap Bella. Air matanya begitu deras keluar bagai tanggul bocor.


" Terus menangis Bella, Gue seneng banget ngeliat Lo begini hahaha" sahut Arsenio. Kini ia mengarahkan pistol ke Yaya yang terlihat menangis tersedu-sedu akibat kematian orangtuanya.


" Selanjutnya" seru Arsenio.


" Gue mohon jangan! Gue bakalan ngelakuin apapun buat Lo, gue mohon Arsenio jangan ngelakuin itu. Gue janji sama Lo bakalan nurutin semuanya asal Lo jangan nembak Yaya" pinta Bella.


" Lo yakin?"


" Iya, gue bakalan ngelakuin apapun itu buat Lo tapi tolong jangan sakitin Yaya"


" Oke, gimana kalau sekarang Lo yang nembak Yaya buat gue?" ujar Arsenio. Hal itu sontak membuat Bella menatap Arsenio tajam. Ia tidak mungkin menembak Yaya, yang sudah dianggap seperti saudaranya sendiri. Yaya yang selalu ada buatnya kini Arsenio ingin ia yang menghabisinya. Itu tidak akan mungkin terjadi dalam hidup Bella.


" Lebih baik Lo bunuh gue sekarang, gue lebih pantas mati dari pada mereka" tegas Bella.


Arsenio tampak tak mempedulikan perkataan Bella dan memanggil sekretaris pribadinya.


" David, saya tau kamu sangat sibuk akhir-akhir ini dan tidak sempat jajan bukan. Bagaimana kalau kamu segera memakan gadis itu? sepertinya selera kamu" seru Arsenio.


" Sesuai perintah tuan"


David segera mendekati Yaya dan melakukan apa yang diperintahkan oleh Arsenio. Bella tak bisa berbuat apapun saat sahabatnya dilecehkan tepat dihadapannya. Dia marah, kecewa, kesal semuanya campur aduk tetapi ia tak bisa berbuat apapun karena mulutnya kini ditutup rapat oleh tangan Arsenio. Ia hanya bisa menangis menatap sahabatnya tersebut.

__ADS_1


Gue akan balas Lo suatu hari nanti Arsenio Barack batin Bella bersumpah.


__ADS_2