Cinta Aira

Cinta Aira
Semangat Aira


__ADS_3

Baik kalau mati , yang kamu inginkan.....!"


"Jangan salahkan aku berbuat kejam , karena itu permintaan dari mu sendiri mas Danu Wijaya suami ku yang sudah tua bangka dan bau tanah.!"tawa Siska


Bersiaplah malaikat mau menjemputmu !.....


tidak.....Siska ....tidak...


Sebuah pisau tertancap di dada kiri Danu , matilah kau Danu itu pantas untuk mu karena kau menolak cintaku dan memilih Mella si gadis dusun itu .


Suara tawa menggelar di sudut ruangan , saksi bisu kekejaman Siska terhadap Danu , Pergilah sayang kau ke neraka bersama istri tercinta mu , biarkan anakmu yang melanjutkan penderitaan kalian , Sampai aku puas membalas dendam ku ini terhadap Aira , buah hati kalian.


******


Rumah yang tadinya ceria dengan canda tawa kini , bermuram durja , karena sang pemimpin rumah tangga sekaligus pimpinan perusahaan furniture ternama CEO BW pulang pada sang pencipta .


Ketika Aira pulang ....


"Papa, papa jangan tinggalkan Aira hiks , Aira tidak punya siapa siapa lagi selain papa!"tangis Aira


Para kerabat sanak saudara tetangga hadapi taulan pun datang melayat .


Teman teman Aira pun datang melayat juga para guru di sekolah , "sudahlah Aira ikhlaskan papamu pergi , di kami ada bersamamu !" ujar Bu Anita .


"Ya Aira , janganlah kamu sungkan terhadap kami, orang tuanya sangat baik terhadap semua orang , jadi jangan pernah merasa sendiri !"ujar para pelayat.


"Sekarang mari kita hantarkan papamu ke tempat yang terakhir , ayo mari kita sholat kan ke masjid ,dan dikuburkan di tempat pemakaman .!" ujar ustadz Yusuf.

__ADS_1


Setelah jenazah di makamkan ....


Papa....hiks..


papa...hiks.


" Sudah Aira , jangan menangis ini akan memberatkan ayahmu di alam kubur ,doa kan beliau karena doa anak yang soleh lebih bermanfaat bagi orang tua mu di sana !" ucap para tetangga yang merasa iba terhadap Aira.


"Ya Bu , saya hanya merasa sedih secepat ini papa meninggalkan saya , tidak lama ibuku pergi menghadap illahi!"ujar Aira .


Satu persatu pelayat pun pergi , tinggallah Aira dan sang ibu tiri.


"Aira kamu tahukan bahwa papamu meninggalkan banyak hutang di bank , jadi bagaimana kita harus membayar nya!" ujar Siska licik.


"Dan perusahaan papamu tidak cukup membayar hutang tersebut !"sinis Siska.


"Atau begini saja kamu menikah saja dengan pak Gunawan CEO dari GN grup , bagaimana kamu setuju kan aira?" tanya Siska ambisius.


*****


sebulan kemudian ...


"Aira , sudah cukup waktu mu untuk berfikir , kamu kira menanggung hutang papamu itu tidak berat apa ha !"bentak Siska .


"Tapi tante , apa tidak ada jalan lain selain menikah dengan orang yang sudah menginjak dewasa !" ucap Aira takut.


"Itu sudah keputusan Tante , sekarang pilih saja menikah dengan Gunawan / kamu di penjara Aira.!" ucap Siska tajam.

__ADS_1


Tapi....


"Tidak tapi ,tapi seminggu lagi kamu menikah ,ok ! " sinis Siska.


Hiks.... hiks....


Aira menangis tersedu sedu meratapi nasibnya seminggu lagi ....


*****


"Ya Allah , bagaimana ini aku gak sanggup menikah dengan pak Gunawan yang hampir sama umurnya dengan papa ku, sambil meremas jarinya Aira mondar mandir tak menentu , apa aku kabur saja ya lewat jendela rumah , ?" ucap Aira dalam hati .


Tapi tinggi sekali , sekilas ia ke dalam kamar duduk di pinggir tempat tidur nya.


Ah aku pakai bahan sprei saja aku sambung , mudah -mudahan cukup kuat , tak selang berapa lama Aira membawa pakaian dan uang tabungannya .


Bismillah Ya Allah....


Aira keluar mengendap-endap tanpa harus mencurigakan orang rumah .


Alhamdulilah....


"Aku harus cepat pergi dari sini dan pergi jauh, Aira bergegas naik mobil menuju tujuan yang tak pasti , ia hanya berharap pergi dari kota ini !"monolog Aira dalam hati.


Bus berangkat sore hari dengan tujuan Jakarta Surabaya. Setelah ini aku harus mencari pekerjaan untuk bertahan hidup di tempat lain.


"Mba , mba bangun kita sudah sampai di tempat terakhir yaitu Surabaya.!"ucap kondektur bus.

__ADS_1


Baik pak terimakasih ....! ucap Aira .


"Surabaya ....aku datang , menyambut kebahagiaan.!"semangat Aira.


__ADS_2