
Seorang pria tersenyum lebar melihat tingkah dinda yang salah tingkah dan laki itu memperkenalkan diri aku Bastian, pasti kamu Dinda ya dinda hanya mengangguk kepala iya kok tahu tadi teman kamu panggil kamu dan dari kartu nama mu yang di kasih ibu mu, oya aku lupa Hai aku Susi temannya Dinda salam kenal ya oppa ganteng dinda ganteng banget kalo bening kaya begini aku siap deh tinggalin Rinto oya kalian mau minum apa, terserah oppa Bastian aja ucap Susi tiba-tiba Dinda mencubit tangan Susi sakit tahu Dinda dasar engga bisa melihat yang bening sedikit, Lagi-lagi Bastian hanya tersenyum lebar dan Asri datang menyajikan minuman diatas meja non Dinda minum dulu terimakasih Asri. Maaf bapak panggil saya ada apa ya jangan panggil bapak panggil Bastian umur kita tidak beda jauh kok, oke. .. oke ucap Susi yang sangat agresif kaya melihat mangsanya dan ingin mencekamnya, aduh ampun deh ucap dinda aku hanya mengucapkan terimakasih kamu menjaga rumah ku selama aku dinas diluar kota oh gitu aja ucap Dinda sangka in ada berita yang sangat penting apa, tiba-tiba ada seseorang perempuan yang datang dari tangga memakai baju tidur seksi tinggi semampai dengan rambut panjang bagaikan foto model, dia langsung mencium pipi Bastian dengan mesra aduh ucap Susi yang sedang bengong dinda hanya tertawa lepas dan menutupi mata Susi dengan tangannya Hai kenalin aku Melia istrinya Bastian Hai juga aku Dinda dan ini Susi teman aku oya Bastian sudah banyak cerita tentang kamu Dinda oya ucap dinda terimakasih ya kamu sudah jaga rumah kami iya tidak apa-apa oya maaf sudah sore kami mau pulang dulu ya ucap Dinda, Bastian dan Melia menghantarkan sampai mobil. Dinda berpamitan dan melangkah menuju mobil dan di sana ada pak Ali dan Asri, dinda berpamitan kepada mereka terimakasih ya pak, Asri aku pulang dulu main kerumah aku iya non Dinda. Dinda dan Susi langsung masuk mobil dan pergi, aku bete tahu ternyata Bastian sudah punya istri hati aku hancur dinda hanya tersenyum ingat ada Rinto tuh menunggu kamu ih dasar lo ya udah deh aku sumpah in dia bercerai dan dia berpaling pada ku eh Rinto mau kemana. Dinda berhenti dulu deh mau ngapain sih Susi mana handphone kamu nih mau ngapain kamu punya no telp nya Asrikan ada mau ngapain sih mau cari tau tentang Bastian maju terus buat temen aku, apa maksud kamu Susi tanya dinda sebenarnya kamu suka kan sama Bastian aku lihat dari sorot mata kamu begitu juga dengan Tian, tenang aku berjuang kan kalian gila kamu susi, dan Dinda tiba-tiba langsung memberhentikan mobilnya.
Susi please jangan berlebih-lebihan Bastian sudah punya istri Melia. Dirumah Bastian Melia berbincang emang kenapa Tian aku sangat cinta sama kamu ucap Melia, ya tapi kamu jangan begitu aku sudah janji sama suaminya untuk menjaga dia dan menikahkan sebelum dia meninggal, kamu bisa bilang ke mereka kalo kamu pacar aku tetapi kenyataannya kamu bilang kamu istri aku Mel, pasti ini jadi salah paham sudah kamu pulang sana sambil menarik tangan Melia, ucap Bastian tiba-tiba Handphone berdering tanpa nama ternyata Susi yang ingin ketemu an sama Bastian maaf oppa bisa tidak kita ketemuan lagi hari itu juga di sebuah cafe. Kamu telepon siapa ucap Dinda Susi menjawab teman tetapi kamu tadi bilang oppa Bastian ucap Dinda kamu salah dengar Dinda ucap susi sudah turun kan aku di cafe ya, dan Dinda menurunkan Susi di cafe yang di minta Susi dan Tian langsung pergi menggunakan mobil terburu-buru menuju cafe yang dijanjikan dan mereka bertemu dan Bastian mengungkapkan semua nya apa yang diamanahkan suaminya dinda kepadanya, kebetulan Bastian dinas ke Malaysia untuk bantuin temannya untuk pembicaraan dan kerjasama antara Indonesia dan Malaysia dan kebetulan Bayu dan Bastian ingin bertemu sebelumnya mereka sudah banyak berbincang-bincang di suatu tempat pertemuan bayu menitipkan Dinda dan sebenarnya Bayu menyuruh Bastian untuk menikahkan didepan dia, tapi Bastian tidak mau itu gila karena masih ada kamu, tapi takdir berkata lain dan saksinya teman mereka dokter Rina teman Bayu dan Bastian, ternyata mereka bertiga berteman semenjak SMA tapi apa dikata bayu lebih memilih jurusan teknologi komputer karena dia ingin membahagiakan orang tuanya dan melanjutkan perusahaan ayahnya, sebenarnya Bayu mendapatkan beasiswa fakultas kedokteran tapi demi keluarga dia memilih untuk menjadi teknologi komputer, Susi hanya terdiam berarti betul dong semalam mas Bayu datang ke mimpi aku kak, Rinto hanya terdiam dan dia mendengar semua nya pembicaraan Tian dan Susi, iya Susi sengaja ajak Rinto karena dia tunangan Susi dan dia selalu setia sama Susi jadi kalian sudah tahukan iya kak kita akan bantu kakak dan demi kakak Bayu juga. Mas bayu bilang aku suruh ambil barang kaya buku di laci ruang kerjanya dirumah kakak yang kak tempatkan sekarang dan aku di suruh serahkan ke Dinda. Iya besok aku ambilkan ya kita janjian di mana. Kata kamu besok mau ujian mandiri dek ucap Rinto, kamu mau kuliah dimana Susi ucap Tian, aku dan dinda mau masuk ke universitas swasta kak jurusan kedokteran oya kebetulan aku salah satu dosen disitu apa..,muka kaget susi iya emang kenapa aku salah satu dosen di sana ucap tian berarti kalian berdua emang jodoh ya.