Challenge For Love

Challenge For Love
Perpustakaan kota


__ADS_3

Pagi harinya, cahaya masuk mengganggu Bella yang sedang tertidur. Dia kemudian menarik selimut keatas tapi Yaya kembali menarik selimutnya kebawah.


" Yaya, gue masih ngantuk" seru Bella.


" Bella, bangun. Lo harus sarapan sekarang" perintah Yaya yang tampak sudah rapi. Bella menatap temannya heran karena ia tau betul Yaya tak ada jadwal kuliah sekarang.


" Mau kemana Lo?" tanyanya penasaran.


" Mau jual diri, ikut gak?" ucapnya asal.


" Bangsat, gue nanya serius? Lo gak ada kelas kan sekarang dan gue juga tau kalau pacar Lo lagi dinas di luar kota "balas Bella ketus.


" Gue mau ke perpustakaan kota" jawabnya sambil merapihkan rambutnya.


" Perpustakaan? sejak kapan Lo jadi rajin haha" Bella tak percaya karena ia tau Yaya sebelas dua belas dengannya tidak menyukai pelajaran.


" Bella, Gue tau Lo dengernya aneh tapi gue harus kesana karena ada mangsa baru" jelasnya.


" Mangsa baru? maksudnya?"


" Bel, disana itu ada cowok yang buat gue penasaran banget sama dia. Gue tau kalau gue udah punya Vernan tapi dia selalu gak ada waktu buat gue karena kerjaan jadi gak salah dong kalau gue mau cari hiburan" jelasnya.


" Gila Lo! kalau ketahuan sama tu bujang tua bisa habis Lo"


" Gak akan. Lo mau ikut gak" jawab Yaya dengan percaya diri " Gue denger, hari kak Devan juga kesana buat cari bahan makalah dia, tapi kalau Lo gak mau ikut ya udah"


" Ikut! gue ikut" pekik Bella yang segera bersiap-siap.


Yaya segera menyiapkan pakaian untuk sahabatnya tersebut. Ia kemudian keluar untuk pamit dengan ayah dan ibunya.


" Ma, Pa. Yaya keluar dulu ya sama Bella " ujarnya.


" Mau kemana Ya? kamu kan gak ada kelas sekarang "


" Mau ke perpustakaan kota ma"


" Perpustakaan? tumben banget kamu mau nginjak tempat itu"


" Mama gimana sih? seharusnya mama senang anaknya itu mau belajar ma"


" Yaudah kamu hati-hati aja ya"


" Iya ma, papa mana?"


" Ada di kamar, mau mama panggilin?"

__ADS_1


" Enggak ma, aku sama Bella udah mau pergi jadi nanti sampein aja ke papa ya ma"


" Iya sayang "


Bella keluarga dengan penampilan yang menurutnya sempurna.


" Kuy jalan" ajak Bella.


" Kuy" sahutnya. Mereka segera bergegas menjadi perpustakaan kota dengan cepat.


Letak perpustakaan kota yang tak begitu jauh dari rumah Yaya membuatnya hanya sebentar saja mengemudi kesana apalagi kecepatan Yaya sama mengendarai mobil seperti orang yang hendak balapan saja.


Setelah sampai mereka segera masuk, Bella terlihat melongo menatap sang pujaan hati yang sedang membaca buku sementara Yaya menatap pria yang ada disebelah Devan.


" Ketemu " cetus Yaya yang langsung memboyong sahabatnya duduk di dekat Devan dan pemuda sebelahnya.


" Yaya, Bella. Apa kabar?" sapa Devan sambil tersenyum yang membuatku Bella seakan terbang di angkasa kini tetapi lamunan terhenti ketika Yaya mencubitnya.


" Kak Devan, gue sama Bella baik-baik aja kok. Kebetulan banget ya kak kita ketemu disini " sahut Yaya.


" Oh ya, ini sepupu gue Kevin. Dia baru disini" seru Devan memperkenalkan sepupunya. Yaya segera mengulurkan tangannya.


" Gue Yaya, adik kelas kak Devan " seru Yaya yang berusaha mengulas senyum terbaiknya. Kevin menyambut uluran tersebut sambil memperkenalkan dirinya.


Bella ditinggal berdua dengan Devan sementara Yaya mengikuti Kevin yang sedang mencari buku.


" Ngapain ngikutin gue?" seru Kevin yang menyadari keberadaan Yaya.


" Baru kali ini ada cowok yang bisa lepas jabatan tangan gue dengan cepat. Lo menarik" jawab Yaya.


