Cinta Aira

Cinta Aira
post 71


__ADS_3

Seminggu sudah pak Ahmad meninggalkan dunia ini .Tapi bagi Bu Lastri pak Ahmad akan terus hidup di dalam hatinya .


"Bu!"panggil Cantika .


Bu Lastri menoleh dan menyahut ,"ada apa nak ?".


"Ibu jangan banyak melamun , ayo kita makan dulu sejak tadi Cantika lihat ibu belum menyentuh makanan di atas meja ini !"kataku singkat .


"ibu tidak lapar Cantika !" jawab ibu Lastri .


Dengan wajah memelas ," ibu kok tega sama aku , kalau ibu tidak mau makan bagaimana dengan aku ,Bu ! aku sudah kehilangan bapak aku tidak mau kehilangan ibu , huaaaa, huaaaa!"


Bu Lastri yang masih pusing memikirkan bagaimana menceritakan amanah almarhum suaminya Ahmad , bahwa Cantika bukan anaknya di buat pusing !


"Cantika !"panggil ibu Lastri.


"Ya ,Bu !".


"Taruh saja di situ , nanti ibu akan makan , tenang saja ibu pasti akan makan !"ucap ibu Lastri ragu .


Di sela sela makan , Bu Lastri ,berbicara ,"Cantika kamu serius mau menikah dengan tuan bule itu ?" tanya ibu Lastri .


Cantika berdiam sejenak "Hem, iya bu"jawab Cantika cepat .


"Jangan mengambil keputusan terlalu cepat Cantika , bagaimanapun pernikahan itu bukan untuk mainan . Menikahlah dengan orang tepat dan menghargai kita sebagai pasangan , saling membutuhkan dan saling menghargai satu sama lainnya !"ucap ringan tapi menusuk dalam kalbu .


"Kalau kamu yakin dengan keputusan mu , ibu akan memberitahu sesuatu kepadamu Cantika !"ucap Bu Lastri serius .


"Entahlah Bu , Cantika sebenarnya ingin mengenal lebih jauh lagi tentang sifat tuan Maxwell !"kata Cantika .


Kalau begitu , tunda saja dahulu pernikahanmu sampai batas waktu yang belum ditentukan !


"Bu sebenarnya apa yang ibu ingin katakan padaku , Cantika jadi penasaran ?"tanyaku .


Begini Cantika ," aduh bagaimana caranya ya aku ingin jujur agar semua beban ku terasa ringan ".


Hening ....


Hening....


Heeem....


"Cantika jika kau ingin menikah , cari orang tua kandungmu agar bisa menjadi walimu saat menikah nanti !"ucap Bu Lastri tanpa ragu.


Bagai di sambar petir di siang bolong ," ibu, ibu bercanda kan ! ibu kenapa berbicara seperti itu! aku ,aku !"

__ADS_1


Belum selesai Cantika berbicara ,Bu Lastri sudah berbicara kembali.


Maafkan ,bapak dan ibu Cantika . Bukannya ibu mau berbohong dengan identitas mu , karena memang kami tidak tahu kamu itu anak siapa .


Bapak menemukanmu di atas mobil sayuran sewaktu bapak mengantar sayur mayur ke kota . Dan bapak dan ibu sepakat mengurusnya sampai saat ini."Ini adalah amanah bapak, supaya bapak tidak menanggung dosa atas apa yang bapak perbuat padamu Cantika !"air mata Bu Lastri mengalir di pipinya tanpa permisi .


Hua.....Hua......


Cantika hiks


Cantika sangat berterima kasih pada ibu dan bapak karena sudah mengurus Cantika dari bayi , Cantika beruntung bertemu bapak dan ibu yang sangat tulus mengurus Cantika sampai saat ini , entah apa jadinya jika waktu itu Cantika bertemu dengan orang jahat .


Cantika sudah menganggap ibu dan bapak sebagai orang tua kandung Cantika .


Cantika....


"Ibu jangan tinggalkan Cantika ya , Cantika sayang ibu !" mereka berdua berpelukan erat .


Syukurlah ,kamu menerima kenyataan ini dengan lapang dada ! semoga saja kamu bisa bertemu dengan orang tua kandungmu , nak !


Bu Lastri pergi ke dalam kamarnya dan memberikan sesuatu kepada Cantika .


"Ini nak untuk mu !"Bu Lastri memberikan sebuah bungkusan dari kain flanel.


