Challenge For Love

Challenge For Love
Growing Seeds Of Love


__ADS_3

2 Minggu kemudian...


Bella menatap Yaya yang tampak diam saja. Dia merasa begitu bersalah pada Yaya. Andai saja dia tidak meminta pertolongan Yaya pasti semuanya gak akan begini. Ya, penyesalan memang selalu datang belakangan.


" Kita gak bisa gini terus, ya?" cetus Bella yang tiba-tiba berdiri.


" Maksud Lo? " tanya Yaya bingung.


" Gue bakalan nemuin cowok brengsek itu" jawabnya dengan santai, hal itu sontak membuat Yaya terkekeh.


" Mau nyerahin nyawa sekarang Lo?"


" Bukan gitu Ya, coba deh Lo pikir. Kalau emang selama ini dia mau gue mati seharusnya dia udah langsung bunuh gue aja dong. tapi, enggak! dia selalu biarin gue tetap hidup jadi gue yakin kalaupun gue nyerahin diri dia gak akan bunuh gue ya. Dari situ kita bisa nyusun rencana buat balas dia kan" jelas Bella.


" Bella, gue tau Lo oon. tapi, dalam masalah begini Lo gak bisa main feeling aja. Lo tau kan kalau Arsenio punya kekuatan yang gede banget sampai dia udah ngebunuh banyak orang aja gak ada yang tau. Dia bisa nutupin segala kebusukan dia di depan publik. sedangkan kita cuma orang biasa, kita pasti bakalan kalah telak, Bel" seru Yaya.


" Terus kita harus gimana? apa harus duduk diam sampai semua orang terdekat kita mati ditangan dia. Yaya, semakin gue melarikan diri dia pasti bakalan semakin marah dan cari tau tentang kita" balas Bella.


Yaya terdiam sejenak, apa yang dikatakan Bella ada benarnya. Jika Arsenio tak kunjung menemukan Bella pasti satu persatu orang terdekat mereka akan mati ditangan Arsenio.


" Ya, Gue tau Lo khawatir sama gue. Lo tenang aja gue gak akan mati secepat itu kok, Lo harus percaya sama gue ya" ujar Bella meyakinkan Yaya. Yaya kekeh menolak tetapi Bella terus menerus memaksa yang membuat dia menyetujuinya.


" Bel, Lo harus tetap hidup gimana pun caranya? Gue cuma punya Lo saudara gue sekarang. Jadi, Lo gak boleh sampai kenapa-kenapa disana?" saran Yaya memeluk sahabatnya tersebut. Lalu ia berkata lagi" Tapi, gimana cara Lo kesana?"


" Dia pasti udah datang kerumah gue. Gue bakalan nunggu disana, dan Lo harus jaga diri baik-baik ya" seru Bella.


Bella segera pergi meninggalkan sahabatnya tersebut dengan taxi. Ia sebenarnya tak ingin berpisah dari temannya tetapi keadaan harus membuatnya mengambil keputusan tersebut.


Tak lama kemudian ia sampai dirumah, suasana hening dan sepi menyambutnya. Tak ada pelayan atau satpam terlihat. Ia segera masuk kedalam dan semuanya masih terlihat sepi hingga seseorang mengejutkannya.


" Bella, kamu ngapain kesini? ayo segera pergi " ujar salah seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah tetangganya.

__ADS_1


" Saya mau ketemu papa, mau minta ongkos taxi soalnya belum bayar " jawab Bella yang berusaha untuk terlihat tenang.


" Tunggu disini sebentar" seru tetangganya lalu segera berlari keluar membayar ongkos taxi Bella. Lalu ia segera menghampiri Bella


" Ayo pergi sekarang?" ajak wanita paruh baya tersebut.


" Tante mau bawa Bella kemana? Papa sama istri dan anak barunya mana? kenapa rumah sepi banget?" ada banyak begitu pertanyaan yang ingin ditanyakan tetapi wanita paruh baya tersebut langsung memotong pembicaraan.


" Kamu ikut Tante dulu, nanti Tante jelasin semuanya"


Bella segera menuruti tetangganya tersebut menuju rumahnya yang berada diseberang rumah Bella. Dia lalu mengunci pintu dengan rapat.


" Tante, sebenarnya ada apa ini?" tanya Bella yang penasaran sejak tadi.


" Bella, Kemarin ada cowok dan beberapa bodyguardnya bawa papa sama Mama dan adik tiri kamu pergi. Tante juga gak tau kemana, cuma sepertinya mereka bukan orang baik-baik karena mereka bawa senjata" jelasnya.


Bella tertegun mendengar perkataan tetangganya itu.


" Tante tau dia bawa papa kemana?" tanya Bella lagi.


" Tante juga kurang tau nak, tapi pengawalnya pasti selalu ngecek rumah kamu setiap hari makanya Tante bawa kamu kemari. Tante takut kamu diapa-apain sama dia nak" jawab tetangganya.


