
Sampai dikelas Anggun menceritakan hal tadi kepada lima temannya,dan mereka seneng klo Anggun bisa sedeket itu sama Bintang.
Mereka berharap agar Anggun bisa jadian sungguhan sama Bintang,tapi Anggun masih malu-malu,ditanya suka atau engga sama Bintang aja dia jawabnya engga,padahal emang suka.
Pelajaran dimulai dan ini bagian matematika,pa Gibran datang dengan semangat,memberi senyuman kepada semua murid,padahal sebelum ada Anggun pa Gibran cuek banget klo lagi ngajar.
Pa Gibran menjelaskan pelajarannya dipapan tulis,dan setelah itu suruh salah satu muridnya maju kedepan,dan pa Gibran berbicara didalam hatinya,"saya harap Anggun kedepan".
Ternyata keinginan pa Gibran terwujud,Anggun maju kedepan dan mengisi soal yang ada dipapan tulis.Setelah itu pa Gibran melihat ternyata jawabannya benar.
Semua murid cowo dikelas merasa terkesan dengan Anggun,mereka terus menggoda Anggun meski ada pa Gibran,mereka menggodanya dengan kata-kata yang membuat Anggun baper.
"Anggun kamu pinter juga ya,calon istri gue dia gays".
"Huuuuu",sepakat murid-murid mengejek temen cowonya.
*****
Setelah beberapa jam kemudian waktunya ganti pelajaran.Pa Gibran beres-beres buku dan menyuruh Anggun untuk mengambil bukunya dan disimpan diruangannya.
Awalnya Anggun mengajak Cherly tapi pa Gibran menyuruhnya satu orang saja,temen cewe Anggun semua mengejek Anggun dengan bercanda.
"Ehemm mulai pdkt nih",ucap Cherly.
Semua murid mengejeknya dengan kata-kata yang membuat Anggun malu tapi itu semua bercanda.
Saat diperjalanan menuju ruangan pa Gibran,Anggun hanya terdiam dan berjalan dibelakang pa Gibran,lalu pa Gibran menoleh kearah Anggun.
Pa Gibran berjalan sejajar dengan Anggun,membuat Anggun bingung harus bicara apa.
Tiba-tiba Bintang datang sambil membawa bola basket,tapi Bintang malah tidak fokus berjalan,dia terus memainkan bola basketnya dan akhirnya menubruk pa Gibran.
"Brukkk",suara buku jatuh.
Anggun terkejut karna ternyata yang menjatuhkan buku itu Bintang,dan pa Gibran langsung marah ke Bintang.
"Apa-apaan kamu nih,klo jalan lihat-lihat",ucap pa Gibran.
Bintang segera membereskan buku yang berjatuhan."Maaf pa saya tidak sengaja",ucap Bintang.
Pa Gibran langsung mengambil buku yang dipegang Bintang,lalu pa Gibran pergi tanpa memaafkan Bintang.
"Bintang klo jalan hati-hati ya",ucap Anggun sambil pergi.
__ADS_1
Bintang terus melihat Anggun dan pa Gibran berjalan,Bintang merasa klo pa Gibran emang cocok sama dia,meski Bintang menyukainya tapi dia tidak bisa klo memaksakan Anggun untuk menyukainya juga.
Karna difikiran Bintang, Anggun juga menyukai pa Gibran.Padahal aslinya Bintang tidak tau klo Anggun juga menyukai Bintang.
*****
Saat istirahat berlangsung Bintang dan temannya menuju kantin,banyak cewe-cewe yang mendekati Bintang bahkan saat Bintang sedang berjalan menuju kantinpun mereka mengikutinya.
Tapi Bintang tetap cuek dan tidak peduli,saat dikantin Bintang melihat Anggun sedang makan.
Bintang berkata dalam hatinya."Andai saja gue bisa milikin dia,gue tau cewe-cewe disini emang pada suka sama gue,tapi kayanya Anggun udah gasuka sama gue,buktinya dia sama pa Gibran terus".
Hiro melihat Bintang yang sedang melamun,Hiro mengganggu Bintang."Woyy tang lu kenapa".
Bintang terkejut dan langsung pura-pura gakenapa-kenapa."Lu ngagetin gue aja,gue gapapa ko",ucap Bintang.
Baru juga Bintang melamun tentang Anggun dan pa Gibran,ternyata pa Gibran datang kekantin menghampiri Anggun.
