
Setelah semua kejadian itu, Bella kini terlihat begitu tidak berdaya karena harus dikurung kembali dalam kamar Arsenio. Bukan hanya dia tetapi Yaya juga dikurung bersamanya. Yaya yang biasa ceria terlihat banyak diam dan selalu saja menangis.
" Yaya, maafin gue. Ini semua salah gue ya, seharusnya gue tau kalau psiko itu bukan orang gampang. Maafin gue Ya" ujar Bella merasa begitu bersalah melihat kondisi sahabatnya tersebut. Yaya tak menjawab dan terus saja menangis. Bulir bening itu terus saja mengalir dipipinya.
" Ya! Gue mohon bicara sama gue ya! Gue mohon Yaya! Ini semua salah gue ya, Nyawa gue juga gak akan cukup buat ngegantiin penderitaan Lo, Ya. Plissss bicara sama gue, Ya" Teriak Bella yang merasa semakin bersalah pada Yaya.
Tiba-tiba Arsenio masuk kedalam kamar dan langsung menghampiri Bella yang ia ikat dikasur seperti sebelumnya.
" Hello baby, Gimana? udah puas belum ngobrol sama sahabat kamu. Soalnya dia gak punya banyak waktu lagi, kamu tau kan kalau dia sekarang harus menemui kedua orang tuanya" ujar Arsenio sambil tersenyum tipis.
" Gila lo ya! Lo udah ngerenggut nyawa dua orang penting bagi gue dan sekarang Lo juga mau ngambil nyawa orang terpenting dalam kehidupan gue ha! Lo lebih baik bunuh gue dan lepasin Yaya psiko! Yaya udah cukup menderita karena Lo dan gue mohon lepasin Yaya. Gue janji akan ngelakuin apapun, tapi tolong lepasin Yaya " pinta Bella dengan wajah iba. Entah bagaimana wajah Bella yang seperti itu membuat hati Arsenio sedikit tergoyah.
" Oke, gue bisa janjiin bakalan lepasin teman Lo tapi dengan keadaan begini apa Lo yakin dia masih mau hidup? kalau menurut gue pilihan dia pasti sama sih sama gue MATI!" jawab Arsenio.
" Enggak! Yaya gak selemah itu sampai harus mati. Gue kenal baik Yaya, dia cewek paling kuat dimuka bumi ini. Dia sahabat gue yang paling tangguh, dia sahabat terbaik gue. Gue tau dia gak akan mudah menyerah sama hidupnya. Jadi, gue mohon tolong lepasin dia" bantah Bella.
" Apa Lo yakin? Dia udah kehilangan kedua orang tuanya dan hal berharganya juga udah direnggut. Jadi, untuk apa dia hidup Bella? gue yakin dia bakalan milih mati sih" kekeh Arsenio.
Ketika mereka sedang berdebat, Yaya tampak berjalan mendekati mereka. Bella yang mengetahuinya terus saja mencari perhatian agar Arsenio tetap menoleh kearahnya. Bella mengambil guci yang ada didekatnya dan memukul kepala Arsenio sekuat tenaganya. Saat tubuh Arsenio terbaring pingsan, Yaya kemudian berusaha melepaskan Bella yang diikat ditempat tidur. Ya, ini strategi Yaya agar Arsenio menganggap bahwa ia telah kehilangan semangat hidupnya. Tetapi semuanya berbeda karena Yaya tak selemah itu.
__ADS_1
" Ya, maafin gue hiks.." tangis Bella memeluk sahabatnya tersebut.
" Kita gak punya banyak waktu bel, kita harus pergi sekarang!" perintah Yaya. Mereka kemudian memukul dua pelayan wanita dan mengambil pakaian mereka. Lalu mereka bergabung dengan pelayan lainnya untuk keluar membeli bahan pangan.
Tak lama kemudian mereka tiba dikota dan segera memisahkan diri dari pelayan lainnya. Yaya segera membeli pakaian baru untuknya dan juga Bella lalu mereka mengganti pakaian.