" Tapi Lo gak menarik buat gue" balas Kevin yang membuat Yaya sedikit kesal.


" Wah, mulut Lo lumayan nyakitin juga ya tapi gak apa-apa gue malah lebih tertarik sama cowok toksik kek Lo" sahutnya.


" Maaf, tapi lebih baik Lo cari cowok lain karena gue udah punya tunangan" seru Kevin sambil memperlihatkan cincin di jari manisnya.


" Menurut Lo gue juga gak punya ha" balas Yaya memperlihatkan cincin dengan berlian mewah di jari manisnya sambil tersenyum licik.


" Kalau Lo udah punya tunangan seharusnya Lo ngejauhin gue bukan malah kayak gini dan satu hal lagi gue sayang sama tunangan gue. Gue gak akan pernah main api dibelakang dia" jelasnya yang membuat Yaya semakin tertarik saja pada pria tersebut.


" Gue gak takut dengan api Kevin, gue malahan pengen mencoba hal-hal gila karena kalau nanti udah nikah gue gak akan bisa ngerasain hal ini lagi" ujar Yaya yang berjalan terus mendekati Kevin yang perlahan mundur hingga ke dinding.


" Mau apa Lo?" seru Kevin.


" Gak sekarang. Mungkin nanti, Lo tenang aja gue selalu main aman kok karena cowok gue bisa tau hal sekecil apapun itu tentang gue makanya gue bakalan hati-hati" ucapnya lalu ia berbisik pada Kevin " Disini Lo aman karena banyak orang tapi ditempat lain mungkin Lo gak akan selamat dari gue"

__ADS_1


Sementara itu Bella terus saja menatap Devan yang fokus belajar.


" Devan" panggilnya.


" Hmm" sahut Devan yang masih fokus pada bukunya.


" Kriteria cewek yang Lo suka gimana sih?" tanyanya tanpa basa basi.


" Cewek yang gue suka? emang kenapa?"


" Ya gak ada cuma pengen tau aja"


" Cewek yang gue suka. Pertama harus perempuan sih terus bisa masak, lemah lembut, pintar dan yang paling penting gak gampang emosian" mendengar perkataan Devan membuat Bella lesu karena semuanya kebalikan dari dirinya kecuali yang pertama.


Perempuan udah pasti gue tapi kalau masak gue kan gak bisa. Lemah lembut gue juga mana bisa njir apalagi pinter sekolah aja kaga lulus 2 tahun gue dan emosi mungkin bisa gue tahan kali ya batin Bella.


" Bel, kenapa diem?" tanya Devan.


" Gak apa-apa kok. Oh ya, habis belajar Lo mau kemana?" sahutnya.


" Gak ada sih, mungkin langsung pulang sama Kevin"


" Pulang. Cepat banget, gimana kalau kita makan dulu? gue yang traktir deh" ajak Bella dengan harapan penuh Devan menyetujuinya.


" Traktir dalam rangka apa nih?"


" Lahiran kucing gue, paopao" jawabnya tanpa pikir panjang.


" Bukannya kucing Lo jantan ya, waktu itu pernah Lo bawa ke sekolah kan" ujar Devan.


Emang ya ingatan orang pintar itu kuat banget, masih ingat aja dia kalau kucing gue jantan. Alasan apalagi ya? batinnya kebingungan.


" Hahaha bukan kucing yang itu, kucing gue yang satu lagi namanya sama gue buat" jelasnya membuat alasan.


" Oh gitu, yaudah deh nanti gue ajak Kevin ya"


" Oke " jawab Bella dengan perasaan begitu senang. Devan kembali fokus dengan bukunya sementara Bella fokus menatap sang pujaan hati. Yaya kemudian menepuk pundaknya yang membuat Bella ingin mengeluarkan kata-kata kasar tapi ia teringat dengan kriteria wanita yang disukai Devan. Ia segera mengurungkan niatnya.


" Apaan sih Yaya" ujarnya dengan nada lembut yang membuat Yaya keheranan.


" Kenapa Lo? salah makan apa gimana?" tanya Yaya.


" Gue baik kok. Oh ya, gue tadi ngajak Devan sama Kevin buat makan di luar. Lo ikut kan" serunya. Yaya kemudian menatap kearah Kevin yang baru saja datang dengan beberapa buku ditangannya.


" Tentu. Gue juga belum makan " jawab Yaya sambil terus menatap Kevin.

__ADS_1


__ADS_2