Cinta Dalam Rahasia

Cinta Dalam Rahasia
Mempertanyakan rasa 2


__ADS_3

POV Amanda


Aku tak mengerti apa yang menjadi kegelisahan hatiku saat ini, ada secuil rasa takut dalam diriku jika menyangkut tentang Adnan. Aku takut, rasa Adnan padaku telah berubah. Bagaimana bila Adnan sudah tidak mencintaiku lagi. Keraguan mengusik diriku, menggoyahkan pertahanan akan kepercayaan ku.


Bila dipikirkan, aku kembali merenungkan ucapan kakakku dan Raina. Tanpa sadar, aku juga merasakan perubahan sikap Adnan terhadapku. Dia yang dulunya lembut dan perhatian, entah mengapa kini seperti dua orang yang berbeda. Terkadang dia diam seolah enggan bersamaku, bahkan menatapku. Aku mulai meragukan rasaku kepadanya, apakah hatinya masih milikku?


Ku pandang langit malam, sunyi dan sepi tanpa bintang menemani. "Seperti suasana hatiku saat ini," gumamku.


"Adnan, masihkah hatimu bersamaku? Masihkah cintamu bertaut padaku? Dan masihkah namaku terselip dalam setiap ingatanmu?" Tanyaku dalam keheningan.


"Sungguh aku mulai meragu akan segala hal."


Semakin larut, aku mulai menggigil karena dinginnya malam. Dengan mendekap erat lengan tubuh, aku meninggalkan balkon kamar untuk masuk ke dalam. "Huh, dingin sekali." Ucapku pelan.


Ku rebahkan tubuhku di atas ranjang sembari menatap langit-langit kamar. Lagi-lagi aku memikirkan tentang perubahan sikap Adnan. "Sebaiknya aku tidur saja, aku harus yakin pada Adnan. Sebentar lagi kami akan menikah." Kata ku berusaha menepis semua pemikiran dalam benakku. Ku pejamkan mata lalu terlelap dalam tidurku.


POV END


*

__ADS_1


*


*


Keheningan juga terjadi antara Adnan dan Kenan, pertanyaan terakhir yang Kenan ajukan masih belum Adnan jawab. Disaat seperti ini, Adnan ragu harus menjawab jujur apa tidak kepada Kenan, jika selama di Australia ia memang dekat dengan seorang teman wanita. Namun hanya sebatas teman saja, karena bagaimanapun Adnan masih terikat janji dan tak mau kehilangan Amanda.


Tanpa Adnan sadari, kenaifan menutup matanya. Tidak ada pertemanan antara laki-laki dan perempuan tanpa adanya perasaan, sungguh konyol.


"Jadi?" Kenan kembali membuka suara untuk memecah kesunyian diantara mereka.


"Tidak!" Jawab Adnan singkat.


"Kau yakin?" Cecar Kenan.


"Ya."


"Baiklah, lagipula itu hal pribadi dirimu. Tak pantas jika aku memaksa untuk kau ceritakan. Well, kapan rencana kau akan menikahi pacar manja mu itu?" Tanya Kenan dengan sedikit candaannya supaya tidak terjadi kecanggungan antara ia dan Adnan.


"Secepatnya, aku belum bicara dengan kedua orangtuaku. Mungkin besok aku akan berbicara kepada mereka, ku rasa orangtuaku akan setuju karena mereka sangat suka dengan pacarku itu." Ujar Adnan seraya menyeruput kopinya.

__ADS_1


Mendengar ucapan Adnan membuat Kenan menganggukkan kepalanya mengerti. Kini ia jadi penasaran, siapa sebenarnya pacar Adnan. Karena selama ini Adnan tidak pernah mengenalkannya. Ia hanya tahu namanya saja sampai sekarang tanpa tahu seperti apa rupanya.


Setiap kali ditanya seperti apa paras pacarnya, Adnan akan bilang, "Kau akan tahu dan bertemu nanti di pesta pernikahan ku." Begitulah kira-kira jawabannya.


Membuat penasaran orang saja, gerutunya dalam hati.


"Ku dengar kau juga sedang menyukai seseorang? Siapa?" Tanya Adnan kemudian menyadarkan Kenan akan lamunannya.


"Ya, aku tak tahu namanya. Namun kami sudah dua kali bertemu. Kau tahu, parasnya sangat imut dan tentu saja cantik. Namun sayang, sahabatnya sangat galak melebihi ibu kos-kosan. Bahkan hampir saja aku dihajar olehnya." Ucap Kenan dengan nada kesalnya.


"Benarkah? Hahaha, seorang Kenan kalah dengan seorang wanita galak. Dimana keberingasan mu tuan Kenan?" Ejek Adnan seraya tertawa.


"Kau tidak tahu saja, baru aku akan menjawab dia sudah mengomel tanpa henti bahkan hampir saja muka tampan ku ini terkena tonjokan tangannya." Dengus Kenan, sementara Adnan hanya tertawa terpingkal-pingkal mendengar cerita Kenan.


"Sungguh aku tak menyangka ini terjadi padamu Ke," kata Adnan dengan tawa di bibirnya.


Kenan hanya memutar bola matanya malas melihat temannya ini menertawakan dirinya. Jika bukan teman sudah ku tendang kau ke Antartika. Gerutu Kenan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2