Cinta Di Ujung Penantian

Cinta Di Ujung Penantian
#4


__ADS_3

"Coba perhatikan dia. Cantik sekali. Tubuhnya seksi bukan? Sungguh aku mau menjadi salah satu prianya."


"Ya...Melinda. Super model terkenal. Tapi anehnya kenapa ia selalu tampil dengan kostum seperti itu."


"Pasti ada kepentingan bisnis. Agar produk yang dipakainya cepat laku dipasaran."


Beberapa karyawan di perusahaan Two Win sedang asyik memperhatikan sebuah majalah dewasa yang disana terpampang foto Melinda yang tampil dengan pose yang seksi.


Ketiga pria itu sedang menikmati pemandangan indah di hadapan mereka, walaupun berupa foto tapi itu sangat menarik perhatian, ada yang memuji, ada juga yang mencemooh.


*


*


"Tuan, lihat majalah ini." Pedro meletakkan sebuah majalah dihadapan Alvino.


"Ada apa?" Alvino penasaran dengan majalah yang diberikan Pedro.


Alvino menatap sebuah foto yang menjadi cover majalah tersebut, lama ia menatapnya, nurani berkata foto wanita yang menjadi sampul depan majalah itu sangat sempurna.


"Kau tahu, itulah makanya aku ingin memiliki sahamnya lebih banyak, dan lambat laun akan menjadi milikku." lengkungan manis menghiasi wajahnya.


"Pedro. Secepatnya kau harus mencari cara agar perusahaan itu kita miliki."


" Tuan aku sudah mendapatkan beberapa informasi tentang perusahaan itu. Nona Melinda bukan orang biasa, ia cucu dari Tuan Hadi, pengusaha yang menempati papan atas di dunia bisnis."

__ADS_1


Alvino menghela nafasnya, ia tidak senang dengan apa yang diucapkan Pedro barusan.


"Kau kira aku siapa?" Alvino merasa sekretarisnya itu menganggap remeh dirinya.


"Maaf tuan, saya hanya bermaksud memberitahu informasi yang saya dapatkan." Pedro salah tingkah ditatap dengan tajam oleh bossnya.


Sebenarnya Pedro sudah mengenal sifat dari Alvino, sewaktu Two Win masih di bawah pimpinan Roi, Pedro sudah mengetahui sedikit watak Alvino, sosok pekerja keras dan tidak gampang menyerah.


"Jangan pernah anggap remeh keluarga Chen." dengan kesal Alvino menjawab Pedro.


Pedro menudukkan kepalanya, ia tidak mau memperpanjang masalah, lebih baik ia diam dan mengiyakan saja ucapan bossnya itu.


"Besok, kau jemput Elvina. Ia datang untuk liburan. Pesawatnya mendarat pukul sepuluh. Jangan sampai terlambat. Ia akan sangat marah."


Akhirnya topik pembicaraan tentang Melinda selesai, Pedro menarik nafas lega.


*


*


Sedangkan di tempat lain, Melinda baru saja beres menjalani foto studio untuk Under wear produk mereka yang terbaru.


Ia dengan beberapa kru foto sedang melihat kembali hasil foto yang diambil, foto-foto terbarunya akan segera disebar luaskan di sodial media dan juga media cetak.


"Good. Itu kelihatan sempurna." Melinda tersenyum puas melihat foto dirinya yang sedang memamerkan produk terbaru dari tank top wanita.

__ADS_1


" Produk ini akan meledak di pasaran." ucap Aries optimis.


" Tentu saja. Seperti produk kita yang lain, selalu mendapat tempat di hati orang banyak bukan?"


Melinda dan Toni telah selesai di ruang pemotretan, sekarang mereka kembali ke ruangan masing-masing untuk melanjutkan pekerjaan masing-masing.


Tret...tret...


Ponsel Melinda berbunyi ketika ia baru saja mendudukkan dirinya di kursi kebesarannya.


"Mama" Melinda begitu senang ketika mamanya nenghubunginya.


"Hai, Ma..."


" Hai, sayang. Kau sedang sibuk?"


" Selalu ada waktu untuk mama, sesibuk apapun itu."


"Oh...putriku, kau membuat mama tersanjung."


Hubungan Melinda dan Marissa memang begitu baik, Melinda selalu menyempatkan berkomuikasi dengan putra-putrinya sesibuk apapu ia dalam pekerjaannya. Ia tidak mau mengabaikan kedua anaknya hanya dengan alasan disibukkan urusan perusahaan. Tentunya Marissa belajar dari pengalamannya dulu, ketika kedua orang tuanya hanya sibuk bekerja dan mengabaikan dirinya.


"Sayang, Boy akan mengunjungimu. Ada sesuatu yang ingin bicarakan denganmu." Marissa memberitahu putrinya bahwa kakaknya akan mengunjunginya.


"What? Bukankah dia sedang di Prancis, Ma?" Melinda sedikit kaget mendengar pemberitahuan mamanya. Satu hal yang perlu digaris bawahin kalau kakaknya itu sampai ingin membicarakan sesuatu, pasti ada hal yang tidak beres.

__ADS_1


"Oh...Aries. Pasti mulutnya bocor."


__ADS_2