Challenge For Love

Challenge For Love
Nyaris Maut


__ADS_3

Bella langsung memutar arah pistolnya kearah Arsenio. Anehnya tak ada peluru yang keluar dari pistol Mila maupun Bella. Arsenio terlihat begitu gembira.


" Apa Lo pikir gue sebego itu ha? Gue gak mungkin ngasih pistol dengan peluru ke Lo karena gue tau sasaran Lo bukan Mila tapi gue " ungkap Arsenio. Ia kemudian mengarahkan pistol yang ditangannya kearah Mila.


" Tuan mohon maafkan saya. Saya mohon tuan jangan bunuh saya tuan" rengek Mila yang membuat Bella iba.


" Jangan bunuh dia, bunuh gue aja" ucap Bella tanpa sadar.


" Lo yakin? mau mati buat wanita panggilan kayak dia. Padahal tadinya gue mau lepasin Lo, tapi gue kasih Lo kesempatan lagi deh Lo yang mati atau dia" ujar Arsenio memberikan penawaran pada Bella.


Gue masih pengen hidup buat papa, Yaya, Devan dan paopao tapi cewek itu juga pasti pengen hidup buat keluarganya. Selama ini gue udah cukup merasakan apapun yang gue mau, mungkin sekarang waktunya gue untuk ketemu mama di surga batin Bella.


" Bunuh gue aja" ucap Bella dengan percaya diri. Ia tampak tersenyum sambil menutup matanya seakan pasrah menerima kematiannya.


" Wah...wah... wow... ternyata cewek mulut kasar kayak Lo punya rasa kemanusiaan yang tinggi ya. Oke, gue bakalan nurutin kemauan Lo " balas Arsenio yang segera melepaskan tembakan anehnya Bella tak merasakan apapun.


" Apa gue udah disuruh ya" lirih Bella pelan yang membuat Arsenio tersenyum.


" Welcome to surga Arsenio Barack" seru Arsenio yang membuat Bella segera membuka matanya dan menatap kearah Mila yang sudah tidak bernyawa.


" Lo stres anji*g! Lo gila! gue kan udah bilang bunuh gue aja, kenapa Lo bunuh dia?" pekik Bella.

__ADS_1


" Siapa Lo yang berhak menentukan keinginan gue? gue udah bilang kan apapun yang terjadi disini atas kemauan gue. Gue pasti bakalan bunuh Lo tapi bukan berarti gue bakalan biarin dia tetap hidup kan" jelas Arsenio yang membuat Bella semakin geram saja kepadanya.


" Psikopat gila ya Lo. Gue yakin gak akan ada wanita yang mau nikah sama Lo dan tahan sama sikap bodoh Lo itu. Lo bakalan sendiri seumur hidup Lo " cetus Bella kesal.


" Nikah? gue gak butuh itu. Gue bisa dapat wanita manapun yang gue mau termasuk Lo tapi sayang bocah kayak Lo bukan tipe gue" sahutnya yang membuat Bella semakin kesal.


Arsenio kemudian mendekati Bella dan duduk di sebelahnya.


" Gue penasaran, setinggi apa bayaran Lo sampai mau nyembunyiin identitas atasan Lo itu" ucapnya.


" Atasan pala Lo. Gue gak pernah disuruh siapapun kemari, itu cuma kesalahan gue doang yang buat gue gak sengaja masuk sini. Lagian gue udah riweh sama masalah hidup gue jadi lepasin gue ya" ujar Bella.


Arsenio hanya diam dan mengambil apel yang ada di nakas sebelahnya. Dia kemudian meletakkan apel itu di atas kepala Bella.


" Lebih baik Lo jangan banyak gerak karena kalau sampai gue salah tembak berarti itu akhir hidup Lo " sahutnya sambil berjalan mundur beberapa langkah. Ia mengambil posisi yang tepat untuk melepaskan peluru dalam pistolnya.


" Psikopat gila Lo! dasar brengsek, cow..." belum selesai Bella berbicara Arsenio langsung memotongnya.


" Cukup! Lo emang gak pernah belajar dari kesalahan ya. Udah tau hidup Lo itu ada ditangan gue sekarang, Lo malah ngucapin kata-kata kotor buat gue. Apa hidup Lo benar-benar kaga guna ha?"


