CINTA ABADI

CINTA ABADI
61.(end)


__ADS_3

tanpa di sadari waktu berlalu dengan cepat,


9 bulan telah berlalu,


dan tepat saat ini hari kelahiran Carrie,


namun dia melahirkan lebih cepat dari hari yang di perkirakan oleh dokter di tambah dirinya juga mengalami komplikasi, hingga membutuhkan penanganan yang cepat,.


Miguell yang dari tadi menunggu di depan ruang UGD di temani nenek nya,terus menerus bolak balik menengok lampu Ruang UGD berharap lampu itu cepat berubah warna, sudah 2 jam lamanya dan belum ada 1 pun dokter atau perawat yang keluar di tambah keadaan dalam ruang UGD terlihat rusuh para perawat bejalan kesana kemari,


hingga tak lama eric keluar membawa sebuah secarik kertas putih di berikan pada Miguell dengan wajah muram,


" apa ini "


tanya Miguell


" pilihlah antara istri mu atau anakmu, karena istrimu mengalami kontraksi pada jantung nya, dan kamu harus memilih salah satu di antara mereka "


bagai di sambar pertir hati Miguell mendengar nya ia tak dapat berkata kata lagi, bibirnya terbungkam, fikiranya langsung kosong seketika.


" migg tak ada waktu cepat pilih "


ucap eric terburu-buru,


akhirnya miguell pun mendapatkan sebuah jawaban,


" b..... baik , aku aku memilih istriku, cepat selamat kan istriku , cepat "


dengan cepat eric berlari kembali menuju ruangan UGD untuk melanjutkan oprasi,


dan tak terlama sebuah suara terdengar dari ruangan itu,


" oek.... oek.... " sebuah suara tangisan seorang bayi yang mengguagah hati terdengar.


Miguell senang namun di balik itu ia Teringat sesuatu, bukankah dirinya memilih Carrie tapi kenapa terdengar suara tangisan bayi.


lalu Eric keluar dari ruangan UGD dengan wajah yang muram jalanya gontai menuju ke tempat Miguell, seketika Miguell langsung menelan ludahnya seakan ketakutan dengan berita yang akan di sampaikan oleh Eric,


" migg bayimu selamat, tapi......." ucap Eric

__ADS_1


Miguell terlihat sumringah seketika, namun saat Eric mengatakan tapi dirinya seperti sudah mendapatkan sebuah firasat,


" tapi apa " bentak miguell sembari mencengkram bahu Eric.


" ibu nya..... ibunya tak selamat ".


" deg......... deg.... "


mulutnya terbungkam seketika


hati nya tersentak mendengar nya,seketika air mata pun mulai menetes dari matanya, dan fikiranya seperti sudah tak terkendali, ia kembali mencengkram erat kerah baju Eric.


"apa...... apa maksud mu Eric......, ku mohon jangan bercanda denganku " bentak dirinya,


" bukankah aku sudah mengatakan untuk menyelamatkan istriku, tapi apa yang kau lakukan ini ha..... "


lanjut Miguell yang masih mencengkram erat kerah baju putih Eric, dengan eksperesi yang sangat marah,


" migg..... aku tak bisa apa apa, istrimu yang memohon padaku "


ekpresi Miguell tampak bingung mendengar nya,


" istrimu tadi sempat memegang jariku saat aku hendak meng operasi dirinya, dengan tangan lemas dan bergetar dia memohon padaku untuk menyelamatkan anaknya apapun taruhannya, aku tak bisa menolak dia menangis padaku terus menerus memohon untuk menyelamatkan bayinya , aku tak bisa menolak permohonan seorang ibu migg... "


jawab Eric dengan sedih dan memelas, yang langsung membuat Miguell melepaskan kerah baju Eric dan menjauhi dirinya.


Miguell bak seperti kehilangan kekuatan miliknya untuk berdiri dia tak berani berjalan memasuki ruangan yang ada di hadapan dirinya untuk melihat anak yang telah lama mereka tunggu-tunggu,dia seperti melupakan segalanya dan hanya menangis sejadi-jadinya,


nenek yang tak tahan melihat cucunya seperti itu membuat dirinya juga turut menangis, dia berjalan mendekati Miguell lalu memeluk dirinya dan menepuk-nepuk bahunya untuk membuat nya tenang.


