Challenge For Love

Challenge For Love
Kepo Pembawa Petaka


__ADS_3

Beberapa menit kemudian akhirnya mereka pergi ke restoran yang tak jauh dari situ. mereka pergi menuju restoran makanan barat yang sangat terkenal disitu.


" Sering kesini Lo bel?" tanya Devan.


" Gak juga kok. Biasanya gue masak dirumah" jawab Bella yang membuat Yaya heran karena Bella sama sekali tidak pernah mau menyentuh alat-alat masak. Ketika hendak berbicara Bella menginjak kaki Yaya yang membuatnya kesakitan.


" ouchh... sakit" lirihnya.


" Lo kenapa Ya? " tanya Devan terlihat khawatir.


" Gak apa-apa kak, gue baik kok cuma kaki gue keinjek sama gajah" sahutnya menatap Bella. Devan kembali melihat menu makanan yang ada ditangannya.


mereka kemudian memesan beberapa makanan yang paling laris di restoran tersebut. Tak lama kemudian makanan datang dan mereka makan dengan lahap.


Selesai makan mereka masih duduk di restoran tersebut hingga seorang wanita tiba-tiba saja datang memanggil Devan dan memeluknya. Wanita dengan pakaian sopan dan suara lemah lembut.


" Halimah, kamu ngapain disini sayang?" tanya Devan yang membuat hati Bella retak seribu. Devan kemudian memperkenalkan pacarnya pada Bella dan Yaya.


Meskipun tak berkata apapun Yaya tau bahwa sahabatnya itu kini sedang patah hati. Dia segera pamit untuk pulang setelah membayar bill makanan mereka.


" Kenapa pulangnya cepat banget, bel? "


" Kita ada urusan kak, kita harus buru-buru sekarang" jawab Yaya segera membawa sahabatnya itu keluar dari restoran tersebut.


Benar saja sesampainya di mobil Bella kemudian mengeluarkan semua kekesalannya tetapi kembali tenang setelah meluapkan emosi.


" Aman Lo?" tanya Yaya.


" Aman. Kita ke club sekarang ya, gue gak akan pernah nyerah sama Devan sampai kapanpun. Walaupun pun cewek tadi pacarnya gue bakalan jadi istrinya" tegas Bella dengan kepercayaan diri yang tinggi.


" Serah lo aja deh bel, batu banget Lo" sahut Yaya.


Sesampainya di club mereka melihat para tamu yang masuk menggunakan seragam sekolah.

__ADS_1


" Kenapa pada pakai seragam ya?" tanya Bella penasaran.


" Gak tau, lo mau pakai seragam juga" balas Yaya


Bella mengangguk, Yaya segera menelepon seseorang dan tak lama datang kurir mengantar seragam untuk mereka.


" Gila temen gue, kuat ya dekingannya " seru Bella.


" Harus dong. Yaudah kita ganti baju sekarang ya"


" Skuuyyy"


Mereka segera menuju ruang ganti untuk mengganti pakaian dan bergabung dengan tamu lainnya.


" Ya, kayaknya ponsel gue tinggal di mobil deh. Gue ambil dulu ya " ujar Bella. Yaya segera memberikan kunci mobilnya.


Bella dengan girang keluar mengambil ponselnya di dalam mobil Yaya. Saat hendak masuk iya kemudian melihat beberapa orang dengan pakaian hitam membawa dua orang lelaki dengan pakaian seragam pergi.


Rasa penasaran yang tinggi membuat Bella mengikutinya. Keberadaan Bella dilihat oleh salah satu orang dengan seragam hitam yang membuatnya segera masuk kedalam mobil bak untuk bersembunyi.


Bella pun tak sengaja tertidur dan tanpa ia sadari mobil bak tersebut ternyata milik para pria berbaju hitam tadi. Pria tadi segera membawa mobil masuk kedalam hutan belantara.


Beberapa jam kemudian, Bella terbangun dan merasa heran dengan sekitarnya yang begitu gelap gulita. Samar-samar ia mendengar suara orang meminta maaf lalu suara tembakan. ya , kepo memang bukan hal yang baik tapi itu tidak berlaku pada Bella dengan tingkat keinginantahuannya yang tinggi. Dia segera mencari sumber suara dan bersembunyi dibalik pohon besar. Ia melihat segerombolan orang dengan pakaian hitam dan seorang pria berparas tampan dengan setelan jas rapi.