"Apa ini bu?"tanya Cantika serius .


Cantika membuka barang pemberian dari Bu Lastri .


Dengan perlahan Cantika membuka barang tersebut .Yang pertama ada baju bayi yang di kenakan kamu sewaktu masih bayi ,baju berwarna pink dengan hiasan kupu-kupu di sebelah kiri , yang kedua Cantika membuka sebuah kotak berludru berwarna merah , ada sebuah kalung berbandul hati .


"Bu ! panggil Cantika , apa semua ini kepunyaan Cantika ?"


"Ya nak , ini kepunyaan mu ! semua barang ini menempel di tubuhmu saat bapak menemukanmu !"jawab Bu Lastri.


Dengan ragu Cantika memeluk barang tersebut dan menangis tersedu-sedu !


Bu Lastri langsung mengusap punggung Cantika ! sabar nak ! mungkin ini berat buatmu tapi ibu yakin rencana Allah pasti lebih indah dari rencana manusia , teruslah berdoa semoga semua hajat dan keinginan mu tercapai .


Cantika hanya menganggukkan kepalanya ,"iya Bu , tetaplah berada di samping Cantika dalam keadaan apapun !"


Dengan senang hati nak , ibu akan terus mendampingi mu sampai kapanpun , bahkan sampai ibu menutup mata .


Mereka berdua berperan erat ."terima kasih Bu , atas kasih sayangmu selama ini !"


"Jangan terus berterima kasih terus Cantika , jika anak ibu yang cantik ini berterima kasih lagi akan dapat piring bening !" ucap Bu Lastri sambil bercanda dan tertawa garing .

__ADS_1


"Bu , besok lusa Cantika sudah mulai bekerja di butik Bu Aira !" kata Cantika .


Cantika , bergegas tidur karena besok hari ia akan bekerja kembali , mengais rezeki di sana .Tak lama Cantika terlelap tidur di samping Bu Lastri .


Bu Lastri masih terjaga , entah apa yang ia pikirkan padahal beban yang selama ini menyiksa dirinya sudah berkurang .Tak lama Bu Lastri menyusul Cantika mengarungi alam mimpinya .


Di rumah Aira .


"Sayang , kamu belum tidur ?"tanya Bayu .


Aira menjawab sekilas saja ," belum ".


Ada apa , Hem ! katakanlah siapa tahu suamimu ini !Jangan kau pendam seorang diri ! kata Bayu .


"Tidak , aku tidak apa-apa ! hanya memikirkan anak anak saja ! aku binggung dengan kelakuan Keen , selama ini ia anak yang penurut tapi kenapa setelah dewasa menjadi seperti ini !"sahut Aira .


"Memangnya kenapa anak itu , Keen itu sudah dewasa jadi ia bisa bertanggung jawab atas apa yang telah ia lakukan !" imbuh Bayu .


"Ya , aku tahu mas ! tapi tidak selalu bergonta ganti wanita setiap hari ! "perasaan cemas Aira .


Sedangkan Kiki ,saat ia kecil anaknya pecicilan tidak bisa diam , justru sekarang berprestasi di kampusnya .Jujur aku jadi gundah , aku takut Keen berprasangka buruk dengan kita , jika aku selalu berkata tentang kelakuan Keen yang selalu tebar pesona .


Apalagi sampai saat ini putri kita belum juga di temukan ! aku kangen dengan putri kita Tiara . Mungkin saat ini Tiara sudah dewasa .Atau mungkin ia juga .....


Hua.....


Hua.....


Bayu , memeluk istrinya yang sedang sedih ," aku yakin putri kita baik baik saja ,percayalah Allah tidak akan menguji hambanya di luar batas kemampuannya ".


Lebih baik kita sholat berjamaah agar hati kita jadi tenang , serahkan semuanya kepada -NYA.


Tak lama Bayu dan Aira mengulurkan sajadahnya ,mencurahkan segala beban pikiran di hadapan Allah .


Setelah sholat pasangan suami istri yang tidak muda lagi bergegas tidur .


Bun....,.


Bunda , ini Tiara , Tiara pulang bunda ....


Bunda , bunda .....


"Tiara , Tiara !" teriak Aira nafas Aira yang masih ngos-ngosan saat bangun dari mimpinya .


"Sayang kamu kenapa , mimpi !" Bayu memberikan air putih yang berada di meja

__ADS_1


"Minumlah !" kata Bayu


Bersambung .......


__ADS_2