
Bella mengendarai mobil tersebut dengan kecepatan penuh. Ia begitu kesal dengan ayahnya yang tega menamparnya demi wanita baru. Air matanya terus mengalir bagai sungai deras. Ia tak tau arah tujuan hendak kemana dan bertemu siapa. Ponselnya juga ia buang.
Ditikungan saat hendak berbelok tiba-tiba mobil yang dikendarainya nyaris menabrak mobil pengendara lain. Untungnya dia dengan sigap membanting stir mobilnya. Dengan emosi yang menggebu-gebu ia keluar dari mobil dan mengetuk keras kaca mobil pengendara lain.
" Bisa nyetir gak Lo, Goblok? Lo tau kan kalau gue gak gercep tadi nyawa gue atau pun Lo bisa melayang gila" marahnya meluapkan kekesalan pada pengemudi tersebut.
" Maaf mbak, bukannya anda yang salah ya. Untung saya dan bos saya baik-baik saja jika terjadi sesuatu anda akan kami tuntut" jawab pengendara tersebut.
" Bangsat Lo ya" ucap Bella menonjok wajah pengemudi tersebut" Udah salah malah ngeyel makan tu!"
Bella segera pergi kembali menuju mobilnya sementara pengemudi yang hendak keluar dicegat oleh bosnya.
Bella terus saja mengumpat saat menyetir, semua kata-kata kotor keluar dari mulutnya.
"BANGSAT! KENAPA HARI INI GUE APES BANGET SIH? GAK DISEKOLAH, GAK DIRUMAH APES MULU BAHKAN MASALAH CINTA GUE JUGA APES. KENAPA UJIAN GUE BERAT BANGET? " Teriaknya kesal.
Bella kemudian mengemudi tak tau arah untuk menenangkan pikirannya. Dia kemudian berhenti di sebuah taman dan melihat keluarga bahagia sedang piknik disana.
" Andai mama masih ada pasti hidup gue gak akan kayak gini. gue juga gak akan mungkin ketemu cewek tua dan anaknya yang malnutrisi itu" lirih Bella.
Tiba-tiba seseorang memberikan tisu padanya.
" Gak butuh gue" serunya menepis tangan orang tersebut.
" Gue tau Lo butuh ini, jelek banget muka Lo kayak gitu" jawab orang tersebut.
" Anjir, Lo ngatain gue ha? ngajak ribut Lo sama gue" pekik Bella tak terima.
" Lo emosian banget sih, niat gue baik ya cuma mau ngasih ini buat Lo" sahutnya.
__ADS_1
" Gue bilang gak butuh, Lo punya kuping kan seharusnya Lo denger dong apa yang gue bilang tadi. Apa jangan-jangan Lo tuli ?"
" Kenapa Lo jadi ngatain gue sih?" balas orang tersebut tak terima.
" Lo duluan kan, mending Lo pergi deh. Gue pengen sendiri sekarang "
" Dasar cewek aneh" serunya lalu pergi meninggalkan Bella sendiri. Seseorang kemudian memegang pundaknya.
" Mau apalagi sih anji*g!" seru Bella hendak menonjok tetapi ia mengurungkan niatnya saat melihat yang dibelakang ternyata adalah Yaya sahabatnya.
" Apa? mau nonjok gue Lo? berani ha?" ujar Yaya yang kini duduk disebelah Bella.
" Kok Lo bisa tau gue disini?" tanya Bella bingung.
" Lo lupa kalau yang Lo bawa itu mobil gue ha! gue udah pasang GPS di mobil makanya gue tau Lo disini. Lagian Lo ngapa kayak bocah dah baru dikenalin sama calon mama baru aja udah gitu banget " sahut Yaya.
" Yaudah coba aja kalau gue kerumah Lo dan jadi nyokap tiri Lo, Lo terima gak?" Bella terlihat begitu kesal.
Yaya berusaha terus menasehati Bella yang kepala batu. Ya karena hanya Yaya yang begitu dekat dengan Bella dan mengetahui segala macam problematika dalam hidupnya.
