
Arsenio menatap wajah ketakutan Bella. Ia sangat senang melihat ekspresi tersebut. Lalu Arsenio segera bangkit dan mengenakan pakaiannya.
Ya Tuhan, makasih banget karena gue gak diunboxing sama tu anak psiko tapi kenapa dia berubah pikiran batin Bella penasaran. Arsenio kemudian memanggil para pengawal untuk membereskan mayat Mila. Sebelum pengawal masuk ia menutupi tubuh Bella dengan selimut karena tubuh bagian atas Bella kini tanpa sehelai kain pun.
Sekretaris pribadi Arsenio pun datang untuk memberikan laporan.
" Ada apa aja hari ini?" tanya Arsenio yang sibuk membenahi dasinya.
" Tuan pagi ini kita ada rapat dengan klien luar negeri dan untuk malam kita ada transaksi lagi di dekat dermaga bersama tuan Gian. Untuk jadwal yang lain juga ada acara dinner bersama putri tuan Gian, sekian tuan" jelasnya membaca kegiatan Arsenio hari ini.
" Sampah itu memang sangat bodoh, apa dia kira dengan menyodorkan anak perempuannya maka kesalahannya akan dimaafkan. Tidak akan pernah " ucap Arsenio yang kini terlihat begitu rapi dan gagah. Bella menatap begitu lama karena jika dilihat-lihat Arsenio memiliki paras yang begitu tampan dan menawan.
Kok gue baru ngeh ya kalau ni cowok psiko ternyata ganteng batinnya.
Arsenio kemudian melirik kearah Bella yang segera membuat Bella mengalihkan pandangannya.
" Kalian semua keluar, saya akan turun 5 menit lagi" perintah Arsenio.
" Baik tuan" jawab mereka serentak.
Arsenio kemudian mendekati Bella dan memasang kembali pakaian yang ia lepas tadi. Dia kemudian membuka borgol tangan Bella yang membuat Bella merasa semakin aneh saja.
" Gue ada game buat Lo" serunya sambil tersenyum.
" Game? maksud Lo apa?" tanya Bella keheranan. Dia tidak tau apalagi yang dipikirkan oleh laki-laki psikopat ini. Semua yang ia lakukan sama sekali tidak bisa ditebak oleh Bella.
" Gue bakalan kasih Lo waktu sampai siang nanti buat keluar dari sini. Kalau Lo berhasil berarti Lo bebas kalau enggak" Arsenio berhenti sejenak.
" Kalau enggak kenapa?" tanya Bella penasaran.
" Bersiaplah untuk konsekuensinya yang mungkin jauh lebih parah dari apa yang Lo alami sebelumnya" sambung Arsenio. Bella terlihat begitu senang dan ingin membuang waktu, dia segera meninggalkan kamar tersebut.
" Ada apa sama gue? kenapa gadis SMA itu malah buat gue tertarik sama dia? Lo gak akan bisa bebas dari genggaman gue bocah tengik " lirih Arsenio pada dirinya sendiri. Ia memberikan perintah pada pengawalnya untuk tidak mengganggu pelarian wanita tersebut.
Bella dengan wajah berseri-seri segera lari karena ia menemukan harapan untuk kehidupannya.
" Tuhan, makasih akhirnya gue gak jadi mati. Papa, Yaya, Devan, paopao aku pulang " teriaknya. Bella menyusuri hutan tetapi sudah lumayan lama berjalan ia tidak menemukan jalan raya.
__ADS_1
Akhirnya ia teringat bahwa ia membawa ponsel, segera ia menelpon Yaya tapi tidak ada jaringan sama sekali dalam hutan tersebut. Hal itu membuatnya frustasi dan duduk sejenak.
" Udah dua jam jalan gue dari tadi kagak nemu jalan keluar njir, kalau gini caranya gue bisa-bisa di lahap sama tu psiko" ujar Bella sedih. Dia kemudian mendengar suara kendaraan samar-samar.
" Sumber kehidupan gue" teriaknya lalu segera mencari arah suara tadi. Lama berjalan ia tak jua bertemu jalan raya tetapi ia melihat beberapa bekas ban mobil dan motor. Ia segera mengikutinya berharap bisa segera keluar dari hutan belantara ini.
Tak lama berselang akhirnya ia melihat jalan raya tetapi akses disitu dijaga begitu ketat. Bella segera mencari akal untuk segera keluar dari sana.
