
"Anggun akhirnya kamu datang juga",ucap pa Gibran.
"Ehh i..Iyya pa",tangan Anggun ditarik dan suruh duduk paling depan.Cewe-cewe murid sebelah merasa kesal dengan Anggun karna akhir-akhir ini pa Gibran mendekati Anggun terus.
Termasuk temen cewe Bintang yang sekelas yaitu Gisa,dia yang suka sama Bintang tapi sekarang udah engga karna Bintang sama Anggun,tapi saat Gisa suka sama pa Gibran,Gisa emosi melihat pa Gibran dengan Anggun.
Gisa yang sedang menonton mencoba mendekati Anggun dan berbisik kepada Anggun.
"Heh lu tuh sebenernya sama Bintang atau pa Gibran sih,ngapainsih lu deket-deket pa Gibran,caper banget lu",ucap Gisa.
"Aku ga deket sama pa Gibran ko,cuman emang mau nonton aja",ucap Anggun.
"Awas ya klo lu deketin pa Gibran,gue bilangan Bintang",ucap Gisa sambil pergi ketempat duduk asalnya.
Anggun merasa tidak nyaman dengan ucapan Gisa yang bentak-bentak.Saat acara basket dimulai tiba-tiba datang Anggota Bintang,ternyata guru-guru mau bermain basket melawan anggota Bintang.
Bintang menoleh kearah Anggun,dan Anggun memberi semangat kepada Bintang dari kejauhan.Bintang tersenyum dirinya merasa sangat bersemangat.
Ternyata banyak cewe yang mendukung Bintang."Bintang Bintang Bintang",teriakan para cewe.
Ada cewe-cewe disamping Anggun yang sedang membicarakan Bintang."Keren banget ya si Bintang,udah tinggi,ganteng,putih,jago main basket pula".Ucap para cewe itu.
Saat pertandingan berlangsung Bintang terlihat sangat keren,keringat mengguyur wajahnya.
*****
Beberapa jam kemudian ternyata anggota Bintang memenangkan pertandingan ini,para guru bersalaman dan mereka merasa bangga punya murid yang jago basket.
Anggun segera membeli minuman untuk Bintang,saat Anggun ingin memberikannya ternyata Bintang sudah diberi minum oleh cewe-cewe lain.
Anggun terdiam dan kembali duduk ketempatnya,pa Gibran menghampiri Anggun."Wah minum buat bapa nih?".
"Ehh iyyah nih pa minum aja",Anggun memberikan minumannya.
Bintang melihat dari kejauhan dan langsung kesal."Ahh sudahlah",ucap Bintang meninggalkan lapangan.Para anggota basket sedang istirahat dan tidak sadar klo Bintang tidak ada.
Pa Gibran terus menanyakan tentang dirinya tadi main basket."Tadi bapa mainnya bagus ga Gun?",ucap pa Giran.
Anggun hanya melihat kesana-sini tidak ada Bintang."Gun?",ucap pa Gibran.
"Ehh iyyah pa bagus ko,ohh ya aku mau kesana dulu ya pa",ucap Anggun sambil pergi.
Pa Gibran bingung kenapa dengan Anggun dan pa Gibran mencoba menghiraukannya.
Anggun mencari Bintang keseluruh ruangan tapi tidak ada,terdengar suara aliran air dari wc cowo,Anggun mencoba melihat wc itu.
Terlihat dari pintu yang terbuka,Bintang sedang ngaca diruangan wc sambil marah-marah,Anggun ingin menghampirinya tapi takut ada orang lain,karna takut dikira apa-apa diwc cowo.
Saat Anggun terus melihat Bintang marah-marah,Bintang berkata tentang Anggun.
__ADS_1
"Ngapainsih gue suka sama murid baru itu,emangnya dia siapa,masih banyak cewe lain ko,kenapa gue harus mengingat dia mulu,difikiran gue dia mulu",ucap Bintang sambil berkaca.
"Deggg",suara jantung Anggun,kaget mendengar Bintang berkata begitu tentang Anggun,padahal selama Anggun kenal Bintang,Anggun juga udah nyaman pada dia,tapi pas mendengar kata-kata tadi Anggun merasa kecewa.
Lalu Anggun pergi merasa sakit hati Bintang telah berkata begitu.
"Tapi gue emang suka dan sayang sama Anggun",ucap Bintang sambil menunduk,Anggun keburu udah pergi,jadi dia tidak mendengarkan kata-kata klo Bintang sayang Anggung.
"Tapi kenapa orang yang menyukai Anggun guru gue sendiri,gue ga bisa klo begitu".
****
Anggun duduk ditaman sekolah,tidak ada siapa-siapa,Anggun menangis."Baru kali ini aku suka sama seseorang sampe nangis",ucapnya sambil mengusap air matanya sendiri.
