
"Dek, kau mandi atau tidur? Kau sudah makan atau belum?" Teriak Dava dari balik pintu kamar mandi.
Amanda membuka mata perlahan. Kakak nya ini selalu mengganggu kesenangannya. Ingin berendam lebih lama lagi tapi, sepertinya tidak bisa. Ia beranjak dari bathub dan berjalan ke arah shower untuk membilas badannya.
"Sebentar kak, tunggu di ruang makan saja!"
"Oke, kakak tunggu di bawah ya?"
"Iya kaka cerewet dan galak."
Dava tersenyum mendengar ucapan sang adik. Begitu sayangnya seorang kakak kepada adiknya menjadikan ia lebih galak dari kedua orang tuanya. Lebih posesif dari sang Papa. Dan lebih cerewet dari sang mama.
Beberapa hidangan tersaji di meja makan. Dengan menu tumis kangkung udang goreng dan bebek goreng menu kesukaan Amanda. Dava sengaja meminta asisten rumah tangga mereka memasak menu kesukaan sang adik.
"Mama sama Papa belum pulang ya kak?" Tanya Manda sambil berjalan mendekat ke arah meja makan.
"Belum dek."
"Wah, kesukaan ku." Mata Amanda berbinar memandang menu kesukaannya.
"Ayo makan dek!"
__ADS_1
"Tapi aku kenyang kak. Ini tapi sepertinya enak."
"Kan perutmu ada kantong cadangannya. Ngga usah takut gendut."
"Kaka tahu aja."
"Pura-pura udah kenyang padahal kau masih mau kan?"
"Kakak tahu aja sih," Amanda mengerucutkan bibirnya.
"Sudah ayo makan!"
Amanda mengambil nasi sedikit dan udang nafsu makan perempuan ini luar biasa belum ada satu jam dia makan bersama Adnan. Padahal melihat postur tubuhnya yang masih terlihat langsing mungkin orang tidak akan percaya kalau belum melihat sendiri. Dengan lahap Amanda memakan menu kesukaannya tersebut.
"Hemm."
Plak...
"Kakak sakit," protes Amanda tangan kirinya mengusap dahi yang di sentil sang kakak.
"Kalau di ajak ngomong jawab yang benar. Kakak ngga suka kamu kayak gitu."
__ADS_1
"Iya, maaf."
"Di ulangi lagi awas!" Tangan Dava mengepal sebagai tanda peringatan kepada sang adik.
"Ini punya kakak satu galaknya melebihi mama dan papa. Belum lagi nanti di tambah kaka ipar galak nya layak mak tiri. Gini amat nasib anak manis."
"Kau pikir dirimu gulali manis." "
" Memang kenyataan nya seperti itu. Adnan sering memuji diriku kalau aku manis. Tapi, itu dulu." Ucap Amanda sendu.
" Dulu? Sekarang ngga ya? Udah putus ajalah dek buat apa sama Adnan. Kalau cowok udah jarang kasih perhatian gitu pasti dia ada cewek lain."
" Ngga mungkin Adnan ada cewek lain kakak. Dia kan kemarin sibuk waktu di Australia, jadi aku maklum hal itu. Sekarang kan udah pulang pasti akan banyak waktu buat aku."
" Kau ini ngga pernah pacaran sekali pacaran bucin akut. Ingat jangan... "
" Iya jangan macam-macam sebelum menikah. Harus selalu jaga diri ngga boleh mempermalukan orang tua, terutama diri sendiri." Amanda memotong ucapan sang kakak. Ia hafal betul apa yang akan di katakan Dava. Seperti semboyan untuk dirinya. Dia selalu di ingatkan akan hal itu oleh sang kakak.
" Good girl."
" Sudah hafal di luar kepala kakak ku sayang."
__ADS_1
" Tapi kakak pikir tidak akan ada laki-laki yang cuek kepada pasangannya. Walaupun laki-laki tersebut sibuk sekalipun. Dia akan luangkan waktu untukmu. Jadi kakak harap kau pertimbangan lagi untuk melanjutkan hubungan yang serius dengan Adnan."