" cucuku sayang jangan menangis ,kamu harus sabar" ucap nenek sembari memeluk Miguell dalam pelukanya.


Miguell yang tak kuasa membendung tangisanya pun menangis di dalam pelukan neneknya,.


" nenek kenapa,kenapa orang yang ku cintai slalu pergi meninggalkan diriku nek, pertama ayah dan ibu dan sekarang istri ku, kenapa nek...., apa Tuhan marah padaku hiks...hiks....hik...."


" sayang kamu harus kuat, jika melihat mu seperti ini Carrie tidak akan bahagia "


Miguell mulai mengusap air matanya

__ADS_1


dan terbangkit dari duduknya perlahan,


mengumpulkan kekuatan untuk kembali berjalan,


" nek aku mau melihat dia ".


Miguell berjalan gontai menuju ruang UGD di sana sudah terlihat seseorang yang terbaring lemas di tutupi sebuah kain putih,


dengan ragu Miguell membuka nya tangisnya kembali pecah, bahkan sebelum kain itu terbuka dia masih tak percaya, namun di sisi lain juga terdengar suara tangis seorang bayi, Miguell hanya melirik nya sekejap tanpa menyentuhnya, lalu dengan berani perlahan ia membuka penutup kain putih yang menutupi jasad istrinya.


saat terbuka terlihat jasad Carrie yang sudah terbujur kaku di atas ranjang rumah sakit, dan sekali lagi tangis Miguell pecah bahkan kali ini suara tangisnya lebih keras dari sebelumnya, ia meng genggam mencium wajah Carrie yang sudah pucat.


" sayang bangun, bukan kamu dah janji akan bersama ku selama nya, mana janji kamu, kamu malah tidur di sini dan tidak mau bangun, bangun sayang "


tangis Miguell dengan memeluk erat tubuh istri nya, lalu terdengar lagi suara tangis anaknya,


dengan lembut Miguell kembali mengajak bicara jasad istri nya,


" sayang dengar, anak kamu nangis, anak kita, bukankah kita akan besarkan dia bersama, aku gak bisa menyayangi anak itu tanpa dirimu, Carrie....., Carrie bangun "


nenek dan Eric yang di sana tak kuat melihat kesedihan Miguell membuat mereka meninggalkan Miguell seorang diri dengan tubuh kaku Carrie, nenek menangis di luar ruangan UGD melihat kesedihan cucu kesayangan nya.


begitu juga Eric dia pergi dengan membawa bayi Carrie untuk di taruh di ruang labirator,


sedangkan Miguell masih menangisi dan terus menerus mengajak bicara jasad istrinya yang sudah terbaring kaku, Miguell terlihat sangat tak terima dengan kematian istrinya, sampai di hari pemakaman bahkan setetes air mata tidak keluar saat istrinya di masukkan dalam sebuah peti.


tak luput di sana ada Betra dan juga Albert yang di mana tidak meneteskan air mata mereka,namun Betra yang tidak sekuat batin lelaki tak kuat membendung tangisnya hingga saat Carrie di masukkan dalam tanah ia memutuskan untuk pergi dari sana, dengan wajah datar Miguell berjalan menuju ke pemakaman dengan membawa foto istrinya.


setelah semua upacara selesai,


Miguell kembali ke rumah miliknya dan Carrie, di setiap langkah ia menginjakkan kakinya di rumah ,terlintas sebuah kenangan kenangan semasa hidup istrinya, lalu ia memasuki kamar mereka berdua, terlihat di atas ranjang bayang bayang Carrie yang sedang tersenyum lembut padanya, diapun kembali meneteskan air matanya yang sudah dia tahan selama upacara pemakaman, dia terduduk di samping ranjang sambil menangisi kenangan kenangan manis yang telah mereka lalui.


**hingga..............


apakah masih mau lanjut,


jangan lupa baca karya terbaru saya.


judulnya,

__ADS_1


(PASANGAN ANTAGONIS)


__ADS_2