" Yaya, maafin gue. Semuanya salah gue karena gue bokap dan nyokap Lo.." belum selesai berbicara Yaya langsung memotongnya.
" Bel, ini bukan salah Lo. Lo sahabat baik gue dan gue tau Lo juga gak mau semua ini terjadi kan. Gue emang benar-benar masih terpukul sama kejadian ini tapi gue gak akan mau larut terlalu dalam bel. Gue mau balas dendam sama dia dan Lo bakalan bantu gue kan bel?" jelas Yaya sambil memegang tangan sahabatnya tersebut.
" Gue bakalan bantu Lo ya, gue janji " jawab Bella memeluk sahabatnya tersebut.
" Gimana kalau kerumah gue aja Ya, dia gak tau rumah gue kan" balas Bella.
" Jangan bel, Lo mau nasib bokap Lo sama kayak orang tua gue. Gue yakin Arsenio pasti udah ngelacak tentang biodata kita dan siapa-siapa aja yang dekat sama kita jadi sekarang kita harus cari tempat aman yang jauh dari teman, saudara ataupun keluarga kita bel" tegas Yaya. Bella hanya mengangguk setuju lalu mereka segera pergi meninggalkan tempat tersebut.
Sementara itu Arsenio yang sudah sadar terlihat begitu murka karena kelalaian anak buahnya. Dia kemudian menghabisi para anak buah dan pelayan yang berjaga tadi. Lalu memerintahkan anak buah lainnya mencari keberadaan Bella dan Yaya.
" Ternyata temannya si bocah cerdik juga. Kita liat aja mau sampai kemana dia bawa bocah ingusan itu. Lo liat aja Yaya, mainan gue gak akan lama pergi dari gue. Dia bakalan balik sendiri atau gue seret balik kesini " lirih Arsenio.
__ADS_1
Dia kemudian membuka ponselnya dan melihat pesan yang membuatnya begitu bahagia. Keluarga Bella kini telah berada dalam sanderaannya.
Kita akan segera bertemu bocah nakal, akan gue buat Lo merasakan sesuatu yang nikmat nanti. Kemarin gue terlalu lunak ke Lo, tapi sekarang gue bakalan tunjukin ke Lo gimana wajah asli Arsenio batinnya.
Dilain sisi, Bella dan Yaya kini menginap di hotel kelas menengah. Bella yang terbiasa tidur ditempat tidur spring bed king size yang mewah dan nyaman kini harus tidur di kasur kecil dan tentu bersempit-sempitan dengan Yaya.
" Ya, ganti hotel yuk" ajak Bella.
" Uang dari mana bego? masih dapat tempat tidur aja kita harus syukur dari pada tidur dijalanan. Kita harus hemat karena uang gue gak banyak, gue juga gak bisa narik di ATM karena Arsenio pasti bisa ngelacak kita nanti" sahut Yaya.
" Tapi Ya, gue gak bisa tidur di kandang hewan begini. Gak ada AC lagi, gak bisa Yaya. Yang ada gue gak bakalan tidur semalaman Ya. Pindah aja yuk" rengek Bella.
" Yaudah kalau Lo gak mau disini, silahkan cari tempat lain dan bayar pakai uang Lo sendiri sana. Gue capek mau istirahat" balas Yaya lalu membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
" Jahat Lo Ya, Lo kan tau gue mana ada uang" cetusnya.
" Makanya kalau kita sama-sama miskin itu sadar diri aja ya Bella ege" ujar Yaya.
Mau tak mau Bella tetap harus bertahan disini untuk kelangsungan hidupnya. Dia masih tidak menyangka bahwa bertemu Arsenio merupakan kutukan untuknya. Dia menatap sahabatnya yang terlihat begitu lelah dengan berbagai tanda ditubuhnya akibat sekretaris Arsenio.
__ADS_1
Maafin gue Ya, gue janji bakalan balas semuanya. Gue bakalan nyiksa tu orang melebihi rasa sakit yang Lo alami batin Bella.