" Maafkan saya tuan, saya melakukan kesalahan. Saya berjanji tidak akan melakukan kesalahan ini lagi" Ujar pria yang mengenakan seragam sekolah.


" Maaf! apa itu pantas untuk mu" seru pria berjas tersebut yang mengeluarkan pistol dari balik jasnya dan langsung menembak kepala pria tersebut.


Semuanya terlihat menunduk saat pria berjas itu terus saja menembakkan peluru pada pria dengan seragam sekolah tadi.


" KALIAN TAU KAN APA YANG AKAN KALIAN DAPATKAN JIKA BERANI MENGKHIANATI SAYA" tegas pria berjas itu.


" Tau tuan" jawab pria berpakaian hitam dengan serentak.

__ADS_1


" Saya tidak ingin mendengar kegagalan lagi, seluruh narkoba harus segera terkirim sekarang karena klien sudah menunggu. Kalian tau bahwa saya tidak suka hal-hal lambat. Semuanya harus sesuai dengan waktu yang saya tentukan jadi jika terjadi kejadian seperti ini lagi bukan hanya pelaku yang saya adili tapi kalian semua" tegasnya yang membuat Bella menelan air liurnya.


Gila banget tu orang, langsung main bunuh aja dia kira nyawa dikasih gratis kali ya, tapi mereka semua siapa ya? gue gak pernah ngelihat yang lainnya tapi kalau yang pakai jas itu kek gak asing deh tapi siapa ya? bodo ah. pokoknya gue harus kabur sebelum jadi korban selanjutnya, gue gak mau mati dulu belum nikah dan belum ngasih cucu juga buat papa. Belum ngawinin paopao dan belum tau siapa yang bakalan jadi laki Yaya. Pokoknya gue harus kabur sekarang batin Bella.


Ia berusaha berjalan sepelan mungkin tetapi kakinya tak sengaja menginjak ranting pohon yang rapuh sehingga menimbulkan bunyi yang membuat semuanya menatap kearahnya.


" Mati gue " lirihnya pelan lalu segera berlari.


Para pria berbaju hitam segera mengejarnya.


" Kejar rubah kecil itu sampai dapat jika kalian tidak mendapatkannya maka kalian tau konsekuensinya " seru pria tersebut. Dengan kekuatan penuh Bella terus berusaha berlari dengan penerapan bulan seadanya.


Lari bel Lo harus lari sekencang-kencangnya kalau gak mau mati sia-sia. Tolong gue plissss Yaya help batin Bella dengan rasa cemas diatas rata-rata kini.


Sementara itu pria berjas terlihat tersenyum sambil ikut mencari Bella. Ponselnya kemudian berdering.


' Halo '


' Tuan Arsen, Ada yang ingin berbicara?'


' Siapa?'


' Tuan Arsen, perkenalkan saya Eza '


' Untuk apa menelepon saya?'


' Saya ingin membicarakan kerjasama bisnis yang pastinya akan menguntungkan kita berdua '


' Jika anda ingin berbicara tentang bisnis hubungi sekretaris saya bukan saya. Dan siapapun yang berani memberi anda nomor pribadi saya pasti tidak akan selamat karena membuang waktu saya'


Arsenio segera memutuskan panggilan dan keberuntungan memang selalu menjadi miliknya. Saat baru berjalan sebentar saja dia sudah bisa menemukan tikus kecil yang berlari tadi.


Dia memperhatikan gadis itu dari ujung rambut hingga ujung kaki. Tersenyum licik dan sengaja tak langsung menangkap gadis itu karena ingin membiarkannya merasa aman sejenak.

__ADS_1


Dasar bocah ingusan tapi dia menarik untuk menjadi mainan ku. Lihat saja apa yang akan kulakukan padamu tikus kecil, aku akan membuat kamu senang hahaha batin Arsenio. Ia segera berdiri di belakang Bella yang sedang memperhatikan apakah ada orang didepannya.


Flashback off


__ADS_2