" Gue cuma bisa ngasih nasehat aja buat Lo nih. Lo denger syukur kalau kagak yaudah "
" Ya, kenapa gue harus gini banget sih? gue juga mau papa bahagia tapi gue cuma belum bisa nerima orang baru aja dirumah. Gue belum siap, Ya" jelas Bella.
" Iya gue paham kok bel, ibu tiri itu emang kebanyakan kaga baik difilm tapi kalau tante tadi kayaknya baik deh bel. Percaya gue deh, bokap lo pasti bakalan senang banget kalau Lo bisa nerima dia"
Bella merenung sejenak hingga ayahnya tiba-tiba datang menghampirinya. Pria itu langsung memeluk erat putri kesayangannya itu.
" Maafin papa nak, papa janji mulai sekarang bakalan ngikutin kemauan kamu. Papa dan Tante Sinta gak akan menikah karena kamu jauh lebih berharga dari apapun nak" tukas papanya Bella yang membuatnya sedikit tak enak hati. Dia memang selalu egois tentang banyak hal tapi ini menyangkut kebahagiaan papanya. Selama ini ayahnya selalu menerima segala bentuk kenakalan Bella tetapi ketika ayahnya ingin mencoba mencari kebahagiaan apakah Bella harus merusaknya.
__ADS_1
" Pa, kenapa dibatalin? Bella setuju papa nikah sama lady old itu " cetusnya.
" Lady old? maksud kamu tante Sinta" ujar ayahnya memastikan.
" Yup tapi dengan syarat Bella gak mau dia sok berkuasa apalagi mau sok-sokan kayak mama kandung Bella. Bella gak akan pernah manggil dia mama atau sejenisnya dan Bella juga gak mau berurusan apalagi sekamar sama anaknya. Bella setuju papa nikah tapi Bella belum bisa nerima mereka sekarang jadi ya kalau papa setuju sama syarat Bella papa bisa nikah sama dia kalau enggak itu hak papa juga" jelas Bella yang membuat ayahnya bingung. Dia berfikir sejenak lalu memutuskan untuk menuruti syarat Bella.
" Pa, Bella hari ini tidur dirumah Yaya. Gak apa-apa kan, papa bisa siapin pernikahan papa sama Tante lady old itu " pinta Bella.
" Yaudah kamu jaga diri ya sayang, jangan buat papa khawatir" sahutnya.
mereka segera berpisah, Bella dan Yaya menuju rumah Yaya sementara ayahnya pulang kerumah.
" Cie yang bakalan punya mama dan saudara baru, jangan lupain gue ya " ledek Yaya yang membuat Bella menatap tajam kearahnya.
" Udah deh ya, gak mood gue ngomongin itu sekarang. Gue sebenernya gak mau tapi papa kelihatan sedih banget pas dia ngomong gak jadi nikah. Gue gak tega banget liatnya ya"
" Oke, dari pada Lo galau gimana kalau kita ke club aja sekarang"
Wajah Bella yang murung berubah seketika dan langsung mengiyakan ajakan Yaya.
Sesampainya di club, mereka terlihat begitu antusias dan memesan makanan dan minuman yang termahal.
" Gila, disini emang surganya penghilang galau ya" pekik Bella.
" Iya dong. Lo mau apa aja terserah ntar gue traktir semuanya" sahut Yaya.
" Banyak uang Lo. Dapet dari om om mana Lo" ejek Bella.
" Om om sayang gue dong, hari ini dia menang tender dan Lo tau dong dia dapet bonus yang gede makanya gue bisa beli apapun yang gue mau" balas Yaya.
__ADS_1
" Gila Lo ya, masih mau aja sama bujang tua itu. Kalau gue sih ogah lebih baik sama Devan "
" Kak Devan gak guna njir, gak ada cuan dan pemasukan buat apa? Bel, gue kasih tau ya jaman sekarang tu cari cowok yang effort nya gede kayak gue dong walaupun putus nanti kagak akan rugi" ujar Yaya. Bella hanya geleng kepala melihat sahabatnya itu. Bella kemudian berdiri dan bergoyang mengikuti alunan musik club begitupun Yaya. Tidak ada yang berani menyentuh mereka karena pemilik club itu adalah kekasih Yaya. Disana juga diletakkan beberapa orang untuk menjaga Yaya dan Bella.