Dan disitu pa Gibran memberi makanan ke Anggun langsung pergi lagi.Bintang berfikir klo mereka emang saling suka,padahal yang sebenarnya terjadi pa Gibran mengasih makanan karna tanda terimakasih tadi sudah mengantarkan buku keruangannya.
*****
Setelah selesai makan,Anggun membuka kotak makan dari pa Gibran tadi,ternyata isinya kue coklat dan banyak banget,Anggun mengasih kue ini kepada lima temannya.
Kelima temannya langsung mencicipi kue coklat itu."Mantap banget ga sih Anggun dikasih kue coklat enak banget",ucap Rara.
Anggun belum mencicipinya,saat Anggun mau mencobanya melihat Bintang dan anggotanya pergi karna selesai makan,Anggun ingin mengasih kue coklat ini kepada Bintang.
Anggun mengambil sedikit kue coklat untuk Bintang,dan kelima temannya mendukung agar Bintang bisa lebih dekat sama Anggun.
"Kasihnya harus pake cinta Gun biar dia makin suka sama kamu",ucap Cherly,kelima temen Anggun ketawa.
"Apaan aku cuman mau ngasih ini ko sama dia,ga maksud apa-apa",ucap Anggun malu-malu.
Anggun mengejar Bintang,melihat dia sedang duduk sendirian ditangga."Sendirian aja nih",ucap Anggun sambil duduk disamping Bintang.
"Iyya,temen gue pada maen basket",ucap Bintang.
"Kenapa kamu ga ikut maen?".
"Hmmmm"(menghela nafas)."Enggapapa ko",ucap Bintang dengan ketus.
"Nih aku bawain kue coklat 6 biji",memberikan kuenya.
__ADS_1
Bintang menatap Anggun."Lu gausah deh so baik sama gue",ucap Bintang sambil berdiri.
"Kamu kenapa Bintang?",ucap Anggun kebingungan.
"Lu gausah deket-deket gue lagi,karna gara-gara lu gue jadi males main basket".
"Apa aku suka ganggu kamu saat main basket sampe-sampe kamu merasa terganggu",ucap Anggun sambil berdiri.
"Gue rasa lu emang mengganggu gue,dan gue gamau deket-deket sama lu".
"Kapan aku mengganggu kamu?".
Bintang pergi tanpa menjawab apapun."Bintang?aku salah apa?",ucap Anggun merasa sedih.
"Mulai sekarang kita gausah deket lagi",ucap Bintang sambil pergi.
Anggun terdiam dan melamun,memikirkan segala kesalahannya kepada Bintang,padahal Anggun merasa tidak bersalah apapun padanya.
Anggun menunduk dan hanya bisa melihat kue coklat yang dia genggam kini akan hancur seperti hatinya yang seakan-akan sedang remuk karna ulah Bintang.
Kelima teman Anggun sedang berjalan menuju kelas,melihat Anggun terdiam sendiri mereka langsung menghampiri Anggun.
"Anggun kamu baik-baik ajakan?",ucap Rara.
"Anggun kamu kenapa,dan kue coklat ini kenapa gadikasih ke Bintang",ucap Cherly.
Anggun menceritakan yang tadi,dan kelima temannya gapercaya klo Bintang ngomong gitu.
"Mungkin karna kamu slalu deket sama pa Gibran",ucap Nida.
Mereka menatap Nida,dan berfikir ternyata ucapan Nida itu benar."Bener Gun kayanya Bintang ngejauh karna kamu slalu sama pa Gibran",ucap Rara.
"Tapi kayanya gamungkin,dia juga pasti ngerti ko klo pa Gibran itu guru kita ya wajar klo pa Gibran deket sama murid-muridnya",ucap Anggun.
"Gun ini beda,kelihatan banget ga sih klo pa Gibran itu suka sama kamu",ucap Cherly.
"Kayanya emang bukan gara-gara itu,mungkin emang Bintang udah dapetin cewe yang dia suka,mangkanya dia suruh aku ngejauh",ucap Anggun.
Semua terdiam dan bingung harus gimana karna mereka mendukung banget klo Anggun sama Bintang jadian,tapi belum jadianpun udah gini.
****Bersambung.
Jangan lupa like,komen dan vote ya ka 🤗
__ADS_1