Bintang keluar dari wc dan terlihat ada Anggun sedang menyendiri ditaman."Loh ko dia disini sendirian?",ucap Bintang.
Saat Bintang ingin menghampiri Anggun tiba-tiba Bintang kesal."Ngapain gue nyamperin dia coba",ucapnya sambil berbalik arah untuk pergi.
Anggun mencoba menenangkan dirinya,lalu Anggun pergi untuk pulang,terlihat Bintang sedang ngobrol dengan para cewe-cewe membuat Anggun merasa tidak nyaman melihatnya.
"Sudahlah mulai sekarang aku jauhin Bintang,dia aja tiba-tiba jadi gamau deket sama aku",ucap Anggun sambil pergi untuk pulang.
*****
Pa Gibran mencari Anggun diruangan sekolah tapi tidak ada,terlihat Bintang sedang kumpul pa Gibran menanyakan padanya.
"Gatau pa",ucap Bintang dengan ketus.
Pa Gibran terus mencari kesana sini,Bintang khawatir dengan Anggun karna tadi ditaman sendiri,lalu Bintang lari menuju taman.
Melihat ketaman sudah tidak ada Anggun,Bintang segera pamitan kepada temannya untuk pulang duluan,dengan alesan ada kepentingan mendadak.
Diperjalanan Bintang masih belum melihat Anggun,meski Bintang kesal sama dia tapi Bintang tetap cemas padanya.
Bintang menelpon Anggun tapi tidak diangkat sama sekali.
*****
Keesokan harinya upacara akan dimulai,gerbang depan segera akan ditutup,saat gerbang ditutup Anggun baru datang dan tidak bisa masuk kesekolah karna sudah telat.
Anggun kebingungan,pa Gibran yang ingin kelapangan melihat Anggun kesiangan,pa Gibran segera membukakan gerbangnya.
"Anggun kamu kenapa bisa kesiangan?".
"Tadi aku telat bangun pa,pa makasih ya udah dibukain gerbangnya",ucap Anggun.
"Iyya..Yauda sana kelapang upacara".
"Iyya pa",Anggun lari kelapangan.
__ADS_1
Pa Gibran senyum-senyum sendiri,merasa lucu melihat wajah Anggun yang panik karna kesiangan.
Saat upacara Anggun berbaris paling belakang,ternyata disamping Anggun adalah Bintang.
Anggun berusaha untuk tidak ngobrol kepada Bintang,tapi Bintang terus mengajaknya ngobrol,meski begitu Anggun tetap terdiam.
Pada saat selesai upacara Bintang berjalan dibelakang Anggun,Anggun menoleh kebelakang dan menyuruh Bintang jalan duluan.Tapi Bintang tidak mau.
Anggun terus berjalan tiba-tiba Bintang menarik tangan Anggun."Apaansih lepasin,gimana klo ada yang lihat",ucap Anggun sambil berusaha melepaskan tangannya.
"Kamu kenapa cantik?",ucap Bintang seolah-olah akan membuat Anggun tenang.
Ternyata Anggun tetap cemberut."Gausah deket-deket aku lagi,itukan kemauan kamu mau jauhin aku",ucap Anggun dengan ketus.
"Maksudnya?".
"Kemarin diwc aku denger ko apa yang kamu bilang".
"Ayok ikut gue",ucap Bintang menarik tangan Anggun keruangan yang agak sepi.
"Apa-apaansih",Anggun melepaskan tangannnya.
"Gue mau ngobrol dulu sama lu,kemarin diwc itu gue lagi kesel sama lu".
"Kesel gara-gara apa?".
"Mangkanya dengerin dulu,lu sih deket-deket sama pa Gibran terus,apa-apa pa Gibran..Jadi gue kesel sama lu".
Anggun senyum-senyum sendiri,ternyata Anggun salah faham."Yauda maaf aku kira kamu emang mau jauhin aku",ucap Anggun.
"Mangkanya jangan salah faham dulu dong".
"Hmm ada yang marah nih".
Bintang terdiam dan Anggun menjelaskan semuanya."Aku juga gatau Bintang,pa Gibran terus deketin aku,klo aku jauhinkan gaenak dia guru kita",ucap Anggun.
"Tapi kamu ga ada rasakan sama dia?".
"Ga ada ko,pa Gibran tetap guru kita Bintang".
"Yauda bagus klo kamu ga ada rasa".
"Udah ya aku mau masuk ke kelas",Anggun lari kekelas dan Bintang juga.
Diperjalanan menuju kelas Anggun dan Bintang senyum-senyum sendiri karna merasa tenang atas penjelasan masing-masing.
****Bersambung.
Jangan lupa like,komen dan vote ya ka🤗
__ADS_1