
Hari berganti hari , bulan berganti bulan .
Tak terasa kandungan Aira sudah memasuki bulan ke 8 mendekati persalinan .
Hamil kali ini Aira sedikit lega , ia tidak mengalami ngidam , hanya trimester pertama Bayu yang mengalami ngidam ,dari mual pusing dan pengen yang aneh aneh di alami Bayu .
"Sayang kapan kamu kontrol ke dokter kandungan ?" tanya Bayu yang sedang sarapan pagi .
"Nanti sore mas !" ucap Aira .
"Jam berapa ?" tanya Bayu , nanti jam 4 sore aku sudah buat janji dengan dokter Hanna di RS Harapan Bunda ,"jawab Aira ".
"Baiklah nanti aku antar ya , tunggu ayah ya baby kecilku !" jawab Bayu sambil mengelus perut Aira yang sudah membesar .
"Ayo anak anak , ayah antar ke sekolah !" ajak Bayu kepada Ken dan Kiki .
25 menit kemudian , mobil mereka sampai di depan pintu gerbang sekolah .
Ken dan Kiki sekolah dulu ya ayah , da....." Ken dan Kiki melambaikan tangannya ."
"Ayo Ken kita masuk ke kelas sudah jam 7 !" kata Kiki yang melihat jam di pergelangan tangannya .
Mereka berlari menuju kelas masing masing .Suasana yang riuh menjadi hening kala Bu guru Lalita datang ke kelas hendak ingin memberi pelajaran .
"assalamualaikum anak anak ?" tanya Bu guru
"Wa'alaikumusallam Bu guru ! "sahut siswa siswi
Anak anak Minggu besok adalah ulangan kelulusan kalian , ibu harap kalian bisa mengerjakan tugas dengan baik dan lulus , dan bisa melanjutkan sekolah madrasah ibtidaiyah atau sekolah dasar .
Rafa , tolong kamu handle semua urusan kantor saya mau pulang , sayang ingin Aira untuk cek ke dokter kandungan .
Baik , tuan !
Bayu pulang sebelum Azar berkumandang . Assalamualaikum , sayang aku pulang .
Tidak sahutan Bayu mencari istrinya di segala penjuru , dari dapur , halaman belakang , ke ruang tamu dan terakhir di kamar .
Lelah mencari akhirnya ketemu juga , "Sayang , istriku tercinta ternya kamu di sini ".
Huf....." Bayu membuang nafasnya lewat mulut dada yang turun naik akibat kelelahan mencari istrinya ."
__ADS_1
Mas gimana sih aku kan mau ke dokter kandungan jadi harus siap siap , masa mau ketemu orang bau asem !
Heheh!" Bayu hanya cengengesan .
Kalau mas mau antar aku ke dokter kandungan mandi sana biar fresh , kayak jeruk yang baru di petik .
Nanti dulu sayang , "haduh kenapa irama jantungku rasanya tidak karuan apa aku sudah tua y !"
Sebelum pergi ke rumah sakit , Bayu dan Aira berpamitan dengan kedua anaknya dan mama Anita .
"Mama aku nitip si ganteng ya !" ujar Aira , aku dan mas Bayu mau cek kandungan .
"Ya , anakku sayang jangan cemaskan kedua jagoan mu , mereka anak yang baik dan juga patuh sam neneknya !" ya kan jagoan nenek .
"Bunda kapan dedek bayi keluar , Ken ingin mengendong dedek bayi !" Ken sambil mengelus perut Aira yang sudah membesar .
"Sabar KK nanti aku juga keluar !" sahut Aira yang menirukan suara anak kecil .
Mereka tertawa bersama , " ayo sayang kita berangkat , kalau terlalu sore dijalan bisa macet , karena ini jam pulang kantor ".
Bayu dan Aira masuk ke dalam mobil , mereka berdua bercengkrama satu dengan yang lain .
Bayu tidak ingin melewatkan kesempatan ini , sewaktu Aira mengandung si kembar Aira tidak di dampingi Bayu .
Sedih , tentu saja
Marah apalagi ," huh , sayang beban di perut mu apa sangat berat aku tidak tega melihatmu seperti ini .Aku janji akan selalu menjaga dan menyayangi keluarga kecil kita ".
Mas ngomong apa sih , aku tuh senang banget bisa jadi wanita sempurna untuk mu dan anak anak kita .
Bisa jadi ibu sekaligus istri , banyak wanita yang ingin di posisi ku , melahirkan anak anak yang soleh ,punya suami yang ganteng membahana dan plusnya tajir melintir ....hhhhh
Sekarang kamu pandai ngegombal ya , tambah gemez sama bunda nya anak anak .
"Sayang ayo kita masuk saja ke ruangan dokter Hanna !" ucap Bayu
Jangan mas , kamu gak lihat mereka , jangan jadikan uangmu jadi serakah , " kata Aira " .
Bagaimana kalau kita yang berada di posisi mereka , merasa terabaikan , karena kita tidak memperdulikan mereka".
"Baiklah nyonya , perkataan mu adalah perintah !" ucap Bayu sambil membukukan tubuhnya .
__ADS_1
Bayu mengambil nomer antrian , walaupun sudah membuat janji dari kemarin tapi Aira tidak tega melihat ibu ibu yang sudah menunggu lama Dangan perutnya yang membuncit .
30 menit menunggu nomer panggilan , belum juga ada panggilan Bayu pergi ke kantin rumah sakit untuk membeli minuman dan makanan kecil untuk istrinya .
Ini sayang minum dulu , jangan sampai dehidrasi akibat kekurangan cairan .
Aira meminumnya dengan cepat , ah ....enaknya .
Nomer Aira terpanggil .
"Nyonya Aira !" panggil suster .
Bayu dan Aira masuk ke dalam ruangan praktek dokter Hanna ." silakan duduk "
Dokter Hanna memeriksa buku catatan kehamilan Aira ." bagus , coba naik ke atas tempat tidur dan memeriksa perut Aira dengan gel "
Melihat monitor komputer ," posisi bayinya bagus ya pak , jenis kelamin perempuan !" ucap dokter Hanna .
Bayu sangat gembira ," beneran dokter anak saya perempuan "
Ya pak , jaga ibu dan anaknya ya kalau sudah terjadi kontraksi langsung saja datang ke rumah sakit ini .
"Dokter apa saya boleh bertanya ?"
"Silakan pak , apa yang bapak mau tanya kan !" ucap dokter Hanna .
"Masalah itu ,dokter !
Dokter Hanna yang mengetahui pertanyaan si bapak bayi tersebut langsung tersenyum .
Kandungan yang mendekati HPL justru di anjurkan untuk sering sering menjenguk si bayi , dengan catatan tidak melukai bayi yang ada di perut si ibu .
"Benarkah dokter !" wajah Bayu langsung cerah secerah pagi ini.
Aira merasa malu dengan pertanyaan suaminya .
Terimakasih dokter atas segalanya .
Setelah menebus obat di apotek , Bayu dan Aira segera pulang ke rumah .
"
__ADS_1