Challenge For Love

Challenge For Love
Pilihan Sulit


__ADS_3

Pagi harinya, Bella terbangun diatas ranjang big size dengan tangan terborgol.


" Gue masih hidup apa udah di surga ya," lirih Bella pada dirinya sendiri. Saat melihat sekitar Bella melihat barang-barang mewah dan kamar yang begitu luas melebihi kamarnya.


Apa gue selamat dari psikopat itu? tapi kalau selamat kenapa tangan gue malah di borgol gini batin Bella.


Tiba-tiba seseorang keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang melilit pinggangnya. Bella segera pura-pura tertidur. Ia menatap tubuh indah pria tersebut dan melihat tato serta beberapa bekas tembakan dipunggung pria itu.


Dia Pasti pembunuh berantai? tapi kenapa gue belum dibunuh ya padahal orang yang semalam aja langsung di dor sama dia kok gue belum, apa jangan-jangan dia mau ngasih gue sama binatang buas itu ya batin Bella.


Arsenio terlihat mendekati ranjang dan membelai lembut wajah Bella. Hal itu membuat Bella merasa risih karena ia tak suka siapapun menyentuh wajahnya tapi nyawa lebih berharga sekarang.


" Mau sampai kapan Lo pura-pura tidur? kalau Lo gak buka mata sekarang jangan salahin gue kalau salah satu peluru ini bersarang dikepala lu" ujar Arsenio sambil menodongkan pistol ke kepala Bella.


" Iya gue bangun" pekik Bella yang langsung duduk. Matanya langsung beradu pandang dengan Arsenio " Gue... gue... gue mohon lepasin gue ya. Gue cuma gadis SMA yang gak berdosa kok, gue anak baik-baik sumpah selalu nurut perkataan orang tua dan lemah lembut jadi kalau Lo lepasin gue percaya deh Lo bakalan selalu dilimpahkan keberuntungan sama Tuhan "


" Sebelum ada Lo gue udah terlebih dahulu mendapatkan banyak keberuntungan kok, jadi gue rasa udah cukup keberuntungan yang gue punya. Sekarang saatnya liat keberuntungan Lo ada atau enggak " sahut Arsenio sambil tersenyum.


Ntah kenapa gue benci banget liat tu senyum sekarang? kenapa perasaan gue jadi gak enak gini ya batin Bella.


" Siapa yang nyuruh Lo mata-matain gue?" tanya Arsenio dengan tatapan serius. Bella hanya bisa meneguk air liurnya.


" Suer deh, gak ada yang nyuruh gue. Gue tu cuma siswa yang gak sengaja kesasar kesitu dan gak tau jalan pulang" jawab Bella berusaha meyakinkan Arsenio.


" Jadi Lo kesasar disini?" balasnya.

__ADS_1


" Iya gue kesasar dan gue mau pulang. Bisa anterin gue pulang kan?" seru Bella dengan harapan tinggi karena ia melihat setitik cahaya kehidupan untuknya.


" Lo pikir gue bego ha? gak ada yang bisa masuk wilayah sini kecuali anak buah gue. Siapapun yang mau kesini harus ijin sama gue baru bisa masuk" jelasnya yang membuat setitik cahaya kehidupan tadi redup seketika.


" Emang Lo pikir semua ini punya bokap Lo apa? harus ijin segala. Hutan ini punya negara dan apapun milik negara itu milik seluruh rakyatnya bukan Lo " protes Bella.


" Oh, ya. tapi sayang banget nih karena apapun yang gue bilang tadi adalah kenyataan disini. Semua yang hidup disini atas kehendak gue dan semua yang terjadi disini itu juga atas perintah gue " jelas Arsenio.


" Semua yang hidup atas kehendak Lo? hahaha asal Lo tau ya semua yang hidup itu atas kehendak Tuhan bukan Lo jadi gue saranin ke Lo jangan asal ngambil nyawa orang sembarangan ya, nyawa itu gak gratis dan juga gak ada yang jual bego" seru Bella yang membuat Arsenio menatapnya dengan tajam. Bulu kuduk Bella merinding karena tatapan itu yang seakan hendak melahap Bella utuh.


Ya Tuhan, kenapa mulut gue lemes banget sih, sok nasehatin psikopat kek dia yang ada nyawa gue bakalan langsung hilang dah sekarang batin Bella. Dia merasa khawatir karena cahaya kehidupan sepertinya tidak ada lagi sekarang.