Saat mereka mengobrol tiba-tiba pintu rumah tetangganya tersebut di gedor dengan kencang.


" PERMISI!! APAKAH ADA ORANG DISINI?" terdengar suara dari luar yang membuat Bella dan tetangganya panik.


" Tante, disini aja ya. Bella gak mau Tante kenapa-kenapa. Makasih atas info dan ongkos taksi nya ya. Bella bakalan selesain masalah ini Tante" ujar Bella.


" Kamu yakin nak? mereka berbahaya. Lebih baik kamu bersembunyi saja, biar Tante yang buka pintu" tolaknya karena mengkhawatirkan Bella.


" Jangan Tante, Bella bakalan baik-baik aja kok. Tante lebih baik masuk ke kamar ya sekarang, Bella mohon Tante " ujarnya memohon yang membuat wanita paruh baya itu segera menuruti kemauannya.

__ADS_1


Setelah dia yakin tetangganya aman, Bella segera membuka pintu dan benar saja apa yang ada dalam pikirannya. Orang tersebut adalah Arsenio dan anak buahnya.


" Wah... game over baby" ujar Arsenio tersenyum puas karena akhirnya ia menemukan Bella.


Bella tak menyahut dan hanya langsung masuk kedalam mobil Arsenio. Melihat tingkah aneh wanita itu membuat Arsenio kebingungan, ia segera masuk kedalam mobil dan memerintahkan mobil untuk segera ke markas.


" Apa kamu jadi bisu sekarang gadis nakal? kenapa tidak melarikan diri lagi, apa kamu sudah pasrah untuk mati" Seru Arsenio menodongkan pistol ke kepala Bella. Tak seperti biasanya, Bella terlihat hanya diam tak menjawab dan melawan. Hal ini membuat Arsenio tidak senang karena ia sangat menyukai saat Bella melawan dirinya bukan Bella pasrah seperti ini.


" Ada apa denganmu? JAWAB AKU SEKARANG, ATAU KAU DAN SELURUH KELUARGA MU ITU KU KIRIM KE NERAKA" Ancam Arsenio yang membuat Bella melirik tajam kearahnya. Tatapan itu begitu penuh dengan kebencian.


" Mau bunuh gue kan? yaudah bunuh aja. Tapi, jangan pernah ganggu orang disekitar gue. Asal Lo tau, gue gak akan peduli sama semua kata-kata Lo lagi dan gue gak akan mohon lagi untuk hidup Gue" jawab Bella.


Saat Bella melirik kearah lain ia tau bahwa ada seseorang yang sedang mengarahkan senjata pada Arsenio. Ia melihat laser merah kecil itu tepat di kepala Arsenio.


Gue senang dia mati tapi dia gak boleh semudah itu mati, dia harus ngerasain apa yang udah gue dan Yaya rasain batin Bella segera memeluk Arsenio yang membuatnya heran. Benar saja sebuah tembakan melesat kearah punggung Bella yang membuat Arsenio geram.


" CEPAT PERIKSA SIAPA ITU DAN BAWA DIA KEHADAPAN SAYA, HIDUP-HIDUP " Perintah Arsenio pada pengawalnya. Sementara Arsenio membawa Bella yang kini tak sadarkan diri ke rumah sakit.


Apa kamu gila bel? kamu beneran pengen mati sekarang. dan kamu juga pertaruhin nyawa kamu buat aku yang bahkan selalu nyakitin kamu batin Arsenio. Dia menatap wajah Bella dan menyuruh supir untuk menambah kecepatan.


Sesampainya di rumah sakit Bella langsung diperiksa oleh dokter dan ruangannya juga dijaga ketat oleh pengawal Arsenio.


Arsenio terlihat mondar-mandir tidak karuan, ia tampak mengkhawatirkan Bella. Walaupun ia berusaha untuk tidak peduli tetapi ia tetap mengkhawatirkan wanita itu.


Beberapa menit kemudian dokter keluar dan Arsenio langsung menghampiri.


" Bagaimana wanita itu?"tanya nya.


" Tenang saja tuan wanita itu baik-baik saja sekarang. Kami telah mengeluarkan peluru dari tubuhnya dan untung saja peluru tersebut tidak mengenai bagian vitalnya. Mungkin sebentar lagi dia akan sadar tuan" jelas dokter tersebut. Arsenio terlihat senang dan segera masuk kedalam ruangan. Ia menatap gadis itu yang masih terbaring di ranjang pasien.


Kenapa? Kenapa kamu selalu membuat aku tertarik kepada kamu Bella? Siapa kamu yang bisa mengubah peraturan diriku? siapa kamu yang bisa membuat aku mengkhawatirkan mu? Siapa kamu Bella? batinnya terus bertanya-tanya.

__ADS_1


__ADS_2