CINTA ABADI

CINTA ABADI
episode 31


__ADS_3

Ke esok harinya tiba-tiba ada seorang laki-laki yang asyik ngobrol bersama orang tuaku di ruang tamu dan suara itu tidak asing bagi Dinda dan Dinda bergegas menuju ruang tamu dengan terburu- buru dengan keadaan mulut sedang mengunyah roti selai strawberry, dan kenapa hati ini terasa deg- degan ya, ternyata dr bastian dan dia melotot melihat aku dalam keadaan yang terburu-buru dan mama langsung mengalihkan pembicaraan dan dia menyampaikan ke Dinda sayang ini bastian dia anak tante Lia dan om Hari kamu kenalkan dia juga dosen di kampus kamu kan dan mama sangat memuji dr Bastian "oh" ucap Dinda ya udah mama Dinda berangkat dulu sambil mencium tangan mama dan papa dan seketika papa berucap Dinda kenapa tidak bareng sama bastian kalian satu arah kan dalam hati bete banget kenapa harus aku sama dia semobil Dinda langsung berucap aku sudah dijemput sama Susi pah,dan handphone ku berbunyi dan ternyata Susi berucap maaf aku tidak bisa jemput kamu dinda mobil aku dibawa bengkel, tapi kok aneh ya aku merasakan curiga sama Susi dan bastian dan tiba-tiba papa berucap Dinda mulai sekarang dan selama kamu kuliah kamu diantar bastian ya dan pulang dijemput supir ya, tapi papa "ucap dinda"dokter bastian sibuk praktek di rumah sakit ucap dinda dan aku tidak mau ngerepotin, papa dan mama malah tidak mendukung Dinda, malah tetap pada pendiriannya Dinda tiap hari harus di antar oleh Bastian.


Ya sudahlah daripada aku berdebat dan waktu hampir menunjukkan jam 9 aku langsung berpamitan dan menuju mobil yang diparkir depan halaman rumah dan bastian berada dibelakang aku langsung membuka kan pintu mobil dan papa dan mama melihat aku pergi.

__ADS_1


Dan aku pura-pura memegang handphone dan mengecek WA dari grup alumni SMP ternyata ada ketemuan alumni dan membawa pasangan dalam hati Ya Tuhan apalagi cobaan yang kau berikan dan Bastian seketika melirik aku dan tersenyum sumringah aduh kenapa sih dia tersenyum padaku dan Bastian memulai bicara kamu kenapa kaya orang gelisah, dan Bastian meminta maaf atas pembicaraan yang kemarin, dan aku tidak sangka kalo kamu anaknya teman mama aku, ucap Bastian dan kamu dan aku ternyata dijodohkan.


Seketika Dinda kaget apa aku tidak salah dengar dan aku berucap berhenti, stop mobil nya dan aku berucap terus kamu Terima perjodohan ini, ya kenapa tidak lebih baik kita saling mengenal dulu.

__ADS_1


Dia melihat aku dengan muka sinis nya dan berucap selamat ya dokter bastian atas tunangan nya.


What dalam hati apa yang diucapkan bastian dan semua mahasiswa dan dosen-dosen di sana saling bergantian mengucapkan selamat sebenarnya ada apa ini dengan semuanya aku menarik baju bastian kebetulan dia menggunakan kemeja panjang yang digulung dan muka ku hanya tersenyum kecut dan aku menarik bastian ketempat sepi untuk menjelaskan semuanya.

__ADS_1


__ADS_2