Bella terdiam sejenak, ia mengingat semua kenakalan yang dilakukannya. Ia mengingat bahwa ia hanya selalu membuat masalah untuk ayahnya semenjak ibunya meninggal. Dan untuk crushnya Devan, dia rela ngelakuin hal bodoh yang ternyata gak ada hasil sama sekali bahkan Devan sekarang udah punya pacar. Memikirkan hal itu membuatnya merasa begitu lelah.

__ADS_1


" Lo bener, gue bener-bener anak yang gak berguna" jawabnya dengan raut wajah sedih. Arsenio segera menurunkan pistolnya, ntah kenapa ia merasa aneh melihat gadis itu sedih.


" Jadi Lo benar-benar mau mati?"


" Ya, mungkin itu lebih baik karena gue gak harus ketemu sama lady old dan anak malnutrisi itu. Mereka pasti bisa buat papa bahagia, gue siap sekarang kalau Lo mau bunuh gue" sahut Bella yang membuat Arsenio mengangkat pistolnya dan melesatkan tembakan yang ternyata mengenai apel yang ada di kepala Bella.


Arsenio kemudian mendekati Bella dan melihat wajahnya dari jarak yang begitu dekat. Bella membuka matanya perlahan, mereka saling pandang dalam waktu yang lumayan lama. Arsenio sudah menahan sejak tadi untuk tidak menyentuh wanita dihadapannya ini tetapi saat mata mereka saling beradu pandang seperti ini menimbulkan perasaan aneh pada dirinya.


Mata yang begitu indah, hidung mancung dan bibir tipis merah muda yang menjadi daya tarik Bella. Wajah baby face itu tentu membuat setiap orang ingin mencubitnya.


" Kenapa Lo natap gue gitu?" lirih Bella pelan.


" Ada sesuatu di Lo, gue belum bisa bunuh Lo karena gue belum tau siapa atasan Lo " jawabnya yang tentunya membuat Bella kesal. Ia hendak menendang Arsenio tetapi Arsenio menahannya. Ia menatap kaki mulus itu dan membelainya perlahan.


" Lo mau apa ha? jauhin gue anji*g " pekik Bella merasa tak nyaman dengan sentuhan Arsenio.


" Cewek kayak Lo pasti udah sering ngelakuin hal itu sama banyak cowok kan, jadi gak usah sok polos deh. By the way karena Lo udah ganggu santapan pagi gue, gimana kalau Lo aja gantinya sekarang karena gue juga belum pernah ngerasain anak sekolah kayak Lo. Gue cuma pengen tau aja gimana rasanya?" jelas Arsenio yang mulai meraba-raba tubuh Bella.


" Bangsat ya Lo! Lo kira cewek itu makanan ada berbagai rasa, Lo emang stres banget! dasar cowok psikopat, jauh-jauh dari gue bangsat dan asal Lo tau ya seumur hidup tubuh gue cuma buat my hot boy Devan jadi Lo jangan berani-berani nyentuh gue" tegas Bella tetapi hal itu tidak dipedulikan oleh Arsenio yang mulai membuka satu persatu buah baju Bella.


Bella semakin ketakutan karena tindakan Arsenio. Dia ingin lari tapi tidak bisa karena tangan yang diborgol pada kepala tempat tidur dan kakinya yang di tahan oleh tubuh Arsenio. Setelah semuanya terbuka, Arsenio hanya menatap dengan senyuman liciknya sementara Bella merasa begitu tak nyaman. Ia merasa ingin mati saja sekarang. Hal yang berharga dalam hidupnya akan segera di renggut oleh pria psikopat dihadapannya.

__ADS_1


" Wah ternyata tubuh Lo lumayan bagus juga ya" seru Arsenio, Bella tak menyahut hanya diam seribu bahasa. Dia tak tau harus berbuat apa lagi, yang ada dibenaknya kini hanya ingin mengakhiri hidupnya. Arsenio mulai menyentuh yang membuat Bella merasakan sensasi yang belum pernah ia rasakan selama ini. Ia merasa aneh setiap kali Arsenio menyentuhnya.


__ADS_2