
malam telah berdalih menjadi pagi yang cerah,
mata Carrie terbuka lebar untuk memulai beraktivitas, biasanya ada yang membangun kan dirinya setiap pagi namun pagi ini tak seperti pagi biasanya,
dia kembali merasakan hawa di mana sebelum ia menjadi nyonya Abraham,
" hoam...... " ia menguap dan sudah beranjak duduk di atas ranjang tidurnya, ia menolehkan kepalanya ke kanan dan kiri merasa seperti ada yang berbeda pagi ini,
" oh ya aku kan di rumahku,bukan di rumah si Presdir sombong itu " julidnya , sembari membulatkan matanya,
setelah mengatakan itu, ia pun beranjak berdiri dari tempat tidurnya dan berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sebelum memasuki pintu kamar mandinya ia menyempatkan diri untuk mengaca menatap dirinya sendiri, Carrie menatap lama kaca itu seakan masih tak percaya dengan takdirnya, ia berulang melipat lipat perut buncit nya, dan bergumam sendiri di depan kaca,
" hah perutku sekarang bertabah besar, padahal terakhir kali aku melihat di kaca ini perutku masih segini " ucapnya, dengan mengukur perut nya dengan jari,
" ah sudahlah, sudah terjadi juga tak ada gunanya aku menyesal atas kesalahan ku sendiri, walaupun sepenuhnya bukan salahku dan ya anak ini juga tak bersalah apa apa untuk apa aku menyesali kehadiran nya" ujarnya kembali, dan ia berlanjut memasuki kamar mandi.
selesai mandi ia hendak berpakaian dan membuka lemari bajunya,
di lihat lihat seperti nya tak ada baju satupun yang bisa ia pakai di lemari itu, namun ia mencoba mengambil satu helai baju karena baju itu terlihat sedikit lebih lebar dari baju lainya ,
saat Carrie sedang memakai nya
__ADS_1
"krek...... " terdengar suara robekan dari pakaian itu,
ia pun mencoba menolehkan kepalanya ke arah sumber suar itu, dan ia terkaget setengah mati,
" hah.....apa.... sampai robek apakah tubuhku benar benar besar, ah..... sial bagaimana ini " ia menggerutu sambil menangis kecil atas kejadian yang menimpanya,
" tak ada jalan lain hanya ini yang bisa ku lakukan " Carrie mulai mengambil ponselnya , dan menelfon seseorang di sana,
*______*______*
di sisi lain
kediaman Abraham
ia tak nafsu untuk memakan sarapan nya dan ia lebih memilih untuk pergi menuju kantornya, saat ia hendak menuju mobilnya, ponselnya berdering,
" drtd........ " 📱))))
ia mengambil ponselnya dalam saku, tetulis di sana nama kontak yang menghubungi nya adalah" kucing liarku"
Miguell tersenyum lebar di sana membaca bahwa orang yang menghubunginya tak lain adalah Carrie istrinya,
__ADS_1
ia pun menjawab telfon itu
Miguell : " ada apa " ucapnya dengan dingin.
Carrie : " suruh Muller mengantarkan pakaian untukku, tak ada pakaian yang muat untuk ku pakai di rumahku "
Miguell : " jika aku tak mengizinkan nya bagaimana " ucap menggoda miguell.
Carrie : " maka aku akan menyuruh betra memberikanku pakaian baru " ketus Carrie.
terlintas sejenak di fikiran miguell jika Carrie menghubungi betra pasti Albert akan tau di mana Carrie berada dan ini merupakan ancaman bagi dirinya,
Miguell : " baiklah aku akan menyuruh Muller untuk ke sana tunggulah sebe......"
"tut..... tut..... tut... " Carrie langsung mematikan ponselnya sebelum ia selesai bicara,tanpa mengucap kan salam atau apapun,
"ah..... dasar wanita ini " gerutu miguell dengan tersenyum kecil,
tak lama Miguell langsung menyuruh pelayanya untuk mengambil sehelai pakaian di kamar Carrie,
ia tak menyuruh Muller untuk mengantarkan pakaian itu, namun ia dengan sendirinya menuju ke rumah Carrie untuk mengantarkan pakaian yang ia minta, ia berharap kali ini Carrie akan bersedia pulang dengan dirinya kembali ke rumah Abraham.
__ADS_1
____NEXT_____