
Pagi yang cerah , Cantika berangkat kerja .Ini hari pertama ia bekerja di butik ,Bu Aira sangat ramah dengan semua karyawan butik tanpa terkecuali .
"Pagi Bu !"sapaku di pagi hari saat Bu Aira datang ke butik miliknya .
"Pagi semua !"jawab Bu Aira ramah .
Oh , ya Cantika nanti kamu anterin pesanan jas ke apartemen di Jakarta Selatan .
"Baik Bu !"jawabku
Aku terkesima melihat penampilannya , anggun dan elegan apalagi dia mempunyai suami yang tampan juga tajir hidup yang nyaris sempurna bisa aku bilang begitu tapi semua itu tidak membuat ibu Aira jadi sombong dan angkuh bahkan beliau sangat dekat dengan karyawannya .
Pagi ini aku di tugaskan mengantarkan pesanan langganan di sebuah apartemen . Aku langsung bergegas mengambil pesanan tersebut , setelah di beri alamat melalui smartphone ku ,meluncur menaiki taksi online yang aku pesan tadi .
Taksi online yang aku pesan tadi telah sampai di depan pintu apartemen ,"mba sudah sampai sesuai aplikasi ya !"ujar pak sopir .
Aku memberikan uang sesuai tarif ,"ini pak uangnya !"ucapku .
Aku keluar dari taksi tersebut , dan bergegas menuju pintu lift .
Aku memencet tombol lift menuju ke lantai 26 unit 516. Samapi juga .
Ting...tong ...
Aku memencet bel pintu apartemen , dua kali aku mengulanginya baru di buka seseorang .
Penghuni apartemen itu seorang pria dewasa dengan masih menggunakan celana boxer .
"Mau cari siapa ?" tanya si pria
"Maaf , saya mencari tuan Maxwell ?"tanyaku .
"Mau apa kamu cari saya !"ujar si pria yang bernama Maxwell.
"Saya mau mengantarkan pesanan bapak , ini jas bapak dari butik Bu Aira !"ucapku .
Ya sudah masuk dan letakkan di dalam lemari bajuku yang ada di kamar lantai 2.
Walaupun aku sedikit was-was tapi aku harus mengikuti kemauan pelanggan tersebut , aku tidak mau di pecat karena ada komplain dari pelanggan .
Letakkan di sana , dan cepat pergi dari sini , aku tidak mau ada kuman masuk ke kamarku jika kamu lama lama di sini .
Baik pak , saya permisi dulu .Aku melangkah menuju pintu , tapi sebelum keluar pria berotot itu berkata .
"Tunggu , bisakah kau temani aku dulu makan , aku ingin makan ada yang menemani !"ucap Maxwell
Tapi tuan aku harus buru buru , ini hari pertama ku bekerja aku tidak ingin mengecewakan Bu Aira .
Kamu tenang saja , aku jamin kamu tidak akan di pecat hanya karena menemani aku makan .
__ADS_1
"Ba....baiklah pak !"
Aku dan si tuan berotot pergi ke meja makan .
"Layani aku !"ucap Maxwell.
"Ha...!"aku terperangah mendengarnya.
Melihat tatapan tajam Maxwell , aku segera menghidangkan nasi berserta lauk pauk di atas piring.
Aku dan Maxwell makan dengan teratur tanpa ada kata , setelah makan aku membersihkan sisa makanan yang ada di atas meja .
Maxwell masih diam saja memperhatikan gerak-gerik kemana aku melangkah .
Risih tentu saja .
"Pak saya sudah membersihkan semuanya jadi biarkan saya pulang !"ucapku
Tapi sebelum tuang Maxwell menjawab , smartphone ku berbunyi , aku menerima panggilan tersebut karena dari ibuku Lastri .
"Halo Bu ada apa , Cantika sedang bekerja !"ucapku .
Hiks....hiks...
Bu !, Bu kenapa !mengapa ibu menangis !
Bapak !bapak Cantika !
"Bapakmu meninggal !"ujar Bu Lastri .
Sekujur tubuhku mendadak lemas ."Bapak!"teriakku .