" Hahahaha Lo pikir Lo siapa! sok nasehatin gue tentang hidup. Lo lupa ya kalau nyawa Lo juga ditangan gue sekarang. Kayaknya bakalan lebih seru kalau Lo gue kasih ke maung atau bear ya " seru Arsenio. Bella hanya diam karena takut akan salah bicara dan lebih membahayakan hidupnya lagi.


Suara ketukan terdengar dari luar yang mengalihkan pandangan Arsenio dan Bella kearah pintu.


" Siapa?" sahut Arsenio.


" Tuan, ini saya Mila" balas seseorang dari luar.


" Masuklah Mila " jawab Arsenio sambil tersenyum picik kearah Bella.


Seorang gadis seksi dan cantik terlihat masuk kedalam dengan hanya menggunakan bra dan rok pendek. Bella terlihat melongo karena ia selalu berpikir wanita seperti itu adalah wanita malam ya memang dirinya dan Yaya juga suka ke club minum dan mabok-mabokan tapi untuk pakaian mereka tak pernah memakai seminim itu.


" Lo gak kedinginan mbak?" cetus Bella yang langsung saja bertanya pada wanita tersebut. Mila dan Arsenio terlihat bersamaan menatap Bella.

__ADS_1


" Tentu tidak, ini pakaian kesukaan tuan dan sudah menjadi kehormatan saya untuk mengenakannya sekarang" jawab Mila.


" Kehormatan? kehormatan dari mana mbak? pakaian sisa bahan gitu masih dipakai. Apa jangan-jangan lu psikopat miskin ya beliin baju aja kagak mampu" ejek Bella pada Arsenio yang berada disebelahnya.


" Lu berani ngehina selera gue bocah ingusan!" pekik Arsenio tetapi hal tersebut ditanggapi biasa oleh Bella karena ia sudah tidak melihat ada harapan hidup untuknya lagi jadi dari pada bersikap sok suci lebih baik ia menjadi dirinya sendiri.


" Gue gak ngehina bego, gue cuma bilangin doang" jawabnya santai.


" Lo cari mati ha!!!"


" Lah kan emang gue juga mau mati, lagian gue udah cape minta Lo lepasin gue tapi Lo gak mau yaudah dari pada gue mati dengan kepura-puraan lebih baik mati dengan sikap gue sendiri kan. Lagian gue ngomong apa adanya kok" jelas Bella. Bukannya marah Arsenio malah tersenyum licik.


Arsenio kemudian mendekati Mila dan meraba-raba tubuh Mila dihadapan Bella.


" Mbak, Lo kok mau aja sih di *****-***** gitu? itu pelecehan mbak dari pada gitu mending Lo ikut mati aja bareng gue setidaknya mati dalam keadaan suci mbak" ujar Bella. Mila hanya diam atas semua perlakuan Arsenio padanya.


" Heh! Psikopat! gak sopan Lo ya. Gue masih anak kecil berani-beraninya Lo mau ngelakuin adegan plus-plus didepan gue. Dasar gak ada akhlak, psikopat, brengsek, bajingan " pekik Bella yang membuat kesabaran Arsenio habis. Ia kemudian mendorong Mila kelantai hingga kepalanya berdarah. Hal itu tentu membuat Bella terkejut.


" Lo gila ya!" teriak Bella. Arsenio kemudian mendekati Bella dan menarik rambutnya kasar.


" Lo terlalu berisik! Lo ganggu mood gue. Asal Lo kalau mood gue jelek, untuk memperbaikinya cuma ada satu cara yaitu menghilangkan nyawa seseorang jadi sekarang gue mau balikin mood gue tapi bukan gue yang akan ngambil nyawa dia. Gue akan kasih kalian masing-masing pistol dan lihat siapa yang akan hidup antara kalian berdua " tegas Arsenio yang membuat pikiran Bella penuh kekacauan.


Gue gak mungkin bunuh cewek itu, kasihan njir. tapi kalau gak gue bunuh berarti gue yang mati dong batin Bella bimbang. Dalam kegundahannya ia menatap kearah Arsenio dan memiliki rencana lain.


Kini pistol sudah ada di tangan Mila dan Bella. Mereka menodongkannya ke satu sama lain. Arsenio tampak begitu senang dengan pemandangan dihadapannya.

__ADS_1


__ADS_2