Cinta Dalam Rahasia

Cinta Dalam Rahasia
Pria itu Kenan Atma Wijaya.


__ADS_3

Mereka bertiga duduk berhadapan sambil menunggu makanan datang. Raina tak banyak bicara ia sibuk dengan benda pipih di genggaman tangannya. Sementara Adnan lebih banyak diam dan sedikit cuek dengan Amanda. Ada beberapa pertanyaan dari sang kekasih yang sengaja ia abaikan.


"Kau ini ditanya dari tadi hanya jawab hem, iya. Ngga ada kata lain ya?" Protes Amanda.


"Aku sedikit lelah honey."


"Maaf harusnya tadi kita langsung pulang saja." Amanda berucap dengan penuh penyesalan.


"Ngga apa-apa, lagian aku juga lapar." Ucap Adnan. Ia merasa tidak enak hati karena membuat sang kekasih merasa bersalah.


Amanda memandang wajah tampan Adnan. Pria pertama yang ia cintai. Perhatiannya mampu meluluhkan hati Amanda. Jarak jauh tidak mengurangi rasa cinta Amanda kepada Adana. Mereka hanya bisa bertemu setahun dua atau tiga kali karena Adnan fokus belajar di Australia. Malah wanita tersebut semakin mencintai sang kekasih. Ia selalu menjaga hatinya untuk Adnan dan berharap akan tiba suatu saat nanti mereka bersatu dalam ikatan pernikahan. Dan hari ini Adnan telah pulang ke Indonesia dan dalam beberapa bulan mungkin Adnan akan melamar dirinya.


Penantian panjang seorang Amanda terbayar sudah. Kesetiaan nya kepada Adnan beberapa tahun ini akan berujung dengan adanya pernikahan.


***


Seorang pria di sebuah perusahaan sedang memarahi beberapa karyawan nya. Laporan penjualan bulan ini mengalami penurunan drastis dari bulan lalu.

__ADS_1


"Apa kalian berikan laporan tiga bulan terakhir perusahaan segera!" perintah Kenan.


"Rapat selesai dan besok pagi sebelum saya sampai di perusahaan laporan nya sudah ada di meja kerja saya," lanjutnya kemudian. Ia segera berdiri dan berjalan cepat keluar dari ruang meeting.


Iya pria itu bernama Kenan Atma Wijaya. Anak tunggal dari Bram Atma Wijaya. Seorang pebisnis yang tidak diragukan lagi kemampuannya.


Suasana di ruang rapat seketika gaduh. Ada rasa lega dan juga cemas di hati para karyawan yang ada di ruangan tersebut. Mereka seperti di hadapkan singa buas yang siap menerkam kapanpun mangsanya.


"Pas Kenan kalau meeting kenapa selalu marah-marah ya?" tanya Sisil salah satu team marketing.


"Jangan asal aja kamu. Orang kaya seperti pak Kenan one night stand itu pasti sudah biasa. Dia juga beberapa kali mengajak pacarnya ke kantor dan itu beberapa bulan saja ganti." Jelas Sisil.


"Udah jangan ngegosip aja! Mau pak Kenan jadi bujang lapuk. Mau pacaran gonta ganti sekalipun itu urusan dia. Biarin aja lah kita yang penting kerja." Ucap Devi karyawan dari team keuangan. Ia lebih tua usianya dari yang lain jadi bisa lebih bijaksana.


Mereka tidak melanjutkan obrolan yang menggosipkan atasannya tersebut. Akhirnya mereka keluar dari ruang meeting menuju ke keruangan masing-masing devisi.


***

__ADS_1


Mobil yang di kemudikan Adnan berhenti disebuah rumah mewah bernuansa putih. Setelah mereka makan, Adnan mengantar Raina pulang terlebih dulu baru ia mengantar Amanda.


"Sana masuk! Maaf aku ngga mampir karena capek dan aku mau istirahat." Pinta Adnan.


"Iya, kamu hati-hati di jalan ya?"


"Iya. Besok kalau aku ngga bisa kesini biar sopir ku yang bawa kesini."


"Ngga apa-apa se sempat nya kamu aja."


"Iya, makasih. Sudah sana masuk!"


Amanda segera keluar dari mobil. "Sampai jumpa besok honey."


"Iya."


Adnan segera melajukan mobilnya sesaat setelah Amanda masuk ke dalam rumah. Ia sungguh lelah tapi harus bisa menuruti kekasihnya yang manja tersebut. Hati berat tapi mulut tak kuasa menolak keinginan sang kekasih. Adnan masih bergelut dengan pikiran nya sendiri. Apakah Adnan sudah tidak cinta dengan Amanda?

__ADS_1


__ADS_2