CINTA ABADI

CINTA ABADI
05 [REVISI]


__ADS_3

Setelah sampai di rumah sakit, Dokter dan Suster sudah menunggu di lobi rumah sakit, mereka segera membawa Vera ke dalam ruang operasi.


Revind disuruh menunggu di depan ruang operasi ia sambil bolak balik mondar mandir dia takut terjadi sesuatu pada Vera.


Ia menyesal telah menyakiti Vera selama ini, bahkan Vera siap merelakan nyawanya sendiri demi diri nya.


Sesaat kemudian, Marvel tiba di rumah sakit itu ia segera ke tempat tunggu dekat ruang operasi. Ia segera memukul Revind dengan kuat karena ia sangat kesal.


"Apa Luh senang Bro melihat akhir nya adik gue menderita di dalam dan yang sekarang pasti nya dia gak bakal ngeganggu Luh kan lu senang ya kan ngelihat hidup adik gue sekarang hancur" ucap Marvel


Dan itu menjadi pukulan telak di dada Revind ia sangat menyesal apa yang telah ia lakukan selama ini.


Marvel pun melemparkan semua bukti yang berhasil dicari adik nya.


Dengan tangan gemetar Revind mengangkat semua kertas kertas dan buku diary milik Vera. Saat ia membacanya sangat sakit sekali hati nya.

__ADS_1


Januari, 24


Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan lagi. Jika aku mengatakan bahwa perempuan itu jahat dan ingin mencelakai Kak Revind pasti ia akan tetap tidak percaya.


 


Sesuai prediksi ku, besok ia akan melancarkan rencana nya, entah ia akan membunuh kak revind atau pun aku.


 


Aku tidak bisa membiarkan kak revind dalam keadaan bahaya, aku harus menemukan kebahagiaan untuk nya agar kak revind bisa hidup bahagia dengan perempuan lain selama ia adalah perempuan yang baik bukan seperti Yunita.


...~sebab cinta tak harus saling memiliki, tetapi dengan melihat orang yang kita cintai hidup bahagia, itu lebih dari cukup~...


Revind yang membaca itu seketika menangis sejadi jadi nya ia menyesal mengingat apa yang telah ia lakukan kepada Vera selama ini dan selama ini Vera telah berusaha menyelamatkan nya dari perempuan jahat bahkan ia merelakan nyawanya demi dia yang telah menjahati nya.

__ADS_1


"Bro, gak guna loh nangis dan menyesal sekarang, karena semua gak bakal terulang lagi." ucap Marvel.


Saat itu juga Dokter keluar dari ruang operasi,


"Dok bagaimana dengan keadaan adik saya Dok? apa dia baik baik saja" tanya Marvel.


"Kami minta maaf sebelumnya, kami sudah berusaha dengan keras tapi adik anda seperti tidak memiliki semangat untuk hidup lagi dan itu membuat kami kesulitan untuk menyelamatkan adik anda" ucap sang Dokter.


Seketika Marvel dan Revind yang mendengarnya itu terduduk lemas, kemudian Revind segera pergi dari sana ia ingin menenangkan diri nya atas semua ke bodohan yang dia lakukan. Ia menyesali semua yang ia lakukan mengingat pengorbanan Vera selama ini,


yang mana Vera selalu menanyakan kabar nya, selalu membawanya bekal setiap hari dan selalu tersenyum lembut kepada nya.


tapi itu semua hanya tinggal kenangan saja, tidak ada lagi Vera yang akan menemani hari harinya itu. seketika hati nya sangat sakit mengingat semua kebaikan yang Vera lakukan.


"Ya Tuhan kenapa engkau mengambil orang yang baik dengan cepat, bahkan aku belum meminta maaf pada nya, atas semua perbuatan jahat ku selama ini. ia selalu menebarkan kebaikan tapi kenapa engkau merebutnya duluan, kenapa ... kenapa " teriak Revind.

__ADS_1


__ADS_2