Maxwell segera membopohku ke sofa .
Hiks ....hiks....
"Jangan tinggalkan Cantika , pak!"
"Aku antarkan kamu ya ke rumahmu !"ucap si Maxwell
"Tidak usah , saya bisa jalan sendiri !"ucapku memaksa .
"Yakin , buat berdiri saja kamu tidak bisa ?"
Dengan terpaksa aku di antar Maxwell ke rumahku .
"Tapi bagaimana dengan pekerjaan ku di butik ?"
"Kalau kamu di pecat aku akan mengangkatmu jadi sekretaris / istriku saja !"ucap Maxwell yakin .
__ADS_1
"Sudah berikan alamatmu !"
Aku memberikan alamatku melalui smartphone ku , aku malas berbicara .
Aku mengirim pesan ke Bu Aira bahwa aku izin pulang di karena bapakku meninggal dunia , dan Bu Aira mengizinkannya , esok lusa aku boleh bekerja lagi di butik miliknya sungguh Bu bos yang bijaksana .
Empat puluh menit mobil menuju rumahku , maklum rumahku di gang kecil jadi agak sulit mencari jalan .
Ku lihat rumahku sudah ada tenda biru dan juga ada pelayat ,aku berlari menuju ke dalam rumah tanpa menghiraukan Maxwell yang mengantarkanku tadi .
"Bapak ,bapak !"panggilku di samping jenazah bapak .
"Sudah Cantika biarkan bapakmu pergi dengan tenang !"ucap tetanggaku yang seumuran ibu .
"Aku hanya menganggukkan kepalanya !"terima kasih Bu
"Bu Lastri !"panggil pak RT.
"Kapan jenazah pak Ahmad di kebumikan ?"tanya pak RT
"Hari ini pak RT !"jawab Bu Lastri .
Baiklah , karena tidak ada yang mewakilinya saya selaku perangkat desa akan mengurus pemakaman bapak Ahmad selaku warga saya .
Kami (Bu Lastri dan Cantika )mengucapkan banyak terima kasih kepada pak RT dan warga sekitar yang telah mengurus. jenazah almarhum pak Ahmad .
Sudah jadi tugas kami Bu Lastri sebagai tetangga dan juga umat muslim kita harus saling membantu , apalagi Bu Lastri hanya berdua saja dengan Cantika .
Aku hanya menundukkan kepala ketika pak RT berkata seperti itu.
"Oh, iya saya boleh bertanya siapa yang berada di sebelah nak Cantika , sepertinya dia bukan warga kita ?"tanya pak RT .
Maxwell mengulurkan tangannya ," kenalkan saya Maxwell calon suami Cantika !"
Seketika Cantika menoleh ke arah Maxwell dan melotot ke arah Maxwell !
"Ya kan sayang !"ucap Maxwell sambil memeluk Cantika dari samping yang di lihat pak RT dan warga sekitar .
"Maxwell langsung membungkam mulut Cantika dengan jarinya . Sudah sayang , aku lihat pak RT menyukaimu jadi daripada sama buaya tua mending sama aku yang masih muda !" Maxwell berbisik di telinga Cantika .
Jam empat sore jenazah pak Ahmad di kebumikan di pemakaman umum di tempat itu .
Semua pelayat sudah pergi meninggalkan rumah Bu Lastri dan Cantika , hanya tertinggal Bu Lastri , Cantika , pak RT dan Maxwell .
"Jadi kapan nak Maxwell meresmikan hubungan dengan nak Cantika , karena saya selaku RT tidak ingin ada gosip bertebaran di daerah kami ?"tanya pak RT .
Tenang dulu pak RT , suasana di rumah Bu Lastri saja masih berkabung bagaimana bisa berbicara seperti itu .
"Saya pasti menikahi Cantika , karena saya sudah jatuh cinta pada pandangan pertama !"ucap Maxwell tanpa ragu .
__ADS_1
Baik saya tunggu , kabar dari anda tuan Maxwell jika tidak saya yang akan bertindak tegas terhadap anda !
Bersambung......