Cinta Dalam Rahasia

Cinta Dalam Rahasia
Kemana getaran itu?


__ADS_3

Hari ini weekend, Amanda berencana pergi jalan-jalan bersama sang kekasih hati, Adnan. Dengan hati riang Amanda mematut penampilannya di depan cermin, di lihatnya dari ujung rambut hingga ujung kaki.


"Ada yang kurang nggak ya?" Tanyanya pada diri sendiri.


Dirasa sudah pas dan sempurna, Amanda segera meraih tas selempang di atas ranjang beserta ponselnya. Amanda menuruni pijakan tangga dengan terburu-buru, hingga tanpa ia sadari Dava sudah mendelikkan mata menatap tingkah adik manjanya ini. Bagaimana jika jatuh, pikirnya.


"Dek, hati-hati nanti jatuh kamu." Sentak Dava dari lantai bawah samping tangga. Bukannya takut justru Amanda hanya cengengesan, ia begitu tak sabar jalan berdua dengan Adnan.


"Maaf kak, Manda buru-buru takut Adnan udah jemput." Ucap Amanda begitu sampai didepan Dava.


Tangan kokoh Dava mengusap kepala Amanda dengan lembut, "Kakak nggak bakal larang kamu buat jalan bareng sama Adnan, tapi kamu harus bisa jaga diri kamu. Bagaimana jika kamu jatuh kalau turun terburu-buru seperti itu? Kakak nggak akan bisa bayangin dek,"


"Maaf kak, Manda janji nggak lagi." Amanda tahu salah, tidak seharusnya membuat khawatir kakaknya. Dengan kepala tertunduk Amanda minta maaf.


Ditariknya Amanda kedalam pelukan, sungguh ia tak tega memarahi adik manjanya ini. "Sudah, kakak sudah maafkan. Lain kali jangan ulangi lagi, kamu keluar kemana sama Adnan?" Tanya Dava untuk mengalihkan kesedihan adiknya.


"Mau ke taman bermain kak," Amanda kembali bersemangat saat mengingat ia akan ke taman bermain bersama Adnan.

__ADS_1


"Ya sudah, hati-hati. Pulang jangan telat, ingat!" Peringat Dava, ia tak ingin adiknya kenapa-napa. Maka dari itu ia tak pernah bosan untuk mengingatkan adiknya apapun itu.


"Siap kakak sayang, dadah kak." Amanda segera mencium tangan Dava, setelah itu berlari keluar rumah saat mendengar klakson mobil milik Adnan.


*


*


*


Selama perjalanan tak henti-hentinya Amanda bercerita kepada Adnan tentang apapun. Adnan sendiri menanggapi sesekali, entah mengapa hati Adnan merasa kurang nyaman saat dekat dengan Amanda. Apa rasaku telah berubah?, Tanya Adnan dalam hati.


Adnan memarkirkan mobilnya begitu sampai di sebuah supermarket, lalu turun membuka pintu untuk Amanda. Sebagai seorang wanita tentu Amanda sangat suka sikap Adnan yang terlihat mainly di depannya.


"Terima kasih sayang," Adnan hanya membalas dengan senyuman, lalu menggenggam tangan Amanda menuju supermarket.


"Apa yang ingin kau beli?" Tanya Adnan seraya menyelipkan rambut Amanda kebelakang.

__ADS_1


"Beberapa camilan dan susu, serta ice cream mungkin." Kata Amanda seraya menatap sekeliling.


"Baiklah," Adnan membawa satu keranjang belanja di tangannya lalu menarik Amanda menuju tempat camilan.


Terlihat binar bahagia dimata Amanda saat melihat berbagai camilan favoritnya, ia segera mengambil beberapa yang menjadi keinginannya. Sementara Adnan yang mengikutinya dari belakang hanya menatap saja. Mengapa ia mulai merasa jenuh dengan segala sikap kekanakan dan kemanjaan Amanda padanya.


Ada apa denganku sebenarnya?, Gumamnya pelan.


"Kamu mengatakan sesuatu sayang?" Tanya Amanda yang mendengar gumaman Adnan namun tidak jelas.


"Tidak," jawab Adnan seraya mengalihkan pandangannya ke sekitar.


Bukan Amanda jika percaya begitu saja, diraihnya kedua pipi Adnan untuk menatapnya. "Lihat aku!,"


Adnan menatap Amanda tepat dikedua matanya, jantungnya biasa saja tak ada getaran apapun. Kemana larinya getaran cinta yang menggebu kala ia menatap dalam mata Amanda.


"Kamu kenapa? Ada yang salah sama aku? Jika iya tegur aku, jangan bersikap aneh yang membuat aku bertanya-tanya sayang." Lirih Amanda dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"Semua baik, mungkin ini masih efek kelelahan dari naik pesawat kemarin." Kilah Adnan seraya mengusap kepala Amanda. "Sudah lanjutkan belanjanya, setelah itu kita ke taman bermain." Lanjutnya. Amanda mengangguk melanjutkan belanjanya sembari berjalan ke arah rak susu dengan Adnan mengikutinya dari belakang.


__ADS_2