Untung gue pinter mah kalau urusan kabur-kaburan gini, gak sia-sia gue suka cabut dari sekolah dulu batin Bella kegirangan. Ia segera menaiki mobil bak yang tak jauh dari situ tampak akan mengantarkan barang keluar.
Bella semakin girang ketika mobil mulai berjalan keluar. Dia mengintip untuk melihat keadaan sekitar dan mulai menjauh dari hutan belantara tersebut.
Di kota, mobil terlihat berhenti dan Bella segera keluar dengan hati-hati. Ia segera mencari tempat aman untuk menelpon.
' Bella anj*ng! Lo kemana aja bangsat?' terdengar teriakan Yaya dari dalam ponsel.
' Heh bego! Lo harus jemput gue sekarang, gue gak punya banyak waktu lagi ini'
' Lo mau mati ha?'
' Oke, shareloc sekarang '
' Oke'
Bella segera mengirimkan lokasinya pada Yaya.
Beberapa saat kemudian akhirnya Yaya datang dan Bella langsung naik kedalam mobilnya. Yaya tak bisa menahan tawa melihat penampilan Bella seperti gembel yang tak diurus.
" Lo abis mulung? haha" ejek Yaya.
" Ayo cepat pergi ya!" pinta Bella panik.
" Oke.. oke" sahut Yaya yang segera mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh.
" Sekarang Lo cerita, Lo dari mana? kenapa ninggalin gue diclub dan sekarang malah kayak gembel gini? " tanya Yaya mulai mengintrogasi Bella.
" Ada minum gak? gue haus bego" jawab Bella yang terlihat agak tenang.
__ADS_1
Yaya segera memberikan botol minum pada Bella yang langsung meminumnya dengan cepat.
" Santai aja kali bel" ujar Yaya.
" Yaya" seru Bella tiba-tiba memeluk sahabatnya itu. Hal itu membuat Yaya heran dan segera mendorong sahabatnya karena ia sedang mengemudi.
" Lo kenapa sih bel? aneh banget" ujar Yaya heran.
" Nyawa gue hampir hilang Ya" jawab Bella yang sontak membuat Yaya mengerem mobil mendadak.
" Yaya, Lo gila ya. Gue baru selamat dan sekarang Lo mau bahayain hidup gue lagi" tukas Bella geram.
" Sorry.. sorry gue reflek tadi. Maksud Lo nyawa Lo hampir hilang gimana ya? gue masih rada-rada gak paham nih" sahut Yaya yang kembali mengemudikan mobilnya perlahan.
" Gue diculik sama cowok psiko Ya. Dia sadis banget tau, Ngambil nyawa orang seenaknya aja." jelas Bella. ia menceritakan semuanya pada Yaya dengan detail.
" Gila! tu orang harus kita laporin ke polisi bel. Dia udah ngelanggar hak asasi manusia dan juga pelecehan tuh bisa kena pasal dia" seru Yaya kesal.
" Udah deh ya, gue gak mau ada urusan lagi sama dia. Kapok gue, ntar kalau ditangkap lagi gimana? gue kan belum nikah sama Devan" perkataan Bella membuat Yaya geleng-geleng kepala.
" Gila ya Lo, masih sempat-sempatnya mikirin mau nikah sama kak Devan. Lo parah banget sih bel bucin sama tu anak"
" Ya, gue pokoknya gak mau ada urusan lagi sama psiko Arsenio itu" mendengar nama itu membuat Yaya berpikir sejenak.
" Maksud Lo orang yang psikopat tadi itu Arsenio Barack, pengusaha sukses itu" cetus Yaya lalu mengambil ponselnya dan memperlihatkan foto pria yang ia maksud.
" Nah, iya nih. Dia orangnya ya, pantesan aja gue kayak kenal tapi gak tau dimana ternyata dia pengusaha itu" balas Bella membenarkan.
" Lo yakin ini orangnya bel?" tanya Yaya memastikan.
" Iya Ya, ini dia gue hapal banget sama wajah ganteng psiko ini" ceplos Bella.
" Njir, ingat aja lo ya kalau dia ganteng. Yaudah nanti gue coba suruh beberapa orang selidiki dia deh biar gak ganggu Lo lagi"
" Yaya, makasih ya sayang. Lo emang Bestie Ter the best gue " ucap Bella.
" Yaudah kita sekarang pulang dulu, badan lu kumel banget njir" ujar Yaya langsung.
__ADS_1